
Setelah rara sampai di depan pintu pelan-pelan dia mulai membuka pintunya dan terlihat jung won sudah berdiri menatapnya dengan senyuman manisnya
"hallo sayang kenapa lama sekali membukakan pintu untukku kakiku terasa sangat pegal"
"ada apa presdir kemari lagi? ini kan sudah malam?" ucap rara tanpa menjawab pertanyaan jung won.
jung won masuk ke dalam tanpa menjawab pertanyaan rara dia hanya tersenyum dan berjalan masuk membawa tas jingjing ditangannya.
brukk
jung won menyimpan tasnya di meja
"malam ini aku akan menginap disini"
ucapan jung won sontak membuat rara kaget dan membulatkan matanya
"aaaa...pppaaaa?"
"kenapa kau kaget seperti itu? tenang saja aku akan tidur disini tidak akan macam-macam padamu kecuali kau menginginkannya" ucap jung won menahan senyum
"maksud presdir akan menginap disini? kenapa bisa begitu? tadi kan anda sudah pulang menuju rumah" tanya rara yang masih berdiri menghadap jung won
jung won tersenyum melihat ekspresi rara dan berjalan menghampiri rara, dia mengusap pipi rara dan kemudian memeluknya
"aku tidak ingin berpisah denganmu walau hanya satu jam, rasanya aku selalu merindukanmu"
__ADS_1
rara yang ada di pelukan jung won hanya bisa terdiam membeku
"apa yang dia katakan" batin rara
setelah melepaskan pelukannya jung won dia mendekatkan wajahnya dengan wajah rara
cuppp
dia mencium bibir rara lagi, rara yang tidak menolak dan juga tidak membalas apa yang jung won lakukan dia hanya membulatkan matanya dan kemudian menutup matanya cukup lama jung won mencium rara dan rara kemudian melepas kan diri dari ciuman jung won karena dia takut akan terbawa suasana.
jung won yang sadar akan perlakuan rara hanya bisa tersenyum dan kemudian memeluknya
"ini sudah malam kau pergilah tidur besok kita kan harus berangkat ke jepang" ucap jung won mengusap rambut rara dan kemudian melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada rara
"aaa...ppp..aappaa presdir akan tidur disini? presdir tidurlah di kamarku" ucap rara spontan
"bukan maksudku, aku yang akan tidur di sofa ini karena mungkin bila presdir tidur disini tidak akan cukup untuk badan anda karena sofa ini terlalu sempit, kaki anda kan panjang" ucap rara dengan pelan dan tertunduk malu
"kenapa kau ini manis sekali"
rara masih tertunduk malu dan jung won pun mengangkat dagu rara agar melihatnya
"aku akan tidur disini saja tidak apa sofa ini kecil untukku, kau tidurlah aku akan membersihkan diri dulu" ucap jung won lembut.
jung won menarik tangan rara masuk ke kamar dan menyuruh rara naik ke tempat tidur dan kemudian menyuruhnya berbaring
__ADS_1
"tidurlah aku akan membersihkan diri dulu"
cupp
jung won mencium pucuk kepala rara dan membelai rambutnya.
rara hanya bisa melihat jung won dengan ekspresi gugupnya
jung won pun berjalan menuju kamar mandi yang tidak jauh dari tempat tidur rara, rara hanya menatap jung won yang berjalan menuju kamar mandi
"apa yang dia lakukan disini? kenapa dia ingin tidur disini? aku jadi merasa gugup seperti ini, jantungku rasanya mau copot oh tuhan ada apa ini" batin rara
tidak lama rara tertidur tanpa dia sadari karena dia merasa kelelahan hari ini, jung won yang keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono menghampiri rara yang tertidur dia kemudian duduk di pinggir tempat tidur kemudian mengusap lembut pipi rara dan membelai rambut rara dengan senyum manisnya
"saranghae"
jung won pun mencium pucuk kepala rara kemudian dia menatap rara yang sedang tertidur pulas
"kenapa aku begitu menyukainya rasanya aku tidak ingin dia pergi dariku, aku pikir aku bisa gila jika sampai dia meninggalkanku" batin jung won.
jung won pun beranjak dari tempat tidur dan kemudian menyelimuti rara dengan lembut dan dia pun berlalu untuk mengganti bajunya
dia pun berjalan menuju sofa dan mulai menbaringkan tubuhnya yang memang menurut rara tadi benar bahwa kakinya tidak akan cukup untuk tidur disini, jung won pun tidak perduli jika kakinya tidak cukup di sofa ini karena dia tidak mau tidur di sampimg rara jika bukan rara yang memintanya.
dia kemudian menatap langit-langit rumah dia melihat lampu
__ADS_1
"apa dia akan menerima perasaanku? aku bahkan belum membayangkan jika dia tidak menerima perasaanku aku bisa gila kalau begitu, tapi aku tidak akan pernah melepaskannya kali ini aku akan berusaha sebisaku agar dia membuka diri untukku dan perlahan mulai mencintaiku" dalam batinnya kemudian jung woj mulai menutup matanya dengan tangan yang di simpan di belakang kepalanya.
tanpa terasa diapun tertidur dengan selimut kecil menempel di badannya