Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
umpan


__ADS_3

sesampainya mereka di dalam ruangan rahasia tersebut, tuan Andrian dan Bram dibuat menganga dengan apa yang mereka lihat di depan mereka,


mereka mengingat dari mana mereka masuk tadi dari sebuah pintu dari belakang mansion tersebut lorong yang lumayan panjang lalu kemudian masuk lagi ke sebuah pintu dan di sinilah mereka sekarang ruangan yang cukup luas hingga terlihat beberapa alat-alat canggih yang berada di dalamnya,


" tuan Aditama dan tuan Bram, silakan duduk," ucap Adrian, membuyarkan lamunan mereka,


mereka kemudian duduk di sofa yang berada di dalam ruangan tersebut dapat mereka lihat keberadaan saudara Adrian yang lainnya keempat bersaudara itu sepertinya telah membicarakan sesuatu yang penting ada beberapa orang lainnya juga di dalam ruangan tersebut,


" maaf sebelumnya kalau boleh kami tahu ada hal penting apa yang ingin kalian bicarakan," tanya bram



" tuan drum cukup peka dalam hal ini harus saya akui tebakan Anda benar ini memang penting bahkan mungkin akan sangat penting bagi anda dan juga Tuan Aditama," balas dion,seraya mengambil gelas yang berada di depan mereka,



" benarkah kalau boleh tahu apa itu," ucap Bram


" ini menyangkut tentang keselamatan Stella," ucap Michael


" apa maksud anda", jawab Bram, dengan menyerngitkan keningnya


" mereka kembali , orang yang menginginkan Stella kembali lagi , mereka akan beraksi dan membuat ulah," jawab Dion


Tuan Aditama yang mendengar hal itu langsung membelalakkan matanya,


"maksud Anda orang yang dulu pernah mengejarnya," ucap tuan Aditama

__ADS_1



" benar, namun mungkin sekarang akan sedikit berbeda," jawab Michael



"apa maksud Anda tuan Andrian," jawab tuan Aditama



" saya yakin saat ini mereka akan mengirimkan pasukan, jika dulu mereka menculik Stella dengan cara sembunyi-sembunyi maka kali ini akan ada sebuah penyerangan," ucap Adrian dengan kilatan marah terpancar dari matanya



" jadi apa yang akan kita lakukan sekarang," ucap Bram, setelah berhasil mencerna situasi sekarang




" lalu, apa yang anda inginkan," ucap Bram


jujur saja sampai sekarang dia cukup terkejut karena mereka mengetahui rahasianya bahkan sang ayah saat ini tengah menatapnya bingung,


" kamu tahu Anda begitu Stella seperti adik kandung sendiri, benar begitu tuan Bram", ucap Michael


__ADS_1


" saya menyayangi Siska, saya sudah menganggapnya seperti adik kandung saya sendiri, dan saya tidak akan membiarkan siapapun untuk melukai apalagi mencelakainya,"ucapkan tegas


sedangkan keempat saudara itu hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepala mereka lalu mereka memberikan dua buah earphone kepada Tuan Aditama dan juga Bram,


"apa ini," tanya tuan Aditama bingung



" ambil, dan coba dengarkan," ucap Adrian


mereka berdua mengambil benda tersebut dan memasangkannya di telinga mereka, setelah beberapa saat banyak sekali ekspresi yang mereka tunjukkan menurut mereka pun melepas earphone tersebut,


" b\*\*\*\*\*\*k, berani-beraninya dia ingin mengambil adikku, aku tidak akan biarkan hal itu terjadi," ucap Bram emosi,


dia lalu mengambil handphonenya dari saku celananya kalau menghubungi seseorang,


" kerahkan seluruh anak buahmu, datang ke lokasi yang akan aku kirimkan," ucap Bram, dengan seseorang yang dia telepon,


lalu dia pun memutuskan sambungan telepon, dan kembali duduk di tempatnya, sedangkan keempat saudara itu hanya saling pandang kemudian tersenyum kecil,


" Apakah sudah selesai," ucap Adrian dengan seringai terukir di wajah tampannya, Bram langsung melihat ke arahnya dan mengangguk



"kalau begitu kita tinggal menunggu umpan masuk ke dalam perangkap kita," lanjutnya


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2