Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 12


__ADS_3

kriiiinngg


suara telpon berbunyi


"iya hallo apa ada yang bisa saya bantu pak"


"keruangan saya sekarang"


"baik pak"


"kenapa lagi dia memanggilmu?" tanya min ha


"tidak tahu pasti dia akan memarahiku lagi masalah laporan yang menurut dia itu selalu salah" rara memasang muka cemberut sambil berjalan menuju pintu ruangan presdirnya


Tok Tok Tok


"maaf pak bapak memanggil saya?"


"masuklah"


"apa bapak memanggil saya karena laporan yang saya kerjakan salah lagi? kalo begitu saya akan memperbaikinya" ucap rara sambil membawa laporam yang ada di hadapan jung won


"tidak bukan masalah itu yang ingin saya bicarakan"


"kalau bukan itu kenapa bapa memanggil saya?"


"temani saya sarapan" ucap jung won menarik tangan rara


"tapi pak saya sudah sarapan"


"jangan bohong kamu pasti belum sarapan karena saya lihat kamu tadi datang terlambat"


"saya membawa bekal sarapan saya pa"


"tapi itu tidak cukup untuk makan di musim dingin ini"


"tapi pak"


dengan tatapan tajamnya jung won membidik lawannya ajar mau menyerah dan mengatakan ya


"baiklah kalau begitu"


di meja sudah ada makanan yang cukup untuk sarapan dua orang


"makanlah" ucap jung won pada rara


"baik pa"


"ada apa dengan dia baru pertama kali dia mengajakku untuk sarapan dan bersikap ramah padaku? apa dia belum meminum obatnya?" batin rara sambil memakan makanan yang ada di hadapannya.


selsai makan rara membereskan meja dan akan beranjak pergi namun jung won menahannya


"duduklah dulu ada yang harus saya bicarakan lagi"


kemudian rara kembali duduk menghadap pada jung won


"minggu ini jadwal saya apa?"


"minggu ini bapa ada meeting bersama rekan kerja di jepang dan menghadiri makan malam di malam natal dan pesta tahun baru" ucap rara


"baiklah, ikutlah bersamaku" ucap jung won santai

__ADS_1


rara yang mendengarnya kaget


"kenapa dia mengajakku biasanya juga dia di temani min ha sekertaris yang sudah bekerja lama disini dan mengenal permasalahan perusahaan ini ketika meeting bersama klien tapi kenapa dia malah mengajakku?"


"maaf pak bukannya seharusnya bapa pergi bersama sekertaris min ha?"


"saya sudah membuat keputusan, mulai sekarang yang akan menemani saya meeting bersama klien itu anda, min ha saya tugaskan untuk bekerja dan mengawasi di kantor selama saya tidak ada"


"tapikan pak saya"


"saya tidak menerima alasan apapun mulai saat ini anda jadi asisten pribadi saya bukan sekertaris lagi dan bersiap-siaplah untuk pergi dengan saya ke jepang" ucap jung won yang bangkit dari duduknya menuju meja kerjanya


rara yang masih bingung dengan perkataan jung won masih terduduk diam di atas kursi dia mencoba mencerna perkataan jung won


"apa yang sedang anda pikirkan, kembalilah bekerja"


"hmm baik"


rara meninggalkan ruangan jung won dan kembali ke meja kemudian dia duduk di meja kerjanya denfan muka lesu


"ada apa? apa yang dia katakan?"


"dia mengatakan aku yang akan menjadi asisten pribadinya mulai sekarang dan menggantikanmu untuk ikut bersama dia ketika meeting dan kau akan diam disini mengawasi perusahaan ketika dia tidak ada"


"ohh aku sudah tau itu"


"apa kau bilang apa? apa kau sudah tau kenapa tidak bilang padaku?"


"aku pikir nanti kau akan tau sendiri dan sekarang kau taukan" ucap minha tersenyum dan menjauhi rara


"oh tuhan bantulah aku melewati ini, sekarang aku harus terus mengikutinya kemanapun dia pergi" ucap rara sambil membenamkan mukanya dalam tumpukan tangannya


paginya rutinitas rara sedikit berbeda dia selalu mengikuti kemanapun presdirnya pergi


"baik pak saya akan mengantarkannya"


rarapun bersiap untuk mengantarkan berkas yang jung won minta di antar oleh kwon.


Kriiinggg


Suara telpon rara berbunyi


"ya hallo pak, saya sedang dalam perjalanan kesana"


"apa kamu bisa mampir ke supermarket belikan saya bahan makanan yang bisa saya makan?"


"apa bapak belum makan? apa perlu saya belikan makanan di restoran?"


"tidak tidak belikan saya bahan makanan saja nanti saya akan memasaknya sendiri"


"baiklah saya akan mebelikannya"


setibanya rara di supermarket dia membeli beberapa bahan makanan yang jung won minta.


dan sampailah rara di rumah jung won yang dulu pernah dia lihat ketika mengikuti kwon


TingTong


suara bel


kemudian seseorang terlihat membukanya

__ADS_1


"selamat malam pa"


"selamat malam, masuklah"


rarapun masuk di dalam rumah mewah dengan interior yang sangat mewah dia kaget


"uhuk uhuk" suara batuk mengalihkan pandangan rara melihat jung won yang begitu pucat


"apa anda sakit pak? muka anda terlihat pucat sekali"


"tidak saya tidak apa-apa saya hanya kecapean saja, duduklah"


rara duduk dan memberikan kantong bahan makanan yang jung won pesan dan juga laporan yang dia minta


"ini bahan makanan yang bapa pesan dan ini laporan yang bapa minta"


"baiklah" jung won membawa kantong plastik yang rara bawa tanpa sadar tangannya bersentuhan dengan tangan rara dan rara merasakan panas pada tubuh jung won


"apa bapak sakit suhu badan bapak panas sekali, apa anda sudah makan?"


"tidak saya tidak sakit, belum saya akan memasak setelah beres memeriksa laporan ini"


"apa disini tidak ada asisten rumah tangga yang bisa membantu bapak?"


"tidak, jika saya sudah pulang mereka akan pulang ke rumah masing-masing karena saya tidak suka banyak orang saya hanya suka sendiri"


"berikan pada saya biar saya memasakan bubur untuk bapak, bapak tunggu dulu disana"


"hey nanti saya akan memasaknya kamu diamlah" rara tidak memperdulikan jung won dia berjalan menuju dapur dan mulai memasak bubur


"kenapa dia keras kepala sekali" ucap jung won


"kenapa dia itu aneh sekali disini dia kelaparan dan sakit tapi dia malah menyuruh pulang asisten rumah tangganya sendiri" batin rara


sesudah rara beres memasak bubur untuk jung won dengan aroma bubur yang enak rara kembali ke tempat jung won tadi.


terlihat jung won tidur di sofa


"pak bapak bangunlah saya sudah menyiapkan bubur ini" ucap rara membangunkan jung won dan menyentuh tangannya yang panas kemudian rara menyentuh dahi jung won dan benar suhu badannya panas.


jung won pun bangun dari tidurnya melihat rara di sampingnya


"bapak makan dulu buburnya dan sesudah itu bapak harus minum obat suhu badan bapa panas" ucap rara khawatir


kemudian rara mengambil buburnya yang ada di meja dan menyuapi jung won, jung won hanya bisa menerima perlakuan rara padanya dengan terus menatap rara


"apa yang sedang dia lihat apa ada sesuatu di wajah ku sampai-sampai dia melihatnya terus"


jung wonpun menghabiskan bubur itu


"ini minumlah obatnya" ucap rara mengulurkan obat dan air minum


"terimakasih"


"sama-sama pak bapa sekarang istirahat saja dulu apa kamar bapa di atas? mari saya antarkan"


rarapun mengantarkan jung won ke kamarnya dan menuntun jung won hingga sampai di tempat tidur king size dan dekorasi kamar yang mewah


"bapak beristirahatlah, saya mau permisi pulang karena hari sudah larut"


rara membalikan badan dan berjalan menuju pintu

__ADS_1


"tunggu" tahan jung won menahan rara


mereka beradu pandang yang membuat jantung rara berdetak kencang


__ADS_2