
Beberapa hari setelah acara pertemuan tersebut, siska selalu merasa seperti diperhatikan dalam kegelapan, bahkan,hari harinya sudah tidak senyaman sebelumnya,
entahlah, mungkin hanya perasaannya sendiri atau memang ada seseorang yang selalu mengawasinya, bahkan kemarin, saat dirinya tengah berbelanja,dia selalu merasa seperti ada yang mengikuti,
namun setiap kali dia melihat kearah belakang, namun tidak ada siapapun,dan hari ini pun sama, hingga akhirnya dia mengingat perkataan Saga saat baru kembali dari acara pertemuan tersebut,dia mengatakan" jika ada yang tidak beres, jangan sungkan untuk menghubungi kami,"
siska kemudian merogoh tasnya, dan mengambil ponselnya,dia langsung mencari kontak Saga, pada panggilan pertama langsung diangkat,
" halo, tolong aku," ucap siska lirih, karena takut akan didengar oleh orang tersebut
lalu panggilan tersebut langsung terputus, siska langsung memasukkan kembali ponselnya kedalam tas,dia menunggu dengan cemas, sedangkan ditempat lain,
Saga dan adik-adiknya tengah melakukan rapat, mereka tengah mengevaluasi hasil penelitian yang tengah perusahaan nya kembangkan, kemudian ponselnya berdering,dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi nya,
dia mengerutkan keningnya, kemudian langsung mengangkat panggilan telepon tersebut,
" halo," ucap Saga
"...........",
" kau dimana," ucap Saga khawatir, Michael dan yang lainnya langsung ikut berdiri, wajah mereka pun sama khawatirnya
"..........",
" baiklah,kami akan segera kesana," ucap Saga
__ADS_1
" rapat selesai, kalian, ikut aku," ucap Saga, sembari menunjuk adik-adiknya, mereka langsung keluar dari ruang rapat dengan terburu-buru, semua karyawan yang melihat mereka dibuat bingung, namun mereka tidak peduli,
mereka langsung menuju ke tempat siska berada, mereka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan mereka tidak peduli dengan nyawa mereka sendiri, hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di tempat itu,
Saga langsung mengambil ponselnya dan menghubungi nomor itu
" katakan," ucap Saga sembari berlari
mereka langsung menuju ke tempat tersebut, Saga memberi kode kepada mereka untuk menyebarkan anak buah mereka, mereka langsung menyebar, Saga melihat kearah orang tersebut, dia langsung berlari mendekati orang tersebut,
siska yang melihat kedatangan Saga langsung berdiri dan berjalan mendekati Saga, Saga langsung memeluk siska untuk menenangkannya,
" tenanglah, aku sudah disini," ucap Saga
" aku takut sekali," ucap siska lirih
dia langsung membawa siska pergi dari tempat itu sepanjang jalan siska tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Saga, bahkan saat mereka sampai di dekat mobil pun siska tidak melepaskan tangannya,
Saga membukakan pintu mobil untuk siska, dan menyuruh nya untuk masuk ke dalam mobil, setelah itu dia juga masuk ke dalam mobil,dia langsung menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya,
" sejak kapan dia mengikuti mu," ucap Saga
" sejak, acara pertemuan itu aku selalu merasa dia terus mengawasi ku," ucap siska, Saga pun langsung mengangguk tanda mengerti, lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang,
" bagaimana,"
__ADS_1
"........",
" baiklah," setelah mengatakan itu,dia langsung mengakhiri panggilan tersebut
" kau mau kemana setelah ini," tanya Saga
" entahlah," jawab siska
" bagaimana jika kembali ke mansion kita," ucap Saga
" mansion kita," ulang siska
" iya, mansion kita, siapa tahu, setelah kesana, ingatanmu akan kembali," ucap Saga
siska yang mendengar hal itu langsung menunduk, entahlah, Saga melihat siska dari ujung matanya,dia merasa seperti ada yang disembunyikan oleh siska,tapi dia memilih diam
." bagaimana,kau mau kan," ucap Saga
" eh, emm, ba baiklah," ucap siska lirih
Saga hanya tersenyum dan mengelus rambut siska, mereka pun langsung menuju ke arah mansion milik Saga
__ADS_1
bersambung......