Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 5


__ADS_3

"Kriiiinggg" suara telpon


"ya hallo dengan rara ada yang bisa saya bantu pa?" ucap rara


"kamu bisa ke ruangan saya dan tolong ambilkan berkas yang harus saya tanda tangani" ucap bos barunya


"baik pa"


Tok Tok Tok


"masuk" jawab orang yang di dalam


rara berjalan menuju meja bos barunya


"ini pa berkas yang bapa butuhkan" ucap rara yang melihat kursi yang di duduki bosnya membelakanginya melihat ke jendela luar, dan kemudian bosnya mamutar kursinya menghadap ke arah rara, berata terkejutnya rara melihat dia


"hallo rara apa kabar? apa teddy bearku masih kamu simpan?" ucap dia


"kaa..kaa..kamu" ucap rara kaget


"lama tidak bertemu" ucap dia


"bara kenapa kamu ada disini?" ucap rara kaget


"iya saya sekarang bekerja disini dan tidak sia-sia aku mengejar pekerjaan ini bisa bertemu kamu lagi disini" ucap bara


kenapa bisa seperti ini sih gerutu rara dalam hati


"baiklah apa sudah tidak ada lagi yang perlu saya bantu pa? saya permisi" ucap rara berlalu


bara hanya terdiam tidak bisa berkata kata dalam hatinya bara bertanya kenapa sikap rara seperti itu apa mungkin dia salah lagi saat ini


sial!! ya tuhan cobaan apalagi ini batin rara


hari-hari rara dia lewati dengan bara sebagai atasan barunya ada rasa canggung dalam diri rara ketika harus berhadapam dengan bara tapi dia profesional dengan kerjaan dia sebagai bawahan bara, dan hari dimana adalah hari dimana dia merasa sibuk untuk menyambut atasannya besarnya dari negri ginseng ya benar atasan dari segala atasannya bernama "park in-jung" dia akan berkunjung ke kantor cabang yang berada di indonesia tepatnya di jakarta dia ingin memastikan jika perusahaannya berjalan dengan lancar tidak ada masalah


"welcome mr. park in-jung" ucap bara pada atasannya


"ya terima kasih" ucap park in-jung menjawab dengan bahasa indonesia dengan cengkokan khas koreanya


ya park in-jung bisa berbahasa indonesia karena dia sering mengunjungi perusahaannya disini.


setelah itu park in-jung dan bara membicarakan masalah bisnis, ya park in-jung tentu tahu bahwa bara itu direktur barunya disini. rara masuk dengan membanya teh hangat untuk mereka semua yang ada di dalam

__ADS_1


"hey nona maaf dahimu kenapa terluka" ucap mr. in jung padanya yang melihat dahi rara tertempel perban kecil


"iya, oh ini mohon maaf pa saya mengalami kecelakaan kecil" ucap rara gugup


"apa kecelakaan itu terjadi disini" ucap in kung bertanya


rara yang bingung harus menjawab apa dengan spontan dia bilang bukan itu terjadi di rumah saat dia tidur terjatuh ke lantai kemudian rara pamit keluar dan mr. in jung tidak mempersalahkan lagi masalah itu


andai dia tau kalo luka ini akibat hantaman selop melayang itu bagaimana reaksi dia batin rara


"apa dia sekertaris mu" tanya in jung pada bara


"ya pa dia sekertaris saya" ucap bara


"apa kinerja dia bagus"


"ya pa selama ini kinerja dia bagus dia kompeten dalam mengerjakan apapun" ucap bata yang tau cara kerja rara dari divisi divisi lain yang selalu kagum dengan kepintaran dan tanggung jawab rara


"okey kalo gitu saya akan tarik dia menjadi sekertaris di kantor pusat" ucap in jung dan memberi kode pada orang kepercayaannya


"maksud bapa bapa akan memindahkan rara ke kantor pusat di korea" tanya bara


"ya karena saya suka pada orang yang pintar dan kompeten dalam bekerja" ucap in jung santai


"ya hallo ada yang bisa saya bantu pa?"


"keruangan saya sekarang" ucap bara


"baik pa"


lalu rara bergegas menuju ruangan bara


Tok tok tok


"masuk"


"maaf pa bapa memanggil saya?" ucap rara


"ya masuklah saya ingin bertanya" ucap in jung


"duduklah"


rara duduk tepat di hadapan in jung sementara bara duduk di sebelah kiri in jung di sebelah kanan tentu orang ke percayaan in jung

__ADS_1


"sudah berapa lama anda kerja disini?" tanya in jung bara hanya terdiam saja


"kurang lebih sudah 3 tahun pa saya bekerja disini" ucap rara gugup


"jika saya menawarkan kamu untuk pindah ke kantor pusat apa anda mau menerimanya?"


rara yang seakan kaget seakan tidak percaya apa yang baru saja dia dengar bahkan tidak bisa berkata kata lagi selama ini impiannya akan tercapai terbang ke korea negara yang mana sangat dia idam indamkan tuhan rezeki nomplok


"saa...sa..saa..saya" ucap rara gugup


"ya bagaimana?" tanya in jung


"saya bersedia pa dengan senang hati" ucap rara melawan ke gugupan yang teramat sangat dan ke kagetan yang sudah tidak bisa dia cerna


"baiklah besok kamu terbang bersama saya langsung ke kantor pusat, bersiap siaplah" ucap in jung


setelah kejadian yang begitu gugup untuk rara dia kembali ke mejanya dengan rasa tidak percaya dengan apa yang dia dapat kan, oppa tunggu aku disana ucap batin rara yabg teh oppa yang mana yang dia maksud


sepulang dari kantor rara langsung pulang ke rumah dengan terburu buru dia akan bersiap menyiapkan apa saja yang akan dia bawa dengan tidak lupa menelpon mama dan papanya


"hallo ma?" ucap rara ke girangan


"iya hallo sayang, ada apa tumben nelpn biasanya mama yang nelpon kamu duluan" ucap maria


"ma rara akan ke korea mah rara seneng banget"


"apa sayang kenapa mendadak seperti itu" maria kaget


"tadi rara di minta pindah ke kantor pusat yang ada di seoul mah sama tuan besar" ucap rara senang


"apa kamu tidak bisa pulang dulu berpamitan dengan mama sama papa dan ade ade kamu?"


"maaf mah bukannya rara gamau tapi rara di suruh mr. park untuk ikut bersamanya besok pagi mah" ucap rara sedih


"yasudah nanti mamah sering-sering vidio call kamu sama papa kamu jangan lupa angkat jangan di diemin ya sayang" ucap maria


"iya mah, tapi rara sedih jadi tambah jauh dari kalian dulu jakarta bandung serasa jauh sekarabg bahkan beda negara" ucap rara yang matanya mulai berkaca kaca


"sayang mamah tidak apa-apa ko asal rara bisa mendapatkan mimpi yang selama ini rara impikan mamah mendukung kamu sayang sepenuhnya, kamu baik-baik sayang ya di sana jangan lupa begitu sampai di sana kamu langsung kabarin mamah vidio call sayang jangan buat mamah khawatir ya cantik"


"iya mamah aku sayang mamah papa dan ade-ade rara pamit ya mah"


"iya sayang hati-hati" ucap maria

__ADS_1


keesokan harinya rara sudah siap untuk terbang menjemput mimpinya yang selama ini dia idam-idamkan selama penerbangan rara tidak henti hentinya tersenyum dia tidak merasakan lelah sedikitpun padahal penerbangan jakarta seoul memakan waktu 7 jam lamanya


__ADS_2