Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 13


__ADS_3

"kenapa pak ada apa? apa ada lagi yang anda perlukan?


"emmm tidak saya hanya"


"hanya apa"


"tidak bisakah malam ini kamu menginap disini karena aku takut terjadi apa-apa tubuhku terasa lemas dan aku tidak siap untuk sendirian malam ini" ucap jung won dengan mata setengah terpejam dan mengganti kata saya menjadi aku


"tapi pak kan saya tidak mengambil perlengkapan, besok juga kan saya harus pergi ke kantor"


"aku mohon sehari ini aja, dan satu lagi berhenti memanggil aku dengan sebutan bapak karena aku tidak suka itu "


rara terdiam mencoba mencerna perkataan presdirnya itu "apa suhu tubuhnya kembali naik sehingga dia berbicara denganku menggunakan kata aku dan kamu dan menyuruhku untuk berhenti memanggil dia bapak? ada apa ini" batin rara


"baiklah saya akan tinggal dan sekarang istirahatlah dulu supaya anda baikan"


"terimakasih" lalu jung won mulai tertidur akibat pengaruh obat yang di berikan rara

__ADS_1


"kenapa denganku? kenapa perasaanku jadi tidak karuan seperti ini" ucap rara sambil melihat seorang presdir menyebalkan tertidur di hadapannya sekarang dan memohon dia untuk tinggal disini menjaganya


"oh tuhan sebenarnya apa yang sedang ingin kau perlihatkan padaku" batin rara


setelah terlihat jung won tertidur pulas dia menyelimutinya dan memegang dahi jung won untuk mengetahui dia masih demam atau tidak dan ternyata suhu tubuhnya kembali naik rara mengambil handuk basah dan di tempelkan pada dahi jung won


"astaga suhu tubuhnya panas sekali apa perlu aku bawa ke dokter? tapi dia tertidur seperti ini aku tidak tau harus bagaimana" ucap rara resah


"apa aku telpon saja dokter pribadi presdir saja siapa tau dia bisa membantu" rara mengambil handphonenya kemudian menelpon dokter han


"hallo dokter han, apa saya mengganggumu?"


"dokter han bisa anda datang ke rumah presdir jung dia sedang sakit suhu tubuhnya panas saya khawatir ada apa-apa"


"baiklah tunggu saya kesana"


setibanya dokter han di rumah jung won dia memeriksa jung won

__ADS_1


"dia demam tapi saya sudah memberikan obat penurun demam pada infus yang terpasang pada tangannya, sepertinya dia kelelahan dan lagi sekarang musim dingin dia tidak bisa menjaga kesehatannya dengan baik"


"iya dokter han sepertinya dia kecapean karena jadwal dia padat harus bertemu beberapa klien"


"baiklah kalau begitu saya pamit, saya titip jung won ketika dia bangun nanti kamu langsung kasih obat ini tapi jangan lupa dia harus makan dulu"


"baiklah dokter han terimakasih sudah membantu, hati-hati di jalan" ucap rara dengan setengah membungkuk


setelah dokter han pergi dia menatap jung won "apa dia juga lemah sampai-sampai sakit seperti ini, aku pikir dia orangnya kuat karena jika di lihat pribadinya sangat dingin dan angkuh aku tidak habis pikir orang menyebalkan seperti dia bisa sakit seperti ini" batin rara heran.


rara pun merasa ngantuk dan mulai mendekati sofa yang ada di sebelah jung won


"aku harus menggeserkan sofa ini agar dekat dengan presdir, jadi jika dia kenapa-kenapa aku bisa langsung bangun melihatnya"


dengan susah payah rara mendorong sofa tersebut


"hah..hah..hah..hah" nafas rara berat karena kecapean

__ADS_1


"ini sofa kenapa berat sekali pantas saja terlihat indah di lihat sepertinya sofa ini sangat mahal, apa tidak akan apa-apa jika aku tidur disini? tidak sepertinya kan tubuhku tidak terlalu berat" ucap rara sambil menahan senyum


tidak berapa lama dia pun tertidur di sofa yang berada persis di samping tempat tidur jung won


__ADS_2