
malam berganti pagi rara terbangun karena sinar matahari mulai memasuki kamar
"huuuaaammm rasanya aku tidur nyenyak sekali" ucap rara bangkit dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur melihat sekeliling dengan heran dia melihat selimut dan tempat tidur
"ya tuhan! kenapa aku tidur di kamar ini? dan dimana jung won apa semalam dia tidur bersamaku? apppaaa itu tidak mungkin dia tidak akan berbuat seperti itu tanpa seijinku, tapi ketika dia menciumku dia tidak dapat ijin dariku dia berbuat sesukanya, aaahhhh bagaimana ini" ucap rara menutupi tubuhnya dengan selimut yang bahkan dia masih memakai baju tidur lengkap, kemudian dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dengan berjalan mengendap ngendap
"aku harus membersihkan diriku dulu dan setelah itu aku akan pulang" rara kemudian mandi tidak lama dia keluar menggunakan kimono dia melihat jung won tertidur di meja kerjanya
"ya tuhan aku sudah menuduhnya tidur bersamaku tadi malam, ternyata dia tertidur disini" ucap rara memandang ke arah jung won dan berjalan mengambil selimut kemudian rara menyelimuti jung won yang nampak masih tertidur pulas
"dia bahkan tidur seperti ini sepanjang malam dan memberikan tempat tidurnya untukku, kenapa aku bodoh sekali bisa tertidur seperti itu semalam" kemudian rara mengusap lembut kepala jung won
"aku harus mengganti bajuku dulu aku harus meminjam bajunya siapa tau ada yang bisa aku pakai"
rara kemudian berjalan menuju kamar ganti milik jung won dia melihat sekeliling dengan kagum semua baju tertata dengan rapi sesuai dengan warna sepatu yang bejejer rapi jam tangan dan dasi yang tidak kalah rapi di simpan di lemari kaca
"oh tuhan semuanya tertata rapi, pantas saja dia selalu kelihatan sangat tampan dan rapih, aku harus menemukan pakaian yang cocok untuk aku pakai saat ini karena tidak mungkin aku memakai kimono ini terus"
rara kemudian menyusuri semua lemari pakaian dan melihat semuanya namun dia tidak menemukan satu baju yang cocok untuknya dengan terpaksa dia memakai kemeja putih
"aku terpaksa memakai ini karena tidak ada pakaian yang cocok untukku" ucap rara berdiri di depan cermin besar yang ada di depannya, kemudian dia merapihkan rambutnya yang terlihat sedikit acak acakan tapi membuat dia terlihat cantik dan sexy dengan kemeja putih kebesaran dan menunjukan kaki jenjangnya
__ADS_1
"ah sudahlah sebaiknya aku membuat sarapan sekarang setelah itu aku akan pulang, sebelum jung won terbangun"
rara bergegas keluar kamar jung won dan berjalan menuju dapur
"selamat pagi nona, anda sudah bangun" rara di kagetkan oleh suara asisten rumah tangga jung won rara sedikit malu melihat bibi nam melihat baju yang rara pakai dia mencoba menarik sedikit bawah
"oh iya aku akan membuat sarapan untuk jung won, bibi boleh kerjakan yang lain saja"
"baik nona, kalau begitu saya tinggal dulu, jika anda membutuhkan sesuatu panggil saya saja"
"baiklah bi" ucap rara kemudian tersenyum
rara kemudian mulai memasak dan menyiapkan sarapan untuk jung won dia membuat salad sayur roti bakar sosis panggang dan telur mata sapi
"kau sudah bangun, aku sudah menyiapkan sarapan kemarilah" ucap rara melihat jung won yang masih berdiri di tangga
"kenapa dia menatapku seperti itu? apa ada yang salah padaku, apa rambutku berantakan?" rara merapihkan rambutnya
"hey kenapa kau menatapku seperti itu? cepat turunlah kita sarapan" bentakan rara menyadarkan jung won
"apa dia sedang menggodaku saat ini? dia terlihat cantik dan sexy dengan kemeja putih itu aku bahkan sampai lupa diri seperti ini" ucap jung won yang kemudian melangkah turun berjalan menuju meja makan sambil memperhatikan rara
__ADS_1
"apa kau belum mandi? kenapa masih memakai pakaian tidur?" ucap rara yang merapihkan meja, jung won tidak menjawab pertanyaan rara dia hanya memperhatikan rara dengan kagum
"apa kau sedang menggodaku saat ini?"
"appa aku tidak sedang menggodamu aku hanya" ucap rara gugup dan memperhatikan kemeja yang dia pakai
"aku hanya meminjam pakaianmu saja karena aku tidak membawa pakaian ganti, dan di lemari mu hanya kemeja ini yang bisa aku pakai, nanti aku akan mencucinya dan mengembalikannya padamu" ucap rara polos dan pergi ke dapur dengan wajah yang memerah
"kenapa aku bodoh sekali, kenapa bisa2nya aku memakai pakaian ini aku jadi terlihat sedang menggodanya, dasar bodoh" ucap rara memukul kepalanya
"kenapa dia seperti itu, apa dia malu padaku? padahal aku lihat dia begitu cantik" ucap jung won tersenyum
kemudian rara kembali ke meja makan dengan membawa orange juice dan meletakannya di meja
"kau minumlah dulu air putih yang banyak kemudian makan ini" ucap rara yang mengisi piring jung won dengan roti bakar dengan keju dan telur mata sapi dan sosis panggang. jung won tidak menjawab dia hanya memperhatikan apa yang sedang rara lakukan
"ini air putih, minumlah dan habiskan" rara menyodorkan segelas air putih pada jung won
"iya baiklah, kenapa kau terlihat sangat cantik hari ini dan juga kau sangat perhatian padaku rasanya istriku sedang memperhatikanku dan mengambilkan makanan untukku, aku sungguh suka saat ini" ucap jung won yang membuat wajah rara memerah
"kau.. aku bukan istrimu aku hanya tidak enak saja karena semalam kau tidur di meja kerjamu sementara aku tidur di tempat tidurmu, aku sedang berusaha membalas kebaikanmu"
__ADS_1
"aku tidak tidur di meja kerja semalam aku tidur denganmu dan aku terbangun lebih dulu dan aku pindah ke meja kerja karena aku takut kau akan terbangun" ucap jung won santai
"aappppaaa kau bilang? apa itu benar?" ucap rara kaget jung won hanya tersenyum melihat tingkah rara yang langsung menutup dadanya