
Ruang perawatan nyonya seila, telah ada tuan putra dan saga kecil, mereka terlihat sangat bahagia , apalagi ditambah dengan kelima bayi kecil, lengkap sudah kebahagiaan mereka,
namun pada saat akan memberikan ASI Tuan putra sedikit bingung, pasalnya dia mengetahui bahwa bayinya tidak hanya ada 4, melainkan ada 5, di tengah kebingungan itu dia memberanikan diri untuk bertanya kepada perawat
" suster kenapa hanya ada 4, kemana bayi perempuan ku," ucap tuan putra , sedangkan sang perawat langsung mengerutkan keningnya,
" maaf pak, tapi saat saya menerima box bayi ini, memang hanya ada empat bayi pak," ucap sang perawat dengan kepala tertunduk, sedangkan nyonya seila langsung duduk,
" apa maksudmu suamiku, maksudmu anak kita menghilang,dan itu anak perempuan kita satu satunya," tanya nyonya seila yang langsung menangis,
Tuan putra langsung menarik tangan sang istri kedalam pelukannya,dia terus berusaha untuk menenangkan sang istri, sedangkan Saga kecil dari tadi hanya terdiam dia melihat mamanya menangis sebenarnya dia tahu apa yang terjadi dan siapa pelakunya,
__ADS_1
tapi dia memilih untuk diam, karena dia pun berfikir apakah mungkin orang dewasa seperti mereka akan percaya dengan perkataan anak kecil yang baru berusia 5 tahun, tentu saja jawabannya tidak,
karena dimata orang dewasa seperti mereka anak kecil hanyalah seorang anak yang masih suka bermain dan tidak mungkin mengatakan sesuatu hal yang masuk akal,
dia melihat mama dan papanya masih berpelukan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat tangisan mereka dengan tersenyum penuh kemenangan,
"ini baru permulaan dari kehancuran kalian, suatu hari nanti kalian akan merasakan yang jauh lebih sakit dan lebih hancur dari ini,"ucap orang tersebut
"akan aku pastikan, kau akan merasakan,balasan yang lebih dari ini ,kau akan merasakan jauh lebih sakit dari yang Mama dan papa kurasakan, sekarang kau bisa tersenyum senang , tapi tidak dengan lain kali, aku akan pastikan kau akan hancur bukan hanya dirimu tapi juga mereka," ucap Saga kecil dalam hati dia dapat melihat orang itu pergi dari depan ruangan tersebut dengan sangat santai,
nyonya Sheila telah diperbolehkan pulang oleh dokter, dan hari-hari kehidupan nyonya Sheila dan Tuan putra sudah kembali seperti biasa, dan selalu kembali untuk bersekolah sudah beberapa hari Saga tidak masuk sekolah, saat melewati depan pintu kamar orang tuanya,
__ADS_1
Saga dapat melihat mamanya, yang tersenyum karena mengajak keempat adiknya untuk bercanda, walaupun dia tahu bahwa sebenarnya mamanya sangat ingin menangis karena telah kehilangan 1 anaknya bahkan dia perempuan satu-satunya dari keluarga ini,
Saga sebenarnya mengetahui tentang status dirinya di keluarga ini tapi dia memilih untuk diam karena dia sadar mereka tidak pernah membedakannya dengan keempat adiknya bahkan cenderung lebih menyayangi dirimu bahkan di tengah-tengah namanya pun ada nama keluarga Pratama,
dia berjalan melewati depan pintu kamar orang tuanya dalam hati dia berjanji bahagia akan menemukan adiknya dan akan membawanya kembali walaupun tidak tahu kapan dia akan menemukannya tapi dia pasti akan mengenalinya karena dia tahu satu hal tentang adik perempuannya itu, yang mungkin sang papa sendiri tidak mengetahuinya,
" bersabarlah mama, suatu hari nanti aku akan membawamu kembali dan akan aku pastikan dia selamat saat aku sudah memiliki koneksi aku akan mencarinya walaupun sampai ke ujung dunia sekalipun, kalau dia tidak percaya bahwa dia adalah anggota keluarga ini maka aku akan menikahinya agar tidak dapat kembali ke sini,"ucap Saga kecil,
apa saga kecil ketahui, ada dua pasang mata yang mendengarkan ucapannya tentu saja mereka terkejut bagaimana mungkin seorang kakak berniat untuk menikahi adiknya lalu kemudian mereka kembali berfikir dan semakin terkejut apakah mungkin putranya itu mengetahui rahasia besar itu kedua orang itu masih sibuk dengan pemikirannya sedangkan Saga sudah berangkat ke sekolah diantar dengan sopir yang diperintahkan oleh Tuhan putra untuk mengantar jemput anaknya itu
bersambung....
__ADS_1