
Dengan terus memaksa rara menyuruh jung won mengabiskan makanan itu sampai tersisa satu sosis lagi
"aku mohon sayang aku sudah merasa sangat kenyang, perutku rasanya sesak sekali" ucap jung won memohon pada rara
"baiklah kalau begitu" ucap rara sambil menatap jung won dan merasa puas telah menjahilinya
"baiklah sekarang kita pulang" ucap rara bangkit dari kursi dengan senyuman merekahnya
"hey apa kau tidak melihat aku kekenyangan saat ini" jung won menarik tangan rara dan rarapun terduduk kembali, jung won mendekatkan dirinya pada rara dan berkata
"kau harus mendapat hukuman dariku" ucap jung won dan mendekatkan wajahnya pada rara
"hey apa yang akan kau lakukan, sumua orang menatap kita" jung won tidak memperdulikan ucapan rara yang langsung mencium bibirnya, rara membulatkan matanya karena takut orang-orang melihat ke arah mereka. dengan lembut jung won mencium bibir rara dan tidak lama jung won melepaskan ciumannya dan dia pun tersenyum melihat ekspresi kaget rata
taaakkkk
rara memukul tangan jung won
"apa yang kau lakukan bagaimana jika mereka melihat ke arah kita"
"aku tidak peduli itu" ucap jung won yang bangkit dari duduknya dan menarik tangan rara kemudian berjalan keluar kopi shop itu
"apa tidak bisakah kita jalan-jalan sebentar" ucap rara
"ya tentu aku akan mengajakmu jalan-jalan tapi kita akan menbawa mobilnya dulu"
rara menarik tangan jung won dan berjalan meninggalkan mobil
"kita jalan kaki saja menyusuri kota tokyo ini, aku tidak mau menaiki mobil itu karena itu tidak asik" ucap rara
__ADS_1
jung won hanya tersenyum melihat tingkah gadis cantik itu, dan kemudian jung won berjalan mendahului rara dan memegang tangan rara
"baiklah kita kan berjalan kaki menikmati kota tokyo ini" ucap jung won bersemangat yang membuat rara tersenyum
kemudian mereka berjalan menyusuri jalanan kota tokyo yang di penuhi pernak pernik hiasan natal di sepanjang kota karena saat itu sudah memasuki hari ke 24 hari di bulan desember dengan cuaca dingin tapi masih terlihat cahaya matahari sesekali mereka masuk ke sejumlah pertokoan disana dan membeli camilan yang di jual sepanjang jalan mereka terlihat saling melempar senyum bahagia sambil sesekali tertawa lalu jung won melihat salah satu toko perhiasan, jung won menarik tangan rara untuk mengikutinya mamasuki toko perhiasan tersebut
"selamat siang tuan nona, silahkan" ucap pelayan di toko itu
"selamat siang" ucap jung won
rara dan jung won memasuki toko perhiasan tersebut
"wah kalung ini bagus sekali" ucap rara memandangi kalung yang terdapat paka kotak kaca.
jung won mencoba mengacuhkan suara rara dia pura-pura tidak mendengarkan apa yang rara katakan.
"untuk apa kita kesini?"
"oh baiklah" ucap rara
"tolong ambilkan saya kalung untuk ibu saya" ucap jung won
"baik tuan saya akan membawakannya untukmu" ucap pelayan toko dan membawa beberapa pasang kalung pada jung won
"silahkan tuan ini kalung keluaran terbaru menunjuk salah satu kalung yang ada, dan ini kalung yang mungkin menurut saya cocok untuk ibu anda kalung ini mempunyai arti "kasih sayang seorang ibu" perancang kalung ini membuatkan kalung khusus untuk seorang ibu dan sangat terbatas dia hanya membuat 3 kalung ini di seluruh dunia, dan yang ini kalung mungkin khusus untuk nona" ucap manager toko perhiasan itu menatap rara yang duduk di sebelah jung won
"ini adalah kalung keluaran terbaru dari perancang kalung terkenal dia memberi nama kalung ini "cinta abadi" kalung ini sama hanya di buat 3 di dunia dan sangat terbatas banyak orang yang ingin memilikinya tapi saya baru saja mengeluarkamnya hari ini pada anda" ucap manager toko perhiasan itu
jung won yang menatap manager toko itu kemudian berkata
__ADS_1
"aku akan ambil kalung yang kedua untuk ibuku"
"baik tuan saya akan menyiapkannya untukmu" baiklah
jung won bangkit dari duduknya dan kemudian menghampiri salah satu pelayan mereka terlihat membirakan sesuatu
rara hanya terdiam melihat jung won, jung won kembali menghampiri rara
"kau sudah membelikan ibumu kalung untuk hadiah natal? apa yang akan ku berikan pada ayahmu" ucap rara penasaran
"apa kau tau ayahku meminta apa dariku setiap natal tiba?" ucap jung won pada rara yang menatapnya dengan serius
"dia selalu meminta cucu dariku" ucap jung won berbisik pada rara
"apppaa? apa benar begitu?"
"ya tentu, dia selalu memintanya setiap tahunnya untuk hadiah natal tapi aku belum bisa memberikannya"
"kenapa kau tidak segera menikah saja dulu dan memberi ayahmu cucu" ucap rara polos
"apa kau sudah siap untuk menikah denganku" tanya jung won mendekatkan wajahnya pada rara
"aapp...aappa maksudmu?"
"apa kau sudah siap untuk memberikan ayahku cucu? jika kau sudah siap aku akan berbicara padanya" ucap jung won dengan serius
"sial kenapa aku malah terjebak di dalam pertanyaanku sendiri" batin rara
"apa kau merasa haus? rasanya aku ingin meminum minuman dingin saat ini" ucap rara mengalihkan pembericaraan
__ADS_1
"apa kau sedang mengalihkan pembicaraan kita?" ucap jung won yang kemudian melihat rara bangkit dari sofa
"apa dia tidak mau menikah denganku hingga dia mengalihkan pembicaraan seperti itu" kemudian jung won berjalan mengikuti rara