Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 37


__ADS_3

Setelah tertidur cukup lama rara mulai membuka matanya


"oh tuhan aku tertidur disini" lalu dia melihat jung won berada di pangkuannya


"ya tuhan" rara kaget dan kemudian melihat ke seluruh ruangan


"apa tuan dan nyonya park melihat kita tertidur seperti ini" ucap rara resah


"sayang bangunlah ini sudah larut"


"sayang cepat bangun"


"astaga apa yang aku katakan, sayang? whaattt" batin rara


jung won pun terbangun dan melihat ke arah rara


"apa yang tadi kau katakan padaku? kau memanggilku apa?" jung won tersenyum


"tiiii...tiiidak aku tidak mengatakan apapun, aku hanya membangunkanmu saja karena ini sudah larut, kita harus bersiap-siap untuk meeting dan makan malam" ucap rara


"apa aku boleh mendengarnya lagi?"


"sudahlah sebaiknya sekarang kita bersiap" rara mencoba bangkit tapi jung won menahannya


"saranghae" ucap jung won yang langsung mencium bibir rara


rara kaget karena takut tuan atau nyonya park melihatnya padahal tanpa rara sadari mereka sudah melihatnya diam-diam


"kenapa mereka manis sekali, aku jadi iri melihatnya" ucap nyonya park


"dulu kau juga seperti nona kim kepadaku" ucap tuan park tersenyum yang mendapat cubitan kecil dari nyonya park


"ah sudahlah jangan membahas itu aku malu" ucap nyonya park pada tuan park yang membuatnya tersenyum


jung wonpun melepaskan ciumannya melihat ekpresi rara yang kelihatan kaget dan tegang


"ada apa kenapa kau sepertinya tidak nyaman?"


"kenapa kau selalu menciumku tiba-tiba bagaimana bila ayah dan ibumu melihatnya" tiba-tiba tuan dan nyonya park menghampiri mereka


"apa kalian sudah bangun? oh cantik ku kau sudah terbangun sayang"ucap nyonya park pada rara dan berjalan menuju rara


"aku rasa mereka sudah melihatnya dari tadi" ucap jung won berbisik pada rara yang membuat rara menjadi tidak karuan


"sayang apa tidurmu nyenyak? sepertinya kau sangat lelah" ucap nyonya park yang kemudian membelai rambut rara

__ADS_1


rara hanya duduk dalam hatinya dia merasa gugup


"sa..saaya permisi saya akan pergi bersiap"


"hey kenapa kau merasa gugup seperti itu?"


"tidak tidak seperti itu nyonya"


"kenapa memanggilku begitu"


"maafkan aku, bu aku belum terbiasa untuk itu"


"yasudah ibu maafkan lain kali jangan memanggilku seperti itu lagi"


"baik"


"sudahlah sekarang kau siap-siap ibu sudah menyiapkan baju untukmu kau pakailah, nanti ibu akan ke kamarmu untuk melihatmu" ucap nyonya park


"apppa? ibu menyiapkan baju untukku?"


"ya tadi ayah mengantar ibumu membelinya karena dia terus memaksa, ketika kalian tertidur" ucap tuan park


jung won hanya tersenyum mendengarkan apa yang orangtuanya katakan.


"apa ayah dan ibu begitu menyukai kimberly sampai-sampai mereka seperti ini?" batin jung won


"baiklah" ucap nyonya park


rara pun berjalan menuju kamarnya


"ibu tidak sabar melihat dia menggunakan baju itu pasti cantik sekali" nyonya park begitu antusias pada rara


"sabarlah bu sekarang sebaiknya ibu juga bersiaplah untuk itu" ucap jung won sambil berjalan menuju kamarnya


dan merekapun bersiap untuk menghadiri acara makan malam di malam natal bersama beberapa rekan bisnis mereka


rara yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat kotak di atas tempat tidurnya kemudian berjalan menuju kotak itu dan membukanya


"ya tuhan ini indah sekali, aku bahkan tidak pernah membayangkan akan memakai baju sebagus ini, aku merasa malu pada mereka kenapa sebaik ini padaku, oh tuhan apa yang harus ku lakukan" ucap rara lemas di samping tempat tidurnya


di kamar jung won dia sedang bersiap untuk menghadiri makan malam menggunakan stelan jas yang terlihat pas di badannya


"apa ibu membelikannya baju spesial sehingga dia begitu antusias menunggu kim menggunakan baju itu?" batin jung won


rara mulai bersiap memakai gaun malam tanpa lengan berwarna cream muda dengan sentuhan swarovski yang di berikan oleh nyonya park dan sepasang sepatu cantik yang terlihat cocok dengannya dan make up natural tidak melunturkan kecantikan rara

__ADS_1


"aku rasa aku sudah siap, baiklah aurora sayang jangan gugup kau pasti bisa melewati ini" rarapun berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang tengah disana sudah ada jung won dan kedua orang tuanya


"apa sebaiknya ibu menemui kim ke kamarnya? kenapa dia belum keluar juga" ucap nyonya park


"sudahlah bu sebentar lagi juga kim keluar" ucap jung won santai


"iya benar apa kata jung won bersabarlah sayang" ucap tuan park


"maaf membuat kalian menunggu lama" ucap rara tiba-tiba, semua pun melihat ke arah rara dengan mata kaget dan tidak berkedip untuk beberapa saat


"anaku kenapa kau cantik sekali sayang, tidak salah ibu memilihkannya untukmu" ucap nyonya park yang langsung berdiri menghampiri rara dan memegang kedua pipi rara dengan senyum senang di wajahnya


"terimakasih. tapi apa ini tidak berlebihan untukku?"


"tidak sayang kau sangat cantik, benarkan sayang?" tanya nyonya park pada suaminya


"ya kau terlihat cantik, bukan begitu jung won?" ucap tuan park melirik pada jung won yang masih dalam ekspresi kagetnya


"jung won?"


"eeh iya iya dia cantik sekali"


"kau ini tidak bisakah kau melihat kim biasa saja tanpa harus seperti itu" ucap nyonya park pada jung won


"sudahlah bu tidak apa-apa" ucap rara


"baiklah kita berangkat sekarang karena rupanya aku dan kim harus menghadiri dulu meeting kemudian menuju makan malam" ucap jung won yang bangkit dari duduknya berjalan menuju rara


"apa tidak bisakah kau mengundur meetingnya atau menggantikannya dengan yang lain, kim sudah cantik seperti ini masih harus bekerja denganmu?"


"tidak bisa bu, ibu jangan khawatir ini hanya tentang kesepakatan saja tidak akan lama dan setelah itu tidak akan ada jadwal meeting lagi"


"apa itu benar? jadi aku bisa mengajaknya menemaniku?"


"iya bu aku tidak berbohong tanyakan saja pada kim"


"iya bu presdir benar ini meeting terakhir, nanti aku akan menemanimu"


"benarkah? baiklah kalau begitu kalian berangkatlah duluan" ucap nyonya park senang


"baiklah mari tuan putri" ucap jung won sambil mengulurkan tangannya


"jangan seperti itu, malu jika mereka melihat" ucap rara berbisik


"baiklah" ucap jung won memegang tangan rara dan menariknya mengikuti langkahnya

__ADS_1


"aku pergi dulu" ucap rara setengah membungkukan badannya dengan tangan di tarik oleh jung won


__ADS_2