
jung won hanya tersenyum melihat tingkah laku rara dia dengan santai memakan sarapan tanpa memperdulikan rara yang terlihat bingung dan kaget
"kenapa kau begitu santai dan menghabiskan sarapanmu, apa kau tidak merasa bersalah padaku?" ucap rara kesal
"kenapa aku harus merasa bersalah padamu" jung won dengan santainya menjawab yang membuat rara kesal
"heyy kau ini apa kau tidak merasa bersalah padaku setelah kau tidur denganku tadi malam tanpa seizinku, apa kau tidak merasa harus minta maaf padaku"
"nona kim sayang bukankah kita ini sepasang suami istri, apa suami harus minta maaf pada istrinya jika mereka tidur bersama semalam" ucap jung won mendekatkan wajahnya pada wajah rara
"aapp aapppa kau bilang?" ucap rara menjauhkan wajahnya dari wajah jung won
bibi nam yang sejak tadi berada di dapur tidak jauh dari tempat jung won dan rara mendengar semua pembicaraan mereka hanya tersenyum
jung won yang sadar akan keberadaan bibi nam kemudian memanggil dia
"bibi nam apa kau disana? coba kemari sebentar"
"iya tuan" bibi nam kemudian berjalan mendekati rara dan jung won
"ada yang bisa saya bantu tuan won?" ucap bibi nam tersenyum
"bibi tolong jawab aku, apa jika sepasang suami istri tidur bersama semalam apa itu salah? dan si suami harus minta maaf pada istrinya dan merasa bersalah pada istrinya karena sudah tidur bersamanya tadi malam? apa begitu bibi?" ucap jung won menatap bibi nam
"apa yang sedang tuan bicarakan, mana mungkin sepasang suami istri tidur bersama dan si suami harus meminta maaf pada istrinya, aku rasa tuan salah"
"apa kau dengar perkataan bibi sayang? apa sudah jelas semuanya jadi aku tidak perlu minta maaf padamu kan" ucap jung won tersenyum bangga
"heeeyyy sejak kapan aku menjadi istrimu, kita belum meniiiikkkkaaahhhh apa kau sudah gila" ucap rara dengan nada suara tinggi dan kesal yang membuat bibi nam kaget kemudian tersenyum melihat ekpresi wajah rara yang terlihat kesal dan frustasi
rara kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan jung won dan bibi nam
jung won melipat kedua tangannya di dada dan tertawa puas melihat rara pergi dengan kesal
bibi nam yang melihat jung won tertawa bahagia merasa senang
"tuan apa tuan sangat mencintai nona kim? saya melihat tuan sekarang berubah semenjak nona kim disini" jung won yang mendengar perkataan bibi nam menghentikan tawanya dan melirik ke arah bibi nam
"bibi apa bibi melihatku berubah? apa aku terlihat bahagia sekarang? bibi sudah menemaniku sejak aku kecil, bibi pasti tau apa yang sedang aku rasakan, apa bibi melihatnya jika aku sangat menyukai wanita itu, aku bahkan tidak ingin kehilangan dia" ucap jung won tersenyum
"tuan saya selalu ingin melihat tuan kembali ceria seperti dulu dan sekarang saya sudah melihatnya, nona kim gadis yang sangat baik dan sopan aku harap tuan dan dia bisa segera menikah, dan berharap bisa mendengar tangisan bayi di rumah ini" ucap bibi nam tertawa kecil
__ADS_1
"tentu saja bi itu yang aku inginkan, mendengar tangisan bayi dan membuat rumah ini menjadi sangat ramai" ucap jung won bangkit dari duduknya dan memegang bahu bibi nam
"terimakasih bibi nam sudah menemaniku selama ini"
"iya tuan" ucap bibi nam tersenyum
jung won kemudian berjalan menuju kamarnya mengikuti rara
rara yang duduk di pinggir tempat tidur dan membereskan baju dan tasnya dengan terlihat kesal
"apa dia bilang tadi kita suami istri dan boleh tidur bersama, apa dia sudah gila aku bahkan belum mengucap janji dengannya bagaimana bisa kita ini sepasang suami istri, dia itu benar benar sudah gila, aku harus segera pergi dari sini" ucap rara yang tanpa sadar jung won sedang memperhatikannya di depan pintu
"apa istriku masih kesal padaku?"
"heeeyy berhentilah memanggilku ini istrimu, aku bukan istrimu apa kau mengerti"
"apa benar begitu" ucap jung won berjalan menuju rara
"hey berhenti jangan mendekat padaku" ucap rara kemudian bangkit dari duduknya
dengan sigap jung won menarik tangan rara yang kemudian rara terjatuh di pelukannya
"kau.. apa yang kau lakukan"
"kau lepaskan aku, aku akan pulang dan pergi ke kantor"
"kita pergi ke kantor bersama"
"appp.. aapppa kau bilang pergi ke kantor bersama? aku tidak mau tidak"
"jika kau menolak aku akan memberitahu semua orang yang ada di kantor jika kita sudah bermalam bersama" ucap jung won berjalan menuju kamar mandi meninggalkan rara
"heeyyy apa kau bilang? bagaimana mungkin, baiklah kita pergi bersama tapi jangan beritahu siapapun juga" ucap rara dengan nada bicara cukup keras berharap jung won mendengarkannya
"kenapa dia menyebalkan sekali, bagaimana jika dia memberitahu semua orang bisa bisa aku jadi bahan gosip di kantor, oh tidak tuhan jangan sampai terjadi" ucap rara menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
setelah 30 menit berlalu jung won keluar dari kamar mandi dan berjalan melihat sekeliling kamarnya mencari rara
"kemana dia kenapa tidak ada? apa dia pulang?" jung won terus mencari sekeliling kamar tapi rara tidak ada lalu tanpa sengaja jung won melihat ruang ganti pakaiannya terbuka dan melihat rara berjalan kesana kemari melihat semua pakaiannya, jung won yang melihatnya hanya tersenyum
"apa yang harus aku pakai, aku tidak mungkin memakai baju ini ke kantor" ucap rara kemudian duduk bersandar pada lemari dengan menekukan kedua kakinya dan membenamkan wajahnya, tiba tiba dia merasa kepalanya di usap dengan lembut kemudian rara mengangkat wajahnya melihat jung won berada di depannya
__ADS_1
"ada apa? kenapa kau terlihat murung?"
"aku sedang mencari pakaianmu yang bisa aku pakai untuk pergi ke kantor tapi aku tidak menemukan pakaian yang cocok untukku, aku tidak mungkin memakai stelan jas seperti yang kau pakai" jung won tersenyum mendengar perkataan rara dan mengusap kepalanya kemudian mencium pucuk kepala rara
"tidak usah seperti itu aku sudah menyiapkannya untukmu" jung won kemudian memegang tangan rara dan bangkit berjalan menuju telpon
"bibi mam tolong antarkan ke kamarku" ucap jung won di telpon kemudian menutupnya
"tenang saja jangan menekuk wajahmu seperti itu"
"bagaimana aku bisa tenang jika aku sudah tidur denganmu tadi malam dan sekarang aku memakai pakaian seperti ini"
"aku tidak tidur denganmu aku tidur di meja kerjaku aku tidak berani menyentuhmu tanpa seijinmu" ucap jung won mengusap lembut pipi rara
"apa benar begitu?" ucap rara bahagia
"ya itu benar aku berkata jujur" ucap jung won tersenyum dan berjalan menuju pintu karena bibi nam mengetuk pintu kamarnya
"apa benar begitu? apa dia tidak menyentuhku sama sekali? ternyata dia tidak tidur denganku semalam" ucap rara tersenyum
jung won berjalan menuju rara dengan paper bag di tangannya
"pakailah ini, dan kita pergi ke kantor bersama" ucap jung won
"apa ini? apa ini baju ganti untukku?"
"ya pakailah cepat kita sudah terlambat"
"baiklah aku akan mengganti bajuku"
"taappppiii"
"tapi apa? ada apa?" ucap jung won
"apa disini adaaaa"
"ada apa?"
"emmm itu emmm" rara bingung dengan perkataannya sendiri
"oh itu, aku sudah menyiapkannya juga" ucap jung won mencoba mengerti maksud rara
__ADS_1
"emmm baiklah aku akan menganti bajuku sekarang" ucap rara meninggalkan jung won yang terlihat tersenyum dengan tingkahnya