Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 62


__ADS_3

Setelah rara menunjukan dan menjelaskan semua laporan keuangan di hadapan semua orang yang berada di ruang meeting kesalahan besar mengarah ke arah dong joon selaku menager divisi keuangan. dong joon yang hanya diam melihat ke arah semua orang yang menatap kearahnya dengan mimik muka tidak suka


"ke ke kenapa kalian semua menatapku seperti itu? aku tidak melakukan penggelapan dana perusahaan semua ini omong kosong" ucap dong joon gugup dengan mimik muka ketakutan


"apa kau masih tidak ingin mengakui semuanya tuan dong joon yang terhormat" ucap jung won


"presdir anda salah, saya tidak melakukan penggelapan" ucap dong joon yang mundur secara perlahan mencoba melarikan diri dari ruang meeting karena dia merasa terpojok. namun usahanya melarikan diri gagal karena di halau oleh penjaga yang jung won perintahkan. dong joon yang merasa ketakutan dengan terpaksa berbalik arah dan mengakui kesalahannya pada semua orang yang ada disana. semua orang yang ada di ruang meeting mencaci makinya melampiaskan kekesalan karena ulahnya semua pegawai divisi keuangan harus bekerja lembur setiap hari untuk mencari kesalahan yang membuat perusahaan merugi. namun jung won menenangkan mereka


"tuan dong joon jika saja anda tidak berbuat hal serendah ini mungkin saja aku akan berbaik hati padamu, kau akan menyerahkan diri atau aku yang akan menyerahkanmu ke polisi?" ucap jung won menatap tajam pada dong joon


dong joon tidak menjawab pertanyaan jung won dia hanya menatap jung won dengan tatapan marahnya. jung won kemudian meninggalkan ruang meeting di ikuti oleh rara dan semua orang sementara dong joon bangkit dan berjalan di ikuti dua penjaga suruhan jung won


"jung won kau telah mempermalukanku seperti ini kau akan mendapat balasannya" batin dong joom dengan mimik muka menyeramkan


setelah rara dan jung won sampai di ruangan besar jung won rara menatap jung won dengan tatapan kagumnya


"presdir bagaimana bisa anda langsung menangkap penjahat tanpa perlu bantuan polisi?" ucap rara yang berdiri di depan meja kerja jung won. lalu jung won menatap rara dengan senyuman tipisnya


"apa aku begitu hebat sehingga kau terpesona oleh kehebatanku sendiri?"


"apa kau bilang aku terpesona? aku hanya bertanya kenapa kau bisa tahu jika tuan dong joon menggelapkan dana perusahaan padahal kau hanya melihat laporan keuangan tahunan dan bisa langsung curiga padanya? padahal tuan dong joon dia sangat baik tidak akan ada orang yang curiga padanya tapi kau, kau ini bukan detektif kan?"


jung won yang mendengar perkataan rara hanya tersenyum


"kenapa kau begitu lucu" ucap jung won yang langsung bangkit berjalan menghampiri rara. jung won yang langsung memeluk rara


"aku sangat mencintaimu, kau terlihat sangat lucu dan menggemaskan" ucap jung won yang membelai lembut rambut rara


"hey kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku kau malah memelukku seperti ini, lepaskan bagaimana jika ada yang melihatnya" ucap rara mencoba melepaskan diri dari pelukan jung won


jung won kemudian melepaskan pelukannya

__ADS_1


"kenapa kau selalu saja memintaku melepaskan pelukanku?" ucap jung won kesal


"Tok Tok Tok" suara seseorang mengetuk pintu ruangan jung won rara langsung merapihkan dirinya dan berdiri menjauh dari jung won. jung won yang masih terlihat kesal menatap ke arah rara yang menjauh darinya kemudian mempersilahkan masuk


"selamat siang presdir, ini laporan yang anda minta" ucap min ha


"jika tidak ada lagi yang anda butuhkan saya permisi" ucap rara pada jung won lalu berjalan meninggalkan ruangan jung won


"kenapa dia pergi begitu saja" batin jung won kesal


"presdir... presdir" ucap min ha yang melihat kepergian rara


"emm ya baiklah simpan saja laporannya di meja" ucap jung won yang langsung membelakangi min ha


"baik, apa ada yang anda perlukan lagi presdir?" ucap min ha


"tidak, aku tidak membutuhkan apapun"


min ha meninggalkan ruangan jung won dan kembali ke meja kerjanya


"kim, hey kim" ucap min ha pada rara yang sedang fokus pada layar komputernya


"iya nona min ada apa?" ucap rara menatapa pada min ha


"apa benar tuan dong joon melakukan penggelapan dana perusahaan?"


"ya itu benar" ucap rara santai


"ya tuhan apa benar begitu? aku bahkan tidak mempercayainya dia orang yang begitu baik dan perhatian pada semua karyawan mengapa melakukan hal serendah itu" ucap min ha kaget


"kau jangan melihat orang dari penampilan dan perhatiannya saja, lihatlah orang yang kelihatannya baik ternyata dia seorang penjahat" ucap rara

__ADS_1


namun tiba-tiba telpon berbunyi


"ya hallo selamat siang" ucap rara ramah


"tuan dong joon, ada apa anda memanggil saya?" ucap rara sembari menatap ke arah min ha


"ya baiklah jika begitu saya akan kesana" ucap rara kemudain menutup telponnya


"ada apa? apa yang dia katakan?" ucap min ha penasaran


"dia memintaku untuk ke ruangannya sebentar karena ada dokumen yang harus di serahkan pada presdir, aku pergi dulu" rara kemudian meninggalkan min ha


sesampainya rara di ruangan dong joon dia tidak melihat dong joon dan tanpa dia sadar pintu sudah terkunci. dong joon langsung memeluk rara dari belakang rara yang kaget mendorong keras tubuh dong joon darinya


"apa yang kau lakukan" bentak rara yang kemudian mundur menjauhi dong joon dan mencoba menghubungi jung won tapi won tidak mengangkat telponnya


"kenapa dia menelponku? apa dia mau minta maaf padaku karena sudah membuatku kesal? ah sudahlah aku harus pura-pura tidak mendengar telponnya" ucap jung won tersenyum tipis di dalam ruangannya


di ruangan dong joon rara masih saja berusaha menghubungi jung won tapi tidak ada respon sampai akhirnya dia terpojok di sudut ruangan dan memudahkan dong joon untung menerkamnya


"hey menjauh dariku" ucap rara ketakutan dong joon tidak menghiraukan perkataan rara dia terus berjalan menghampiri rara dan memeluknya


"sayang sudah lama aku menantikan hal ini memelukmu dan menjamah tubuhmu sebelum aku meninggalkan perusahaan ini" ucap dong joon yang membelai rambut rara minciumi rambut dan leher rara


"hey lepaskan aku, lepaskan. tolong tolong aku tolong" ucap rara dengan air mata ketakutan


"berteriaklah sesukamu tidak akan ada orang yang akan mendengarkan kita sayang, apa kau lupa semua ruangan disini kedap suara" ucap dong joon tertawa dan berusaha mencium bibir rara. rara kemudian mencoba melawan pria bertubuh besar di depannya itu. rara meludahi dong joon yang membuat dong joon marah dan menamparnya hingga bibir rara mengeluarkan darah


"jangan membuatku berbuat kasar padamu sayang" ucap dong joon yang menjambak rambut rara kemudian menciumi leher rara. rara yang terus menangis tidak di hiraukan oleh dong joon. rara mencoba melawan di tendangnya ******** dong joon


"aaaarrrrrrgggggghhhhh" dong joon kesakitan di buatnya

__ADS_1


__ADS_2