
"sudah jangan dipikirkan lagi, sekarang yang harus kita pikirkan adalah, tentang bagaimana caranya mengatakan pada si kembar, apakah mereka menginginkan adik atau tidak,"ucap Saga menggoda sang istri
sontak saja perkataan sehingga sukses membuat kedua bola mata Stella melebar, lalu satu cubitan sukses mendarat di perut Saga,
" awwwh, sakit sayang," ucap Saga dengan mengusap perutnya yang terkena cubitan sang istri, walaupun sebenarnya, tidak sakit sama sekali
" rasakan, makanya kalau bicara itu dipikirkan terlebih dahulu," ucap Stella kesal
" memangnya apa yang salah," tanya Saga heran
" apakah kakak tidak melihat, bahwa mereka masih kecil," ucap Stella
" Tidak masalah sayang," ucap Saga
Tidak," ucap Stella cepat
" ayolah sayang," bujuk saga
" tidak," balas Stella, lalu Stella beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kearah anak anaknya, sedangkan saga yang melihat sang istri yang menjauh, langsung merubah ekspresi wajahnya,
wajah yang memancarkan kehangatan saat bersama dengan isteri dan anak-anaknya, kini telah berubah menjadi dingin dan datar saat ponselnya berdering dan dia melihat siapa yang menelponnya, lalu ditekannya tombol hijau pada layar ponselnya
" katakan," ucap Saga saat panggilan telepon tersambung
"*Maaf tuan, ada sedikit masalah,dan anda diminta Tommy untuk datang ke markas, karena ini berkaitan dengan rencana kita saat itu*," ucap Jimmy dari sebrang telpon
__ADS_1
" Baiklah, aku akan datang bersama dengan yang lain,oh apakah Bram juga datang," ucap Saga
" *Tentu tuan, tuan Bram langsung menuju ke markas setelah diberi kabar oleh anak buah kita*," ucap Jimmy kembali
" baiklah,kau langsung menuju ke markas saja, jangan lupa untuk memberikan kabar kepada Rio dan lainnya," ucap Saga
" *Baik tuan*," balas Jimmy,
."sayang, aku dan yang lainnya harus pergi dulu," ucap Saga pada Stella
" Ada apa, apa ada masalah," tanya Stella
" Tidak ada, hanya saja, tadi Jimmy memberikan kabar, bahwa ada sedikit masalah di perusahaan," ucap Saga mencoba untuk memberikan alasan kepada sang istri
__ADS_1
" baiklah, kalian semua harus hati-hati, dan jangan pulang terlambat," ucap Stella
" baiklah jika urusannya sudah selesai kami akan langsung kembali,"ucap Saga, kalau dia mencium kening sama istri dan juga pipi kedua anaknya,
" baiklah, aku pergi," ucap Saga lalu dia melihat kearah mereka dan menganggukkan kepala, mereka pun langsung masuk ke rumah dan pergi ke kamar mereka untuk berganti pakaian,
kamu tuh waktu lama mereka telah selesai berganti pakaian, kemudian mereka langsung menuju ke markas,
empat puluh lima menit kemudian, mereka telah sampai di markas dan mereka langsung disambut oleh anak buah mereka yang telah berdiri dengan rapi untuk menunggu kedatangan mereka,
saat mereka keluar mencekam melihat sudah ada mobil berhenti dan tak lama ada sebuah mobil yang datang dan keluarlah di sini dan beberapa orang di dalam mobil tersebut,
kemudian mereka semua berjalan masuk beriringan masuk ke dalam markas, pintu ruangan tersebut terbuka dan terlihat Bram dan asistennya telah berada di dalam sana,
" langsung pada intinya Tommy," ucap Saga
" baiklah," setelah itu, ia langsung meminta anak buahnya yang berada di dalam ruangan tersebut untuk mematikan lampu didalam ruangan tersebut,
setelah lampu ruangan tersebut dimatikan kemudian Tommy, langsung menghidupkan sesuatu di meja lalu muncullah sebuah layar proyeksi yang berada di dinding ruangan tersebut, muncul ada beberapa gambar orang beserta data diri,
" ini adalah orang-orang yang telah berhasil saya dapatkan beberapa minggu ini setelah pertemuan kita saat itu," ucap Tommy
__ADS_1