Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 52


__ADS_3

Setibanya jung won di apartemen luna terlihat luna duduk di sofa dan melihat ke arah tv yang ada di ruang tengah


"ada apa kenapa tiba-tiba ingin bertemu denganku? apa kau merindukanku?" ucap luna tersenyum


jung won kemudian duduk dia tidak meghiraukan perkataan luna


"kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" luna kemudian mencoba memegang tangan jung won namun jung won menarik tangannya


"tidak bisakah kau tidak bersikap seperti ini padaku?"


"ada apa? apa kau tidak suka aku bersikap seperti ini?"


"ya aku tidak suka itu, hubungan kita tidak lebih dari teman dan kau sudah ku anggap adikku sendiri jadi tolong jagalah sikapmu" ucap jung won serius


"apa maksudmu? apa kau tidak pernah mengerti akan perasaanku? kau selalu saja begini menyuruhku menjauhimu"


"aku mengerti perasaanmu tapi apa kau juga mengerti perasaanku? aku tidak bisa luna aku tidak menyukaimu kau ku anggap adikku sendiri mana bisa aku menyukai adikku sendiri"


"kau.. apa tidak bisa kau memberiku hatimu walau sedikit?"


"tidak bisa luna aku tidak bisa, aku sudah mempunyai kekasih dan aku sangat menyayanginya dia wanita yang membuatku kembali bersikap hangat dan kembali membuka hatiku, ku harap kau mengerti"


luna menangis setelah jung won berkata seperti itu


"kau.. tega sekali padaku selama ini aku berada di sampingmu aku berusaha membuatmu nyaman bersamaku aku berusaha membuatmu memberikan hatimu untuk ku tapi apa yang aku dapat sekarang, apa yang harus aku berikan padamu agar kau bisa mencintaiku?"


kamudian luna bangkit dari duduknya dan berdiri menghadap pada jung won, dan dia mulai membuka kancing baju yang dia kenakan satu persatu

__ADS_1


"apa yang akan kau lakukan?" ucap jung won kaget setelah melihat perlakuan luna


"apa ini bisa membuatmu memberikan hatimu untukku?" ucap luna yang terus membuka kancing bajunya dan mulai terlihat bagian atas tubuh luna


"apa yang kau lakukan? berhenti kau jangan lakukan ini" ucap jung won yang langsung bangkit dan memegang tangan luna agar dia berhenti membuka kancing bajunya


"apa kau sudah gila apa kau sadar apa yang kau lakukan?" ucap jung won membentak luna


"aku sadar akan apa yang aku lakukan, aku berbuat seperti ini karena aku ingin memberikannya padamu dan berharap kau akan mencintaiku" ucap luna dengan air mata yang menetes


"kau.. kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?"


"karena aku pikir semua laki-laki sama menginginkan wanita hanya untuk ini saja, jadi akan ku berikan padamu" ucap luna melepaskan tangannya dari tangan jung won dan kembali berusaha membuka bajunya


"cukup luna apa kau sudah gila? aku tidak menginginkan apapun darimu aku hanya ingin kau mengerti perasaanku aku tidak mencintaimu, tolong mengertilah" ucap jung won menaikan suaranya yang menbuat luna menghentikan aksinya dan menatap tajam jung won


"aku sudah menjelaskannya padamu aku hanya menganggapmu adik ku sendiri, ku harap kau mengerti hal itu"


"apa yang wanita itu berikan hingga kau bersikap seperti ini padaku? siapa dia apa dia begitu istimewa hingga kau menolakku seperti ini?" bentak luna


"ya dia begitu istimewa bagiku dan wanita yang paling aku cintai sekarang dan sampai matipun aku akan terus mencintainya" ucap jung won yang langsung berjalan meninggalkan luna


"baiklah jika begitu aku akan mencari tau siapa wanita itu dan apa baiknya dia hingga kau memperlakukanku seperti ini" ucap luna yang langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah luna


"ku harap kau tidak melakukan hal bodoh yang bisa membuat hubungan kita hancur" ucap jung won dan langsung melangkah keluar


luna langsung menangis setelah kepergian jung won

__ADS_1


"apa kurangnya aku hingga dia bersikap seperti ini padaku"


"dulu aku mengalah pada yoona sekarang aku harus mengalah lagi pada wanita itu, apa aku di takdirkan hanya untuk mencintai jung won tanpa bisa memilikinya" ucap luna tanpa berhenti menangis


jung won berjalan menuju mobil dan mobilpun melaju meninggalkan apartemen luna


"kenapa dia bersikap seperti itu, apa dia pikir aku akan mencintainya jika aku melakukan itu dengannya, kenapa dia bodoh sekali"


"aku harap dia tidak melakukan hal bodoh pada kim, jika itu terjadi aku tidak tau akan sikapku padanya" ucap jung won dalam mobil yang melaju menuju rumahnya


setibanya jung won di rumah dia kemudian membersihkan badannya dan setelah selesai dia menuju ruang kerjanya dan mengamati laptopnya tapi pikirannya tidak sedang pada isi laporan yang ada di laptopnya dia melamun memikirkan rara


"apa dia akan memaafkanku? apa dia akan kembali percaya padaku? aku takut dia tidak memaafkanku dan mulai menjauhiku kita bahkan baru sebentar sekali menjalin hubungan aku takut perasaannya hilang padaku karena hal ini, aku harus berusaha lebih keras lagi agar dia yakin padaku" ucap jung won yang langsung menyandarkan kepalanya pada kursi kerjanya


pagipun tiba rara masih terjaga dalam tidurnya kemudian terbangun karena alarm di kamarnya


"oh tuhan badanku rasanya sakit sekali" ucap rara yang merentangkan badannya dan bangkit dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi dan setelah selsai mandi rara langsung bersiap untuk menuju kantor dan saat dia akan merias diri dia mendekati cermin dan melihat kedua matanya bengkak akibat tadi malam dia menangis


"astaga mataku.. mataku bengkak seperti ini bagaimana aku bisa pergi ke kantor dengan mata seperti ini apa yang akan di katakan min ha nanti dan perhatian orang-orang padaku? aaaaaahhh kau bodoh sekali apa yang harus aku lakukan" ucap rara yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"sepertinya aku harus memakai make up tebal hari ini untuk menutupi mataku" ucap rara kemudian memakai make up cukup tebal, setelah selesai dia memandang ke arah kaca


"oh tuhan aku mamakai make up setebal ini ke kantor, apa yang akan orang-orang katakan padaku sekarang aku bahkan terlihat seperti orang bodoh memakai make up tebal saat bekerja" rara kemudian menghapus kembali make upnya


"aku rasa aku harus menyiapkan jawaban untuk mataku ini" ucap rara kemudian bangkit setelah menggunakan kembali make up tipisnya dan berjalan keluar dari kamarnya, setelah keluar dari kamar rara mencium bau makanan dari arah dapur


"bau apa ini? apa ada seseorang yang sedang memasak di dapur? tapi siapa aku bahkan baru saja selsai bersiap" rara kemudain berjalan menuju dapur dan melihat seseorang sedang memasak dan menyiapkan sarapan untuknya

__ADS_1


"apa yang sedang kau lakukan sepagi ini di apartemenku?"


__ADS_2