
Di meja kerjanya rara kembali bekerja dia tidak menghiraukan ucapan jung won
"kenapa dia melakukan itu disini? bagaimana jika orang melihatnya" batin rara
"hayoh kenapa? apa dia memarahimu lagi?" ucap min ha yang tiba-tiba ada di depan rara
"hah tidak dia hanya meminta laporan yang harus dia tandatangani"
"kenapa kau melamun seperti itu jika dia tidak memarahimu?"
"kau itu selalu saja berfikiran dia memarahiku, dia tidak memarahiku aku melamun hanya sedikit lelah saja, mungkin tubuhku masih harus istirahat" ucap rara menumpukan wajahnya di kedua tangannya
"kau ini aku bilang juga apa, beristirahatlah dulu jangan memaksakan untuk masuk sekarang"
"aku tidak mau ambil cutiku sekarang, kau pergilah ke mejamu"
"yasudah terserah kau saja, aku akan pergi ke divisi humas"
"baiklah kau pergilah" setelah min ha pergi rara kembali fokus pada layar komputernya tidak lama rara bangkit berjalan menuju toilet
di dalam toilet seperti biasa rara mendengarkan pembicaraan beberapa gadis disana yang tidak tau keberadaannya
"apa kau sudah tau jika presdir berada di jepang sangat lama sekali sampai dia melewati tahun baru disana bersama nona kim, aku dengar presdir disana dengan kedua orang tuanya dan juga seorang gadis yang mungkin kekasihnya"
"apa menurutmu gadis itu nyonya kim?"
"mungkin saja, tapi memangnya presdir mau dengan wanita penggoda itu, aku dengar presdir punya cinta pertama"
"ya kau benar juga aku pikir presdir tidak akan menyukainya" ucap mereka kemudian berlalu keluar dari toilet sementara rara masih di dalam toilet dan mendengarkan semua pembicaraan mereka
"oh tuhan apa yang mereka katakan, mereka masih memanggilku wanita penggoda?" ucap rara yang kemudian keluar dari toilet menatap kaca besar yang ada disana
"sudahlah ra tenang jangan emosi seperti ini bagaimana jika presdir tau hal ini bisa-bisa nanti dia buka suara" ucap rara yang mengelus dadanya sendiri
rara kembali ke meja kerjanya dan duduk menatap layar komputer tiba-tiba datang seorang wanita cantik dengan membawa kotak makanan
"permisi apa jung won ada di dalam" ucap wanita itu yang tak lain adalah luna
rara langsung bangkit dari duduknya dan memberi salam
"selamat siang nona, presdir ada di ruangannya mari saya antar" ucap rara sopan
mereka berjalan menuju ruangan jung won
Tok Tok Tok
"masuk"
"maaf presdir ada nona luna ingin bertemu denganmu" jung won langsung menatap ke arah rara dan terlihat seorang wanita memaksa masuk
"saayyaanng aku merindukanmu" ucap luna yang langsung berlari memeluk jung won. rara yang melihat hanya bisa diam tanpa bicara apapun juga
__ADS_1
"baiklah kalau begitu saya permisi" ucap rara dan meninggalkan mereka
"untuk apa kau kesini?"
"aku merindukanmu, aku membawa makan siang untukmu" ucap luna antusias
"kau simpan saja kotak makan siangnya disana dan pergilah aku sedang sibuk" ucap jung won yang menatap ke layar laptopnya
"aku tidak mau pergi aku akan disini menunggumu pulang" ucap luna
"hey apa yang kau lakukan, pulanglah aku sedang sibuk dan aku akan pulang larut"
"tidak aku tidak akan pulang aku akan disini menunggumu" ucap luna yang membaringkan badannya di sofa kantor jung won
"apa dia sudah gila" ucap jung won menatap ke arah luna
di meja kerja rara diam melamun
"kenapa aku tidak suka melihatnya memeluk presdir seperti itu?" ucap rara
"seharian kerjaanmu melamun saja seperti itu" ucap min ha
"kau itu berisik sekali kerjakan saja pekerjaanmu"
"apa kekasih presdir ada di dalam, aku tadi melihatnya memasuki kantor"
"ya dia ada di dalam"
"aku tidak tau akan hal itu, kau jangan terlalu banyak bicara kerjakanlah pekerjaanmu"
"kau ini" ucap min ha dan berlalu menuju meja kerjanya
"sedang apa mereka di dalam kenapa wanita itu tidak kunjung keluar?" batin rara
terlihat min ha membawa laporan di tangannya yang akan dia berikan pada presdir
"hey kau mau kemana?"
"aku mau keruangan presdir akan memberikan laporan yang akan di periksa olehnya"
"sini biar aku saja"
"kenapa begitu?"
"aku itu aku juga ada dokumen yang harus aku bawa di ruang presdir biar sekalian saja" ucap rara bingung
"oh begitu baiklah, aku titip ini padamu"
rara kemudian berjalan menuju ruangan jung won dia ingin melihat apa yang sedang jung won lakukan dengan luna dengan alasan membawa laporan yang min ha berikan
"kau pergilah jangan seperti ini" ucap jung won yang menarik tangan luna
__ADS_1
"aku tidak mau" ucap luna yang menarik tangan jung won hingga dia terjatuh di atas tubuh luna
rara yang sudah mengetuk pintu karena tidak ada jawaban dia memberanikan diri untuk masuk dan melihat pemandangan yang ada di sofa.
jung won langsung menatap ke arah pintu yang mana ada rara sedang melihat ke arahnya dan luna dengan posisi seperti itu
"maa..maa..maaaf saya hanya ingin mengantarkan laporan yang akan presdir periksa"
rara kemudian berjalan menuju meja kerja jung won dengan sangat cepat dan menyimpan laporan itu.
luna yang berada di bawah tubuh jung won dengan sengaja mencium bibirnya. rara yang melihat hal itu mempercepat langkah kakinya
"saya permisi maaf sudah mengganggu" ucap rara sopan mencoba menahan rasa cemburunya melihat semua itu kemudian rara keluar dari ruangan jung won
jung won yang sedari tadi hanya menatap rara tanpa sadar dengan perlakuan luna
"apa yang kau lakukan" bentak jung won pada luna dan bangkit dari atas tubuh luna
"apa yang aku lakukan?" ucap luna santai
"pergilah sekarang" bentak jung won
"aku tidak mau pergi aku masih mau bersama kekasihku" ucap luna
"apa kau tidak juga mengerti kita bukan sepasang kekasih kau itu sudah ku anggap adikku sendiri"
"apa kau bilang? aku sudah mengatakan jika aku menyukaimu tapi kau tidak pernah membalas perasaanku, aku dengar kau sudah mempunyai kekasih tapi aku tidak akan pernah mengalah pada kekasihmu itu" ucap luna yang bangkit dari duduknya dan meninggalkan jung won
rara yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi duduk di meja kerjanya kemudian dia bangkit karena melihat luna keluar dari ruangan jung won. memberi salam pada luna tapi luna tidak menggubrisnya
"ada apa dengannya kenapa dia terlihat marah sekali" ucap min ha pada rara melihat luna keluar dari ruangan jung won dengan ekpresi kesal
"aku tidak tahu mungkin ada masalah, aku akan ke toilet dulu" ucap rara kemudian berlalu meninggalkan min ha
"kenapa dengannya kenapa dia terlihat lemas seperti itu" ucap min ha duduk di meja kerjanya
sesampainya rara di toilet dia menatap kaca besar yang ada di toilet
"ada apa denganku kenapa aku menangis" ucap rara menghapus air mata yang menetes dari matanya
"sudahlah aurora jangan pikirkan hal itu" kemudian dia merapihkan kembali pakaiannya dan keluar dari toilet berjalan menuju meja kerjanya
"kau dari mana kemana lama sekali ke toilet, tadi presdir mencarimu" ucap min ha
"kenapa dia memcariku"
"katanya dia menyuruhmu untuk keruangannya membawa dokumen untuk meeting nanti karena dia ingin memeriksanya dulu"
tapi rara tidak percaya akan permintaan jung won itu hanya alasan saja lalu rara menyuruh min ha untuk memberikan dokumen yang jung won minta
"aku minta tolong padamu untuk memberikan dokumen ini pada presdir karena aku harus ke ruang humas menanyakan laporan yang akan aku susun" ucap rara memberikan dokumen pada min ha dan berjalan meninggalkan min ha
__ADS_1
"ada apa dengannya kenapa dia menyuruhku, bahkan aku belum menyetujuinya dia sudah pergi meninggalkanku"