Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
menjaga


__ADS_3

setelah kepergian dokter, tuan Aditama dan putranya pun memutuskan untuk kembali ke rumah terlebih dahulu, begitu juga dengan Adrian dan saudara yang lain,


Kini didalam ruangan itu hanya tersisa saga seorang diri, awalnya Adrian dan saudara lainnya, juga meminta saga untuk pulang untuk istirahat sebentar dan bergantian dengan mereka,


Tapi itulah saga, susah untuk diperintah, adapun orang yang mampu untuk membuat nya menurut hanya Stella,tapi kondisinya masih tidak memungkinkan,


setelah mengantarkan mereka, saga kembali ke dalam ruangan dimana Stella berada, dia membuka pintu ruangan tersebut, dan berjalan mendekati Stella yang masih belum sadarkan diri,


Saga duduk di kursi yang tersedia di samping tempat tidur, tangannya menggenggam tangan Stella dengan lembut, dikecupnya punggung tangan Stella, dapat terlihat, betapa saga sangat merindukan Stella,


Itu terlihat dari bagaimana cara saga memperlakukan Stella dengan lembut, bahkan tatapan mata Saga penuh dengan kerinduan yang mendalam,

__ADS_1


Terjawab sudah, mengapa selama ini, dia merasa bahwa, Stella masih hidup, dan setelah mendengar penjelasan dari dokter, tentang kondisi Stella untuk jangan memaksa untuk mengingat masa lalunya, jika bukan Stella sendiri yang mengingatnya,


lalu dia juga mengingat kembali penjelasan dari tuan Aditama, bahwa sebelum mengalami kecelakaan, dia melihat Stella seperti sedang dikejar oleh seseorang, mengingat hal itu,rahang saga mengeras,


" s***," umpat saga, jika sudah begini, dia akan berusaha untuk melindungi gadis itu dengan berbagai cara, bahkan dengan nyawanya sekalipun,


Saga merasa sangat mengantuk, dia melihat kearah jam yang melingkar di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam,lalu dia tidur di pinggir tempat tidur dengan tangan yang masih setia memegang tangan Stella,


Tak lama setelah saga tertidur, tangan kiri Stella sedikit bergerak, dan matanya perlahan terbuka,dia melihat sekeliling, ruangan yang serba putih, serta bau obat obatan, dapat dia pastikan, bahwa dirinya saat ini tengah berada di rumah sakit,


Dia mencoba untuk melepaskan genggaman tangan pemuda tersebut, tapi sulit, pemuda tersebut menggenggam tangan nya dengan erat,tak ingin ambil pusing, dia pun membiarkan tangannya dipegang oleh pemuda tersebut,

__ADS_1


entah mengapa ada perasaan nyaman saat pemuda itu menggenggam tangannya,dia pun kembali tertidur, karena dia melihat jam dinding, masih menunjukkan tengah malam,


saat Stella kembali tertidur, saga langsung membuka matanya, dia tersenyum kecil, sebenarnya dia tidak benar benar tertidur, karena merasakan adanya pergerakan dari Stella,


tapi dia tidak membuka matanya, ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh gadis itu, ternyata dia berusaha untuk melepaskan genggaman tangannya,


tentu saja dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi, alhasil dia menyerah dan kembali tertidur, saga langsung mengelus punggung tangan Stella dengan lembut,dan memutuskan untuk kembali tidur,tak butuh waktu lama dia pun kembali tertidur,


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


keesokkan harinya, saga mengerjapkan matanya, dia membuka matanya perlahan, dan menyesuaikan cahaya matahari pagi ini, dia merasa terusik dengan suara orang mengobrol,

__ADS_1


dia membuka matanya, dan melihat sekeliling, dia melihat tuan Aditama dan putranya, tengah berbicara dengan Stella, mereka belum menyadari bahwa saga telah bangun, dia harus segera bersiap, karena pagi ini ada rapat dengan beberapa dewan direksi,


bersambung....


__ADS_2