Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 66


__ADS_3

setelah kepergian tuan dan nyonya park jung won duduk di sebelah rara dia memegang erat tangan rara mengusap lembut pipinya berharap rara segera sadar. cukup lama jung won dalam posisi seperti itu, tuan park dan nyonya park kembali dengan membawa kantong makanan


"jung won ibu membelikanmu buah dan susu, jika kau tidak ingin makan yang lain kau makanlah ini setidaknya tubuhmu mendapat tenaga" ucap nyonya park


"ibumu benar won kau harus mengisi perutmu untuk mendapatkan tenaga, bagaimana jika kau sakit kim akan marah padamu ketika dia tau kau tidak makan karena menunggunya"


"ibu ayah simpanlah dulu makanannya di meja aku akan memakannya nanti"


"won kemarilah jangan seperti itu, kim sudah melewati masa operasinya dan dokter sudah melakukan yang terbaik untuknya, dia belum siuman karena obat bius masih ada, jika dia sadar dan melihatmu seperti ini apa kau pikir dia akan suka" ucap nyonya park kesel, jung won berfikir tentang apa yang ibunya katakan


"baiklah ibu, aku akan memakan buahnya sekarang"


"kemarilah ibu akan mengupaskan apel untukmu"


jung won kemudian berjalan menghampiri ibu dan ayahnya dan duduk di depan mereka


"won kenapa kau tidak memberitahu ayah tentang masalah ini"


"aku tidak ingin membuat ayah dan ibu khawatir"


"tapi dengan caramu ini membuat ibu dan ayahmu menjadi salah paham padamu, kami pikir kau memukul dong joon sampai beberapa tulang dia patah dan kritis di rumah sakit karena kau bertindak semaumu saja"


"ibu ayah aku menyesal telah gagal menjaga kim dari pria brengsek itu" ucap jung won menundukan kepalanya


"won kau tidak gagal sayang kau pria hebat, kau sudah menjaga sangat baik, kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri seperti ini"


"benar kata ibumu won kau pria hebat kim juga pasti setuju untuk itu"


"sekarang makan buah ini supaya kau tidak sakit" nyonya park kemudian memberikan sepiring buah pada jung won yang sudah dia kupas


"makanlah dan habiskan" ucap nyonya park tersenyum pada jung won


setelah won memakan buah yang nyonya park berikan


"kim wanita cantik, ceria, dan juga kuat ibu yakin dia akan cepat pulih sekarang, kau harus tenang bukankah itu yang kau katakan pada ibu sewaktu menunggu kim di ruang operasi" ucap nyonya park mengusap lembut kedua lengan jung won


"ibumu benar kau harus tenang dan juga perhatikan tubuhmu, jika kau sakit siapa yang akan menjaga kim"


"iya ayah ibu, aku begitu khawatir padanya hingga aku lupa pada diriku sendiri, ayah ibu terima kasih sudah menerima kim dengan baik, aku begitu menyayanginya" ucap jung won tersenyum


"ayah dan ibumu senang melihatmu bahagia bersama kim, bahkan rasanya ayah tidak sabar melihatmu menikah dengannya"


"aku juga ingin cepat menikahinya tapi kim dia selalu saja bicara jika dia belum siap dia menganggapku hanya mempermainkannya saja"


"itu artinya kau harus lebih berjuang untuk mendapatkan hatinya dan untuk membuatnya percaya sepenuhnya padamu" ucap nyonya park


"baiklah ibu aku akan berjuang membuatnya percaya sepenuhnya padaku"

__ADS_1


setelah jung won menghabiskan buah potongnya dia kembali duduk di sebelah rara


"Tok tok tok"


"masuklah"


"selamat sore tuan saya akan memeriksa dan memberikan obat untuk nona kim" ucap dokter choi bersama seorang perawat


"baiklah jika begitu, silahkan dokter"


nyonya park berjalan menghampiri jung won dan berdiri di sebelahnya


"dokter choi sampai kapan kim akan tertidur seperti ini? apa dia baik-baik saja?" tanya nyonya park pada dokter


"dia akan sadar setelah efek obat biusnya hilang, dia baik-baik saja nyonya tenang saja semuanya stabil" ucap dokter choi setelah memeriksa rara


"terima kasih dokter choi" ucap jung won


"sama-sama tuan, baiklah kalau begitu saya permisi"


"baiklah dokter"


setelah dokter choi meninggalkan ruangan nyonya kim mengusap lembut pipi rara dan mencium kening rara


"cepatlah sadar sayang ibu menunggumu"


"baiklah kalau begitu ibu dan ayah akan pulang dulu besok ibu akan kembali lagi"


"sayang ibu pulang dulu kau cepatlah sadar ibu merindukanmu"


setelah kepergian nyonya dan tuan park jung won terjaga menunggu rara dengan setianya dia bahkan mencoba menahan kantuk agar bisa terus melihat rara tapi jung won kalah dengan rasa kantuknya sendiri, akhirnya dia tertidur di samping rara


keesokan paginya rara terbangun dan melihat jung won masih terlelap tidur di atas kursi di sebelah tempat tidurnya, rara kemudian memcoba mengumpulkan tenaga untuk mengusap lembut kepala jung won. namun seketika jung won terbangun dan melihat rara sudah sadar


"kim sayang apa kau sudah sadar, sebentar aku akan panggilkan dokter" ucap jung won kemudian menekan tombol untuk memanggil dokter ke ruangan


"sayang apa yang kau rasakan sekarang? apa terasa sakit? atau terasa pusing"


"tidak won aku tidak sakit aku hanya pusing sedikit saja"


"Tok Tok tok"


"masuklah"


"dokter, kim sudah siuman"


"baiklah tuan saya akan memeriksanya sebentar" ucap dokter choi

__ADS_1


"apa dia baik-baik saja dok?"


"semuanya baik dan juga tidak ada masalah apapun sampai saat ini" ucap dokter choi setelah memeriksa rara


"baiklah sekarang saya akan memberikan obat untuk nona kim, dan nona tidak boleh banyak bergerak itu akan terasa sakit, kau perlu banyak diam dan istirahat agar nona cepat pulih"


"baiklah dokter terima kasih" ucap jung won, dokter choi pun pergi meninggalkan mereka


"won apa kau dengar dokter bilang apa, aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir padaku, kau beristirahatlah wajahmu terlihat sangat lelah" ucap rara lemas


"kau terlihat sangat lemas seperti itu bagaimana aku bisa meninggalkanmu dan pergi beristirahat" jawab jung won yang mengusap lembut pipi rara


"won terima kasih"


"kenapa kau berterima kasih padaku"


"kau sudah menjaga dan menolongku"


"hey itu sudah kewajibanku menjagamu, menjagamu adalah salah satu prioritasku"


rara hanya tersenyum dengan apa yang jung won katakan


"Tok tok tok"


"masuklah"


"selamat pagi won, ibu membawakanmu sarapan, ooohh sayang apa kau sudah sadar" ucap nyonya park kaget


"sayang ibu senang sekali kau sudah sadar, ibu sangat merindukanmu, apa kau merasa sakit?"


"tidak ibu aku hanya sedikit lemas saja, mungkin karena pengaruh obat bius masih ada"


"uuuhh sayang ibu sangat menghawatirkanmu"


"dokter choi bilang kim baik-baik saja tapi dia tidak boleh terlalu banyak gerak bu"


"syukurlah jika begitu anakku baik-baik saja aku sangat senang mendengarnya"


"ayah ibu kenapa sangat pagi sekali kalian kesini"


"ibumu sangat mengkhawatirkan keadaan kim semalaman dia gelisah dan tadi pagi dia ingin segera ke rumah sakit melihat kim"


"ibu kenapa ibu seperti itu, aku tidak apa-apa bu aku baik-baik saja"


"sayang bagaimana ibu tidak khawatir melihatmu terbaring lemah di rumah sakit seperti ini"


"tapi aku" ucap rara tertahan oleh nyonya park

__ADS_1


"sudahlah sayang kau beristirahatlah jangan sampai kau lelah, ibu akan menjagamu disini"


__ADS_2