Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 64


__ADS_3

jung won kemudian membelai lembut pipi rara dan tidak hentinya menciumi tangan rara


"maafkan aku, aku mohon sadarlah" ucap jung won yang kemudian menundukan kepalanya


"Tok tok tok"


"masuklah" ucap jung won, tidak lama kwon membuka pintu ruangan rara dan berjalan menghampiri jung won


"presdir saya sudah mengurus semuanya, dong joon sempat kritis di rumah sakit tapi dia sudah siuman dia bahkan membuat laporan jika anda menganiayanya secara membabi buta"


"******** itu benar-benar, apa aku kurang memberinya pelajaran kenapa aku tidak membunuhnya saja tadi"


"tenang saja presdir saya sudah membereskan semuanya dan membuat dia mencabut laporannya kembali, tapi saya tidak bisa mencegah berita ini untuk sampai pada tuan besar" ucap kwon


"apa kau bilang, ayah mengetahuinya?"


"ya presdir tuan besar mengetahui kau menganiaya tuan dong joon sampai dia harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya"


"sudahlah biarkan saja tidak usah kau jelaskan pada ayahku, kau boleh pergi" ucap jung won pada kwon


"apa anda tidak membutuhkan sesuatu lagi? apa perlu saya panggilkan dokter untuk mengobati lukamu?" ucap kwon melihat ke arah tangan jung won yang terlihat mengeluarkan darah


"aku bahkan tidak merasakan sakit pada tanganku ini karena aku begitu khawatir pada kim, kau panggilkan saja perawat untuk mengobati lukaku ini aku tidak ingin meninggalkan kim sendirian disini dan satu lagi tolong ambilkan aku baju ganti dan urus perusahaan besok sementara ini aku akan merawatnya disini" ucap jung won menatap ke arah rara


"baik presdir saya permisi" ucap kwon meninggalkan ruangan


kemudian jung won membuka jas yang dia pakai dan mencuci tangannya karena banyak noda darah


"Tok tok tok"


"masuklah"


"tuan saya akan memberikan obat untuk nona, dan juga mengobati luka anda" ucap perawat yang datang


"baiklah" ucap jung won dingin


"tuhan dia tampan sekali dan juga begitu mempesona sungguh beruntung wanita ini" batin perawat itu


jung won yang berdiri di sebalah ranjang rara tidak hentinya membelai lembut pipi rara dan memciumi tangannya yang membuat perawat itu iri melihatnya


"silahkan tuan, mari saya obati luka anda" ucap perawat itu yang menyadarkan jung won dari tatapannya pada rara


jung won kemudian berjalan menuju sofa yang ada di kamar vip rumah sakit itu

__ADS_1


perawat kemudian membersihkan luka sobek pada tangannya tanpa respon apapun dari jung won dia hanya menatap ke arah rara saja tanpa menghiraukan hal yang lain


"tuan apa ini sakit?" ucap perawat tanpa mendapat jawaban dari jung won


"tuan sepertinya lukanya dalam anda harus mendapat jahitan di tangan anda tapi saya tidak bisa membawa semua alatnya kesini" ucap perawat itu, kemudian jung won menoleh


"bawa semuanya kesini aku tidak akan meninggalkan ruangan ini, kalau kau tidak bisa melakukannya panggil dokter atau perawat lain yang bisa melakukannya " ucap jung won dingin


"baik tuan saya akan membawanya kesini" ucap perawat itu memberi hormat kemudian pergi meninggalkan jung won


tidak lama perawat kembali membawa beberapa alat untuk mengobati luka jung won kemudian dia mulai mengobati luka jung won dia menjahit luka jung won tanpa memberinya anastesi karena itu permintaan jung won supaya bisa tetap terjaga menjaga rara, tapi tetap tidak ada respon apapun darinya dia hanya memandang ke arah rara tanpa menghiraukan rasa sakit di tangannya


"sudah selesai tuan, anda perlu meminum obat yang sudah dokter berikan ini supaya luka anda cepat kering"


"apa obat ini akan membuatku mengantuk?"


"ada obat penghilang rasa sakit efeknya anda mengantuk"


"beritahu dokter untuk mengganti obatnya agar aku terjaga"


"uhuk uhuk"


jung won yang mendengar rara batuk dan perlahan sadar berlari menghampirinya


"wooonnn, apa kau baik-baik saja? apa kau terluka" tanya rara pelan dengan mata setengah terbuka


"aku baik-baik saja sayang"


rara kemudian mencoba menggerakan tangan kirinya


"ssstttt aaaww" jerit pelan rara


"kenapa ada apa? apa ada yang sakit, suster tolong panggilkan dokter cepat" ucap jung won berteriak


perawat kemudian berlari meninggalkan ruangan, tidak lama dia kembali bersama dokter choi. dokter choi kemudian memeriksa keadaan rara dan memeriksa lengan kiri rara


"bagaimana dokter apa terjadi sesuatu?" ucap jung won panik


"saya belum bisa memastikan tuan won, nona kim harus menjalani CT scan untuk memastikan keadaannya"


"baiklah lakukan sekarang tunggu apalagi dia begitu kesakitan" bentak jung won namun tangan rara meraih tangan jung won


"won jangan seperti itu, aku tidak apa-apa tenanglah" ucap rara pelan

__ADS_1


"aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu" ucap jung won membelai lembut rambut rara


tidak lama rara di bawa keluar ruangan untuk menjalani CT scan, jung won yang menunggu rara di luar hanya bisa melihat rara dari jendela kaca, dengan mimik muka khawatir tidak karuan


cukup lama rara menjalani CT scan dan dia keluar ruangan CT scan untuk kembali menuju ruangannya


"tuan jung won, mari saya jelaskan keadaan nona kim" ucap dokter meminta jung won mengikutinya masuk kedalam ruangan dokter


"bagaimana keadaannya dokter apa yang terjadi padanya?" ucap jung won resah


"saya akan menjelaskannya satu persatu, nona kim mengalami syok dan tekanan darahnya sangat rendah yang membuat dia merasa pusing, dan ini hasil CT scan nona kim terlihat patah tulang pada tangan kiri dan pembengkakan pada pergelangan kaki kiri akibat benturan keras dan juga kaki kiri terkilir yang membuat darah membeku pada pergelangan kaki yang menyebabkan pergelangan kaki bengkak membiru dan jika di biarkan resiko tulang pergelangan kaki bergeser. saya akan melakukan operasi untuk nona kim besok" ucap dokter choi


jung won dengan mimik muka resah dan khawatir melihat hasil CT scan rara


"aku memintamu melakukan yang terbaik untuk kim" ucap jung won pada dokter choi


"baik tuan saya akan melakukan yang terbaik untuk nona kim, sekarang saya akan memberikan nona kim obat penghilang rasa sakit agar dia tidak merasakan sakit dan tertidur"


"baiklah lakukan yang terbaik untuknya" ucap jung won pada dokter choi yang kemudian pamit meninggalkan ruangan dokter choi


setibanya jung won di ruangan rara dia melihat rara terbaring lemah di atas tempat tidur, kemudian jung won berjalan menghampiri rara


"apa kau merasakan sakit dan pusing lagi?" tanya jung won pada rara dan membelai lembut pipinya


"sedikit terasa pusing dan sakit, bagaimana, dokter bilang apa? apa tanganku patah?" tanya rara lemas


"maafkan aku sayang aku tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap jung won yang kemudian mencium kening rara


"kau akan baik-baik saja dokter akan memberikan yang terbaik untukmu"


"aku percaya padamu, aku akan baik-baik saja" ucap rara tersenyum


tidak lama perawat datang membawa obat untuk rara san menyuntikan obat itu pada selang infus rara


"kenapa obat ini membuatku merasa sangat lemas sekali" ucap rara pada jung won


"tidurlah sayang kau harus bersiap-siap untuk operasi besok"


"kau tidak akan istirahat?"


"aku akan menjagamu di sini, di sampingmu" ucap jung won yang kemudian mencium kening rara


tidak lama rarapun tertidur

__ADS_1


__ADS_2