
mereka masih melihat kearah orang yang baru saja sampai di bangunan di tengah hutan tersebut, Michael melihat kearah Johan lalu memberikan kode melalui gerakan matanya,
Johan yang melihat itu, langsung menganggukkan kepalanya, lalu pergi dari tempat itu,dan berjalan untuk mendekati anak buahnya yang berada di dekat bangunan tersebut,
" Sampai kapan kita akan terus berada di sini," Tanya Dion dengan tidak sabaran
" sampai kita mengetahui situasinya," ucap Michael
Rayhan, Bram,dan Adrian masih mengamati keadaan sekitar, saat mereka masih memperhatikan situasi, Johan datang dari arah belakang,
" Bagaimana," ucap Dion
" Menurut mereka, seluruh anggota yang berada di tempat ini, lebih dari seratus orang tuan," ucap Johan , mereka masih mendengarkan penjelasan dari Johan,
" lalu, apa mereka sudah tahu pasti, berapa jumlah orang yang berada di luar itu," ucap Adrian tenang
" sudah tuan, menurut mereka, total orang yang berada di luar bangunan itu, kira-kira ada dua puluh orang, yang dibagi dalam beberapa kelompok,yang dimana,di masing-masing kelompok, terdiri dari lima orang," jelas Johan
sedangkan mereka hanya menganggukkan kepala mereka, sedangkan Adrian masih terlihat mengamati keadaan,
" mereka lebih dari dua puluh orang, kalian semua perhatian, ada yang baru keluar dari bangunan tersebut," terang Adrian, mereka yang mendengar hal itu pun langsung melihat kearah bangunan tersebut,
__ADS_1
saat mereka tengah melihat kearah bangunan tersebut, tiba-tiba dering ponsel Johan bunyi, dengan cepat Johan mengangkat panggilan tersebut
" Ada apa," ucapnya
" ....... ,"
" emm, kami sudah tahu," ucapnya, lalu dia langsung mematikan panggilan tersebut
" mereka memberikan kabar," tanya Adrian,
." Benar tuan," jawab Johan
" Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang," tanya Bram,
saat akan menjelaskan tentang langkah apa yang akan mereka lakukan, tiba-tiba ponsel Adrian berdering, saat Adrian melihat kearah Ponselnya tertera nama yang tertera di layar ponselnya, yang menandakan bahwa saga yang menelpon, dengan cepat Adrian mengangkat panggilan tersebut
" Halo,
" Apa kalian sudah tau, siapa orang yang berada di belakang mereka,
" Sudah kak,kami sudah tahu, tapi kak,kau pasti akan terkejut, saat mengetahui siapa orang itu,
__ADS_1
" ohh, benarkah, siapa,"
kali ini, suara saga terdengar sangat dingin, bahkan terkesan ditekan diakhir kalimatnya
" Tuan Gerald Montano, dari GM group, bahkan Bram langsung meminta asistennya untuk membatalkan rencana kerja sama perusahaan mereka dengan perusahaan tersebut," terang Adrian
" mm, itu bagus sangat bagus, bagaimana kalau kalian bermain dulu,tapi ingat, jangan langsung kalian,h***** , apa kalian mengerti
" iya kak," setelah itu panggilan telepon tersebut langsung dimatikan oleh saga, Adrian langsung mengatakan apa yang dikatakan oleh saga padanya tadi,
sementara itu, di dalam sebuah kamar yang sangat mewah, terlihat dua orang berada di atas ranjang, mereka tidak lain adalah Saga dan Stella,
Saga terlihat baru melakukan panggilan telepon, karena terlihat dirinya baru saja meletakkan ponselnya diatas nakas , lalu melihat kearah samping dimana Stella berada,
dia kembali membaringkan tubuhnya di samping sang istri, dia melihat kearah sang istri yang tengah tertidur pulas karena kelelahan karena baru selesai melakukan aktivitas yang sangat menyenangkan,
tangannya terulur,mengelus pipi Stella dengan lembut, saga kemudian membawa tubuh sang istri kedalam pelukannya, malam ini, saga ingin tidur dengan memeluk sang istri, seperti malam-malam sebelumnya,
Bersambung.....
__ADS_1
halo kak reader, ada yang mau tahu gx , gimana visualnya babang Bram,😁
kalo ada yang mau tahu, jangan lupa komen ya kak 😊, jangan lupa juga like,