Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 46


__ADS_3

"apa yang dia katakan tadi? kita akan pergi ke osaka dan menghabiskan waktu disana hanya berdua saja?"


kriiiinngg


suara telpon rara berbunyi


"papa, oh tuhan aku lupa tidak menelpon mereka saat natal kemarin"


"hallo pa selamat natal" ucap rara langsung tanpa mendengar papanya berbicara terlebih dulu


"kau ini bagaimana kenapa tidak menelponku saat natal kemarin" ucap ayah rara di vidio call itu


"maafkan aku pa, aku lupa aku sungguh minta maaf, aku sibuk sekali sehingga aku lupa untuk menelpon kalian"


"tidak apa sayang mama mengerti kau sibuk, bagaimana kabarmu? apa kau sehat?"


"aku sehat ma, bagaimana kabar mama dan papa? aku rindu kalian dan dimana justin? kenapa dia tidak ikut menelponku?"


"syukurlah kalau kau sehat mama bahagia mendengarnya, mama juga rindu rara sayang, adikmu dia seperti biasa pergi bersama temannya"


"pa kenapa papa dan mama belum tidur bukankah disana sudah malam?"


"iya sayang papamu ingin menelponmu dulu dan sebenarnya sekarang kita sudah berada di kamar bersiap untuk tidur, rara kenapa belum tidur sayang?"


"aku sedang berada di jepang pa saat ini bersama presdir dan ayah ibunya"


"rara bersama pemilik perusahaan disana?"


"iya pa, rara ikut bersama mereka karena ada perjalanan bisnis dan mereka meminta rara tinggal disini sampai tahun baru nanti"


"sayangku kenapa mereka begitu baik padamu sayang?"


"aku tidak tahu mah pah aku juga merasa tidak enak karena di perlakukan seperti ini"


"jika papa dan mama kesana papa ingin menemui atasanmu itu untuk berterimakasih karena sudah memperlakukanmu dengan baik"


"iya pa ma nanti rara kenalkan kalian pada atasan rara"


"yasudah kalau begitu rara istirahatlah pasti rara lelah sekali"


"iya baiklah mah pah, mama dan papa juga istirahatlah"


"sampai jumpa sayang, papa sayang rara"


"sampai jumpa pah mah rara juga sayang kalian"


setelah telpon di tutup rara kaget karena jung won sudah berapa di depan pintu melihatnya sedari tadi

__ADS_1


"apa mereka ayah dan ibumu?" ucap jung won menghampiri rara


"ya mereka ayah dan ibuku"


"kenapa kau tidak bilang jika atasanmu adalah kekasihmu juga" ucap jung won tersenyum pada rara


"kenapa harus memberitahu mereka?"


"apa kau tidak mau memberitahu mereka tentangku?"


"bukan begitu aku hanya belum siap saja"


"kenapa begitu?"


"aku hanya tidak ingin mereka berfikir kemana mana karena aku memiliki hubungan dengan atasanku sendiri"


"apa kau terganggu dengan statusku sebagai atasanmu"


"tidak bukan begitu, aku hanya belum terbiasa saja"


"baiklah kalau begitu kau tidurlah, selamat malam" ucap jung won meninggalkan kamar rara


"kenapa dia tidak menciumku dulu? biasanya jika aku tidur dia selalu mencium dan mengusap rambutku" ucap rara bingung


rara tidur nyenyak tanpa terasa hari sudah siang dan dia terbangun kesiangan dan mendapati jung won sudah duduk di sofa kamarnya


"astaga apa ini sudah siang?" ucap rara yang langsung bangkit dari tidurnya


"apa benar aku mendengkur" ucap rara menatap jung won


"kau tidak akan sadar karena kau tertidur" ucap jung won berbohong


"kau berbohong padaku, selama ini aku tidak pernah mendengkur" jung won tidak menjawab pertanyaan rara


"baiklah kalau begitu aku akan pergi mandi, kau keluarlah aku akan mandi" ucap rara turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi


"aku akan ikut denganmu" ucap jung won yang langsung menyeret rara masuk ke dalam kamar mandi


"hey apa yang kau lakukan"


"aku akan mandi bersamamu" ucap jung won


"tapii"


"sudahlah kita sudah sama-sama dewasa kau mandilah aku akan berendam disini"


rara tidak bisa berkata apapun apalagi kabur dari jung won karena kamar mandi sudah jung won kunci dan kunci di pegang olehnya.

__ADS_1


perlahan jung won membuka bajunya terlihat badan sixpacknya dengan perut bagai roti sobek dan dadanya yang bidang


"kau apa yang kau lakukan, bagaimana jika ibu dan ayah melihat kita" ucap rara yang langsung berbalik membelakangi jung won


"mereka tidak akan melihat kita karena mereka sudah pergi tadi pagi sekali"


"apa mereka sudah pergi, kenapa aku tidak tau"


"karena kau tadi tertidur dan mereka tidak mau membangunkanmu yang sedang mendengkur" ucap jung won yang berjalan menuju bak rendam dengan hanya menggunakan celana dalamnya


"apa kau bilang aku mendengkur" ucap rara kesal yang langsung membalikan badannya ke arah jung won. dan kemudian melihat jung won dengan menggunakan celana dalam saja


"aaaaa tuhan apa yang kau lakukan"ucap rara berteriak


jung won tidak memperdulikan rara dia terus berjalan menuju bak rendam


"kau cepatlah mandi aku tidak akan berbuat apapun"


"bagaimana aku bisa mandi dengan tenang jika melihatmu seperti ini" ucap rara membalikan badannya


tidak lama rara melihat ke arah jung won yang ternyata menutup matanya dan menyenderkan kepalanya di ujung bak rendam


"syukurlah dia tertidur aku bisa dengan tenang mandi tanpa harus memperdulikannya"


rara kemudian berjalan menuju shower dia mulai membuka keran dan airpun jatuh menetes pada tubuhnya yang hanya menggunakan cd dan bra saja, untuk jaga-jaga jika jung won terbangun dia tidak telanjang bulat


rara mulai menggosokan sabun ke seluruh badannya dan kemudian memakai sampoo tubuhnya penuh dengan busa


"aku harap dia masih tertidur dan tidak melihatku seperti ini" tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu menyentuh perutnya rara ingin melihatnya tapi matanya tertutup busa kemudian dia menyalakan keran untuk membersih kan busa yang menutup matanya


"kaa...kkkaauu kenapa kau kesini bukankah kau sedang berendam dan tertidur, dan kenapa kau melingkarkan tanganmu di perutku, lepaskan" ucap rara kaget karena jung won berada tepat di belakangnya memeluknya dari belakang


"aku terbangun karena wangi sabun bunga yang kau pakai" ucap jung won yang membenamkan kepalanya di bahu rara


"hey sudahlah lepaskan aku akan membersihkan ini"


jung won langsung memutar badan rara agar berhadapan dengannya dan melumat bibir rara dengan sangat bernafsu rara yang kaget mencoba mencari keran air untuk membasuh badannya dan pergi kabur dari terkaman jung won.


kemudian air shower membasahi mereka berdua yang sedang berciuman di bawahnya


jung won mulai agresif terhadap ciumannya dan mulai mencium tengkuk leher rara dengan tangan melingkar di pinggang rara


"aaahhh" terdengar desahan kecil rara yang membuat jung won semakin agresif dan menciumi bibir rara dengan penuh nafsu.


rara yang sadar akan berujung dimana hal ini jika dia tidak menghentikannya dengan cepat. sekuat tenaga rara mendorong badan jung won dan melepaskan bibirnya dari bibir jung won


"stooopppp aku mohon berhenti, aku tidak mau lebih dari ini" ucap rara dengan nafas beratnya dan menatap nanar jung won

__ADS_1


jung won menghentikan aksinya dan memeluk rara


"maafkan aku" ucap jung won yang kemudian melepaskan pelukannya dan mengambil kimono untuk menutupi tubuh rara dan dia melilitkan handuk di pinggangnya kemudian berjalan keluar tanpa sepatah katapun. rara hanya melihatnya pergi dengan perasaan campur aduk


__ADS_2