
Di dalam pesawat rara yang duduk di samping jung won mulai mengeluarkan dokumen yang akan menjadi bahan meeting dengan klien
"ini dokumen yang akan anda bahas di meeting nanti presdir" rara menyerahkan laporannya kepada jung won
"simpanlah dulu aku masih ingin bersamamu aku sedang tidak ingin bekerja sekarang" ucap jung won menarik rara dalam pelukannya.
rara kaget dengan perlakuan jung won itu karena dia melakukannya di dalam pesawat yang mana bisa siapa saja yang melihat mereka dalam keadaan seperti itu ntah itu pramugari atau tuan kwon dan asisten yang lainnya karena mereka ikut bersama tapi mereka duduk di tempat terpisah dengan rara dan jung won
"presdir tolong jangan seperti ini bagaimana jika orang-orang melihat kita"
"siapa yang akan melihat kita? kwon? atau asisten yang lainnya, aku tidak perduli karena aku sedang ingin memeluk kekasihku" ucap kwon mendekatkan wajahnya pada rara
"hey siapa yang kekasihmu aku bahkan belum manerima perasaanmu"
"aku tidak peduli itu" ucap jung won yang akan mencium bibir rara seketika di hentikan karena suara pramugari
"selamat siang presdir park jung won dan nona kimberly aurora, kita akan melakukan perjalanan menuju jepang dengan waktu satu jam pengerbangan, apa anda memerlukan sesuatu?" ucap pramugari cantik itu dengan sopan
rara dan jung won masih dalam keadaan yang sama jung won yang terduduk dengan rara di pangkuannya. rara mencoba melepaskan diri dari jung won tapi upaya dia sia-sia tangan jung won sangat kuat menahannya
"apa anda bisa membantu saya?"
"ya tentu" ucap pramugari itu
"apa anda bisa membantu saya melepaskan diri?" ucap rara dengan sangat polosnya maminta bantuan pramugari untuk melepaskan diri dari pelukan jung won
"appaa? maaf nona saya tidak bisa" ucap pramugari tersebut. jung won yang berada di bawah rara dengan rara di pangkuannya dan melingkarkan tangannya di pinggang rara hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku gadis itu
"apa kau ini bodoh kenapa meminta bantuan pada dia untuk lepas dariku"
"aku meminta bantuannya karena aku tidak bisa melepaskan diri sendiri dari pangkuanmu ini karena tanganmu kuat sekali" ucap rara sambil mengerutkan dahinya
jung won tertawa mendengar ucapan rara
"aku minta bantuanmu nona" ucap rara
__ADS_1
"maaf nona kim saya tidak bisa membantumu saat ini" ucap pramugari itu bingung
"sudahlah kau kembali saja kita tidak mambutuhkan apapun" ucap jung won sambil tersenyum
"baiklah saya permisi" pramugari itu pun berlalu dari mereka
"apa kau sudah gila, kenapa perbuat seperti ini di depan dia aku jadi terlihat bodoh seperti ini" ucap rara memukul dada jung won
jung won hanya tersenyum
"kau cantik kau tidak bodoh" ucap jung won dan mencium pucuk kepala rara
dari semenjak itu perlahan rara mulai membuka hatinya untuk jung won
tidak terasa mereka sudah sampai di jepang jung won berjalan keluar dari pesawat dan di ikuti oleh rara dan kwon dengan beberapa asisten lainnya. mereka berjalan keluar bandara menuju mobil yang sudah menunggu mereka
"mari tuan silahkan" ucap salah seorang supir yang menunggunya dan membukakan pintu mobil untuk rara dan jung won
"terimakasih" ucap rara ramah
"apa kita akan menginap di hotel" tanya rara
"tidak kita akan tinggal di apartemenku"
"appa? apa kau punya apartemen disini?"
"ya aku punya apartemen disini untuk beristirahat ketika aku ada perjalanan bisnis kesini"
"apa apartemennya jauh?"
"tidak ada di pusat kota tokyo" ucap jung won dengan santainya sambil menciumi tangan rara yang sedari tadi di pegangnya
Di lain tempat di dalam mobil yang di tumpangi kwon dan asisten lainnya
"tuan kwon apa nona kim adalah kekasih presdir? kurasa mereka sangat dekat sekali" ucap salah satu asisten yang bertanya pada kwon
__ADS_1
"sepertinya begitu" ucapn kwon santai
"aku rasa mereka sangat cocok, presdir terlihat berbeda sekarang, dia lebih terlihat bahagia dia bahkan lebih banyak tersenyum sikap dinginnya mulai menghilang"
"ya kurasa presdir berubah saat ini" ucap kwon
mobil mereka melaju berlainan arah karena presdir meminta mereka menginap di hotel miliknya yang berada tidak jauh dari apartemennya.
sampailah mobil yang membawa rara dan jung won di depan apartemen megah. kemudian supir turun dan membukakan pintu untuk jung won dan rara
"apa ini apartemennya?" tanya rara kaget
"ya ayo masuklah" kemudian jung won memegang tangan rara dan berjalan masuk ke dalam gedung apartemen megah itu.
mereka menaiki lift dan sampai di depan pintu apartemen jung won
"kenapa kita hanya berdua? yang lain kemana?" tanya rara sambil menatap ke belakang karena tidak ada yang mengikuti mereka
"aku menyuruh mereka tinggal di hotel karena aku tidak mau terganggu"
"aapppaaa? jadi kita hanya berdua di ruangan besar ini?" ucap rara kaget
"ya hanya ada kita berdua disini dan tidak ada yang mengganggu" jung won kemudian mendekatkan diri pada rara
"hey berhenti di situ atau aku akan memukulmu" jung won tidak mendengar perkataan rara terus berjalan menyudutkan rara yang berjalan mundur sampai rara membentur sebuah pintu dan hap jung won berada tepat di depan rara dan mendekatkan wajahnya pada rara yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
"ini kamarmu kau akan tidur disana" ucap jung won tersenyum puas karena sudah berhasil menakuti rara.
rarapun membuka kedua tangannya seketika melihat jung won sedang melihatnya
"appppaa?"
"masuklah dan bersihkan dirimu, bersiap untuk makan malam" ucap jung won tersenyum dan mencium pucuk kepala rara
rara hanya diam karena malu, yang ada di pikirannya jung won akan menerkamnya saat itu juga tapi rara tertipu dan wajahnya mulai memerah seketika
__ADS_1