
rara dan cindy masih sibuk memakan makan siangnya sambil ngobrol dan tertawa dan sesudah mereka menghabiskan makanan tersebut mereka kembali ke meja masing-masing melanjutkan pekerjaan, sampai tidak terasa jam pulang kantor tiba rara yang merasa lelah karena seharian hanya menatap layar komputer dan mengikuti meeting bersama bos tua nya itu akhirnya berdiri dan berjalan untuk pulang, sesampainya di depan lift rara masuk berbarengan dengan karyawan lainnya.
"Tiiiinngg"
pintu lift terbuka dan rara berjalan menuju pintu depan kantornya di kagetkan sengan suara yang tidak asing dan membuatnya sebal untuk mendengar suara itu
"rara mau pulang bareng saya" ucap kake tua itu
"oh tidak pa terima kasih saya kebeneran sudah memesan ojol ko sebentar lagi sampai" ucap rara dengan senyuman palsunya
"waduh sayang dong kalo gitu tadinya kalo rara mau pulang bareng saya nanti saya bisa mampir dulu ke rumah rara" ucap kakek tua itu sambil tersenyum nakal
dasar tua bangka bisa bisanya dia ngomong begitu, batin rara
"kalo begitu saya duluan ya ra takut istri saya marah kelamaan nunggu di rumah nanti dia curiga saya ada apa-apanya sama kamu" ucap kakek itu sambil tertawa lebar
"iya pa" ucap rara sambil memperlihatkan senyuman palsunya
dasar tua bangka ga tau diri di pikirnya dia ganteng apa batin rara
sesampainya rara di rumah dia rebahan di sofa dan dia merasa lapar, dia berjalan menuju dapur untuk membuat makanan yang bisa dia makan
"cuma ada mie instan da telur" ucap rara
"okey gapapa aku masak mie instan da telur di tambah cabe" ucap rara yang menyukai makanan pedas, rara yang baru beres mandi dan berganti baju lalu masak mie instan itu kemudian menyalakan tv untuk melihat drama korea yang menurut dia itu jadwal tayangnya sekarang
"aduh oppa kenapa ganteng sekali, andai aku punya pacar seganteng itu aku pasti rela di bawa kemanapun" ucap rara dengan muka berharap yang berlebihan
setelah menghabiskan mienya dan menonton drama kesukaannya rara pun masuk kamar untuk rebahan di atas kasur empuknya
"tuhan apa aku bisa meminta pacar darimu seganteng oppa tadi?" ucap rara sambil melihat lampu yang menyala di atas kamarnya, seketika rara tertidur dengan pulasnya
__ADS_1
hari-hari rara lewati dengan sabar menghadapi bos nya yang ganjen itu tanpa dia sadari tinggal sehari lagi bosnya itu di sini karena dia akan di gantikan dengan direktur baru ada perasaan bersyukur pada rara karena bisa terlepas dari bos tua bangka itu dan ada perasaan was was juga apakah nanti bos barunya itu muda tampan atau malah tua bangka lagi entahlah batin rara pasrah
"oh jadi kamu si centil yang menggoda suami saya" suara wanita yang bikin rara kaget karena suaranya begitu keras
"maaf bu maksud itu pada siapa ya, atau ada yang bisa saya bantu?" ucap rara dengan tengan padahal dia merasa kaget
"dasar wanita tidak tau diri berani beraninya menggoda suami saya, kamu tau kita sudah menikah kurang lebih 25 tahun sekarang kamu menggoda suami saya agar suami saya mau menikahi kamu? apa tidak ada laki laki muda yang mau mendekati kamu sehingga berbuat setendah ini?" ucap wanita itu terus nyeroscos kaya kesetanan
"maaf bu tapi say.."
"bruuukk" rara ambruk di depan wanita itu sesudah wanita itu melayangkan selop kayu yang pas mendarat di kepala rara seketika rara tidak sadarkan diri dengan darh segar keluar dari dahinya
perlahan rara terbangun matanya mulai terbuka perlahan dengan rasa pusing di kepala dia berkat selop kayu yang wanita itu lemparkan, di samping rara udah ada cindy dan ardi teman kerjanya
"ra udah bangun kamu ra" ucap cindy kaget dan kemudian membantu rara untuk duduk
"ra bagaimana udah baikan masih pusing tidak aku panggilkan dokter ya" jawab ardi
tidak lama dokter masuk dan memeriksa rara
"terima kasih dok" ucap ardi dan cindy tidak lama dokter pun berlalu
"cin kenapa dengan ibu-ibu tadi sampe marah marah sama gue ga karuan gitu kenal juga engga" ucap rara sambil kembali tertidur karena merasa pusing
"oh itu istri pertama si tua itu ra, yang nyangka kamu menggoda si tua itu padahal dia aalah sasaran tadinya dia mau melabrak istri mudanya si tua itu yang di kira sekertasnya yaitu loe" ucap cindy
"tu ibu kayanya kurang minum air atau apa padahal jelas-jelas istri mudanya tuh ga kerja di sini ya yang mana dia sekertaris perusahaan sebelah teman bisnis suaminya tapi kayanya dia tuh kurang memahami karena faktor umur jadi nyangkanya sekertaris itu tuh rara" ucap adi sambil mikir
ya ampun kenapa gue sial banget sih sampe berdarah darah gini dahi gue gara-gara tua bangka itu batin rara
"yu ra kita pulang gue sama ardi ngater loe ke rumah" ucap cindy
__ADS_1
dengan pelan-pelan rara bangun dari tidurnya karena dia merasa pusing akibat selop melayang tadi.
sesanpainya di rumah rara dia udah di kamar dan cindy masakin bubur dan dia kasih ke rara
"nih ra makan dulu terus minum obat loe istirahat deh jangan mikirin apa-apa kerjaan loe gue yang beresin" ucap cindy bersemangat
"makasih ya cin loe memang terbaik" ucap rara dengan senyum merekah karena senang kerjaannya mau di beresin cindy jadi pas nanti dia masuk kerja lagi kerjaannya tidak terlalu banyak
"gue mau pulang ya besok kan gue kerja dan mau ngerjain kerjaan loe sekalian mau mempercantik diri karena besok mau nyambut direktur baru yang katanya masih muda dan pastinya lajang" ucap cindy berbisik sambil senyum
"kata siapa loe direktur kita yang baru itu masih muda dan tampan" ucap rara penasaran
"ada deh" ucap cindy sambil berlalu dengan senyum centilnya
ya tuhan terima kasih udah seengganya aku terbebas dari si tua menyebalkan itu dan semoga direktur baru ini lebih baik batin rara bersyukur
dua hari setelah kejadian itu rara masuk kerja dengan perban kecil di dahinya, setibanya rara di depan lift sudah ada orang yang terlebih dahulu menunggu dengan setelan jas rapi dan wangi parfum yang enak untuk di hirup, rara yang sedari tadi menunduk karena tidak tau siapa orang yang di depannya itu seketika masuk terlebih dahulu ketika lift sudah terbuka rara diam saja tidak memperhatikan laki-laki itu
"Tiing" pintu lift terbuka
laki-laki itu berjalan terlebih dahulu dari dia rara hanya menatap punggungnya dan berlalu sambil bertanya dalam hati pria itu siapa apa mungkin direktur baru karena gue belum pernah melihatnya sebelumnya
"omg ra tadi loe satu lift sama pangeran ganteng" ucap cindy yang memperhatiman rara keluar bersamaan dengan pria itu
"emang dia siapa sih? gue belum pernah liat"
"itu direktur baru kita ra ya tuhan loe gatau sama pangeran ganteng itu" ucap cindy menepuk jidatnya
"kan gue baru masuk kerja hari ini"
"oh iya gue lupa loe kan baru sembuh dari luka selop melayang itu ya" ucap cindy menahan tawa
__ADS_1
"berisik loe sana pindah ke meja loe ini meja gue" ucap rara kesal
"aduh santai bu bos" ucap cindy tertawa sambil berlalu