Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
S2


__ADS_3

Adrian dan yang lainnya, masih berada di tempat mereka masing-masing,mau bagaimana pun, semuanya harus segera diatasi dan di selesaikan malam ini juga,


karena mereka tidak ingin mengambil resiko kedepannya, bagi mereka, masalah ini, sudah bukan lagi sekedar masalah kecil, karena ini juga menyangkut tentang adik mereka, karena perbuatan orang-orang tersebut,di masa lalu,


mereka hampir kehilangan Stella, dan hampir membuat saga menjadi seperti dulu, orang yang dingin, dan bahkan tidak kenal ampun kepada mereka yang menurutnya harus disingkirkan,


mereka berada di tempat itu sudah cukup lama,dan itu cukup untuk membuat Dion menjadi sangat jengkel, bahkan pemuda itu sejak tadi ingin menerobos masuk, ke dalam gedung tersebut, jika tidak langsung ditahan oleh Michael,


" lepaskan aku mich, kenapa kau sejak tadi selalu menghalangi ku untuk masuk," ucap Dion jengkel,dia menatap nyalang kepada saudaranya itu, sedangkan Michael,dia hanya memutar bola matanya malas,


" Apakah kau lupa, apa pesan kak saga pada kita tadi,hah," ucap Michael


" Tentu saja aku ingat," ucap Dion, dengan melepaskan tangan Michael dengan paksa,


" Kalau kau ingat, jangan sampai membuat masalah,kau paham," ucap Michael penuh penekanan


" Sudah cukup, hentikan," ucap Adrian,dia melihat kearah kedua saudaranya itu, dia kemudian menggelengkan kepalanya,


" Kita semua, berada di sini itu....", ucapan Adrian terhenti karena ponselnya berdering,dia mengambil benda pipih itu dan melihat siapa yang menghubungi nya disaat, genting seperti sekarang ini,

__ADS_1


" halo,kak," ucap Adrian


" Ada apa dengan mereka berdua, kenapa mereka harus berselisih seperti itu," ucap saga


." Tidak ada,kak, hanya saja, sedikit masalah kecil tadi," ucap Adrian, dengan memberikan tatapan peringatan kepada mereka berdua


" Baiklah, selesaikan segera, minta mereka semua untuk bersiap, aku rasa, pemimpin mereka akan datang sebentar lagi," ucap saga


" iya," Adrian langsung memberikan isyarat lewat tangannya, dan mereka langsung melihat kearah pintu masuk gedung itu,


Terlihat ada dua mobil yang baru saja sampai, lalu terdengar suara saga


Saga masih duduk di ranjang mereka, disampingnya ada sang istri, yang tengah tertidur pulas, entah kenapa, tiba-tiba perasaan nya tidak karuan,


Ada rasa khawatir, dan resah, entahlah, yang pasti, dia merasa tidak nyaman, dan cemas, dia melihat kearah sang istri, dan mengecup kening sang istri, dia beranjak dari tempat tidur,


entah akan kemana saga pergi,


soalnya gx ngomong sama author 😁😁

__ADS_1


Sedangkan ditempat Adrian dan yang lainnya, mereka mulai bergerak menuju gedung tersebut,


karena target yang mereka tunggu sudah sampai,dan akan langsung mereka Serang,


mereka sudah mengatur anak buah mereka menjadi beberapa kelompok,dan jangan lupa dengan penembak jitu, yang telah siap di kegelapan,


ahli bertarung jarak dekat maupun jauh,anak buah mereka adalah ahli dari berbagai ilmu beladiri, maupun senjata, baik itu senjata api, senjata tajam, bahkan anak buah Michael dan Adrian, telah mendirikan satu kelompok khusus, untuk membuat senjata dengan bahan peledak,


jika kalian bertanya, bagaimana mereka bisa mendapatkan orang - orang tersebut, maka jawabannya adalah,


mereka adalah anak buah yang telah dilatih langsung oleh saga dan Adrian, karena diantara kelima saudara tersebut,


Saga dan Adrian bisa dibilang yang paling ahli dalam bidang senjata dan merakit alat peledak,


Bukan hanya ahli dalam bidang senjata dan merakit alat peledak, mereka berdua juga ahli dalam ilmu beladiri,


hampir semua ilmu beladiri mereka berdua bisa kuasai, dengan gelar sabuk hitamnya, sedangkan untuk Michael, Dion, dan Rayhan,


mereka juga ahli dalam ilmu beladiri, mereka juga menguasai semua ilmu beladiri,dan bergelar sabuk hitamnya, namun untuk merakit alat peledak, mereka tidak bisa, namun jika menggunakan senjata api, dan senjata tajam, mereka adalah ahlinya

__ADS_1


__ADS_2