
rara tertidur dengan tangan memegang tangan jung won. tidak lama tuan dan nyonya park sampai di ruangan dan melihat rara dan jung won tertidur seperti itu mereka tersenyum dengan memandang satu sama lain kemudian pergi meninggalkan ruangan. cukup lama mereka tertidur, rara bangun terlebih dahulu dan melihat won masih dalam posisi sama dia tertidur sangat pulas sekali, rara tersenyum dan dan mencoba meraih remote tempat tidurnya dan menaikan sedikit ranjang agar posisinya duduk
"dia begitu pulas sekali, sampai tidak merasakan aku menaikan ranjang ini" ucap rara dengan mengusap kepala jung won dengan lembut
"aku merasa sangat menyesal selama ini tidak pernah percaya sepenuhnya padanya"
"Tok tok tok"
"masuklah"
"selamat malam nona kim, saya membawakan makan malam untuk anda, silahkan" ucap perawat
"baiklah suster simpan saja dulu, akan aku makan nanti terimakasih" ucap rara tersenyum, perawatpun membalas dengan senyum dan melihat kearah jung won yang tertidur
"nona, tuan sepertinya tidur pulas sekali"
"iya mungkin dia kelelahan jadi tertidur seperti ini"
"kau sungguh beruntung, tuan won menjagamu siang dan malam bahkan waktu tangannya terluka dia tidak merasakan sakit sama sekali dia hanya melihat ke arahmu saja dan memastikan jika kau baik-baik saja serta memintaku memberikan obat yang membuatnya terjaga"
"apa itu benar suster" ucap rara seolah tidak percaya akan perkataan perawat tersebut
"itu benar nona, kau sungguh beruntung memiliki pria yang begitu mencintai dan mengkhawatirkanmu"
"kalau tidak ada yang anda perlukan lagi saya permisi"
"baiklah suster terimakasih"
setelah perawat meninggalkan ruangan rara melihat ke arah jung won dengan ekspresi terharu dan melihat perban yang menutupi lukanya
"kenapa dia berbuat seperti itu padaku, aku bahkan tidak pernah percaya padanya" ucap rara dan memegang tangan jung won
tidak lama jung won terbangun dan bangkit melihat ke arah rara
"uuuhhhh sayang aku tertidur, kenapa kau tidak membangunkanku" ucap jung won kaget
"kenapa aku harus membangunkanmu, kau terlihat tertidur pulas sekali sepertinya kau begitu lelah sekali" ucap rara tersenyum
"bagaimana aku lelah, aku tidak lelah aku rajin olah raga bagaimana bisa aku lelah" rara tersenyum dengan ucapan jung won
"won saranghae" ucap rara mengusap lembut pipi jung won yang membuat jung won seketika diam membeku seakan tidak percaya dengan apa yang rara katakan
__ADS_1
"apaaa yang kau katakan?"
"i love you park jung won" ucap rara tersenyum
jung won terharu mendengar apa yang rara katakan dia kemudian mencium tangan rara dengan begitu bersemangat
"apa kau percaya padaku? apa kau bisa menerimaku sekarang?"
rara tidak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum. jung won yang melihatnya dengan ekpresi tidak percaya
"terimakasih kau mau menerimaku, aku sangat mencintaimu" ucap jung won terlihat sangat senang sekali
"rasanya aku ingin memelukmu sekarang"
"hey tidak bisa seperti itu aku kan pasien patah tulang disini bagaimana bisa kau ingin memelukku"
"aku tidak akan memelukmu sekarang, tapi nanti aku bahkan bukan hanya akan memelukmu saja tapi akan membuat kau tidak bisa pergi dariku walau sedetikpun" ucap jung won yang membuat rara mengerutkan dahinya
"apa kau bilang" ucap rara membentak
jung won hanya tersenyum dan bangkit berdiri dan memcium dahi rara
"terimakasih sudah menerimaku" ucap jung won tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah rara, rara seakan tau jung won akan menciumnya yang membuatnya menutup mata, bibir mereka semakin dekat namun tiba-tiba
suara perut rara memecahkan suasana yang membuat jung won mencium rara dengan sangat cepat
"apa kau lapar?" ucap jung won yang mengusap lembut pipi rara, sementara rara yang masih dengan posisinya terlihat bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan dalam keadaan seperti itu, rara kemudian mengangguk dan jung won mengusap kasar rambut rara kemudian dia tersenyum dan membawa makan malam yang di siapkan untuk rara
rara yang terlihat malu seketika suhu tubuhnya naik dan terasa panas, melihat ke arah jung won yang terlihat santai membawa makanan untuknya
"ini makanlah, buka mulutmu" ucap jung won yang memberi sesendok makanan untuk rara
"aaaaa cepat bukalah mulutmu"
rara membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari jung won
"anak manis, makan yang banyak supaya kau cepat pulih, aaaaa"
rara menerima satu demi satu suapan dari jung won
"apa kau tidak lapar? kau juga belum makan malam kan kenapa terus menyuapiku sementara kau tidak makan"
__ADS_1
"ini makanan untukmu bukan untukku, aku akan makan malam jika kau sudah menghabiskan ini semua"
"bagaimana kau makan malam nanti"
"aku akan menyuruh kwon membelikan makan malam untukku"
"berikan ponselmu padaku aku akan menghubungi tuan kwon agar dia membawakanmu makan malam"
rara kemudian membawa ponsel jung won dan menghubungi kwon
"selamat malam tuan kwon, apa aku bisa minta bantuan padamu?"
"presdir dia belum makan malam, apa kau bisa membawakan dia makan malam"
"Tok tok tok"
"masuklah"
rara menatap ke arah pintu ternyata kwon datang dengan membawa paperbag di tangannya. rara yang melihatnya kaget karena baru saja dia menyuruh kwon membelikan makan malam untuk jung won bahkan sambungan telpon belum di tutupnya. jung won yang melihat ekspresi rara dia tersenyum
"selamat malam presdir selamat malam nona kim, ini makan malam yang anda minta silahkan" kwon memberikan paperbag yang dia bawa. rara masih dengan posisi kaget mematungnya kemudian menutup telpon yang tersambung pada kwon
"simpan saja makanannya di meja aku akan memakannya nanti" ucap jung won
"baiklah presdir"
setelah kwon menyimpan paperbagnya di atas meja dia pamit meninggalkan ruangan
"bagaimana bisa tuan kwon membawakan makan malam untukmu dengan sangat cepat seperti itu, aku bahkan belum mengucapkan terimakasih padanya dan menutup telponnya dia sudah datang membawa makan malam itu"
melihat ekpresi rara yang seaakan tidak percaya membuat jung won tertawa kecil
"hey apa ada yang lucu, kenapa kau tertawa aku sedang bertanya padamu"
"kwon dia manusia tercepat di dunia, jika aku menginginkan sesuatu dia bisa mengerjakan dengan beberapa detik saja, dia tidak mau aku menunggunya lama"
"apa benar begitu"
"ya tentu saja dia bahkan pernah mendapatkan penghargaan atas kecepatannya itu" omong kosong won terhadap rara kemudian dia tertawa
"hey apa ada yang lucu, kenapa kau terus saja tertawa, hey kau" ucap rara kesal dan melihat jung won pergi menyimpan piring kotor bekas makan malamnya
__ADS_1
"kenapa dia tertawa seperti itu, aku bahkan tidak percaya dengan apa yang tuan kwon kerjakan tadi, pasti dia sudah memintanya sebelum aku memintanya, huh dasar menyebalkan"