
min ha kemudian menuju ruangan jung won
Tok Tok Tok
"masuk"
jung won yang duduk di kursi kerjanya dengan ekpresi resah
"kenapa dia yang datang kan aku menyuruh kim"batin jung won yang melihat min ha menuju ke arahnya
"maaf presdir saya mengantarkan dokumen yang presdir minta tadi"
"kenapa kau yang mengantarkannya bukankah tadi saya bilang kim yang harus mengantarkannya"
"maaf presdir tapi tadi kim meminta saya untuk mengantarkannya karena dia harus ke ruangan divisi humas"
"apa ini hanya alasan dia? apa dia marah padaku gara-gara perlakuan luna tadi?" batin jung won
"baiklah kalau begitu kau boleh pergi"
"baik presdir saya permisi" min ha kemudian meninggalkan jung won
"ada apa dengan presdir kenapa dia terlihat bingung seperti itu?" ucap min ha yang duduk di meja kerjanya
"aku merasa bersalah padanya, kenapa dia tidak mau menemuiku aku takut dia tidak percaya lagi padaku setelah kejadian itu"
rara yang tadi bicara pada min ha akan ke ruang humas ternyata dia diam di tangga darurat dengan air mata sesekali menetes
"kenapa dia seperti itu? setelah aku mencintainya tapi apa yang aku dapat dia masih berhubungan dengan wanita itu? dan dia melakukan itu di depan mataku sendiri, hatiku rasanya sakit sekali" ucap rara menutup wajahnya dengan kedua tangannya
di tempat jung won, jung won keluar dari ruangannya dan menghampiri meja kerja rara dan min ha
"apa kim belum kembali?"
"belum presdir dia belum kembali"
"baiklah kalau begitu"
jung won berjalan untuk mencari rara dia menuju ruang divisi humas
"selamat siang presdir, apa yang membuat anda kesini" ucap salah satu karyawan yang ada disana
"apa kim kesini?"
"tidak presdir tidak ada nona kim kesini"
"dia tidak ada disini? lantas kemana dia" batin jung won
__ADS_1
"baiklah jika seperti itu"
jung won pergi dari ruangan humas dan semua karyawan memberi hormat padanya
"kemana dia kenapa aku tidak menemukannya?" ucap jung won yang terus mencari rara di sekeliling kantor kemudian dia melihat office boy akan masuk ke dalam pintu darurat membawa tisu di tangannya
"selamat siang presdir"
jung won tidak menggubris office boy tersebut dia hanya berjalan dan seketika langkahnya terhenti dia melihat ke arah belakang dimana ob itu berjalan memasuki pintu darurat
"hey tunggu" ucap jung won yang langsung menghampiri dia
"apa ada yang bisa saya bantu presdir"
"kau mau kemana? dan kenapa kau membawa tisu?"
"oh itu presdir emm itu"
"kenapa kau gugup seperti itu?"
"saya tadi mendengar ada seseorang sedang menangis di dalam, dan saya mendekatinya dan melihat nona kim sedang menangis disana, saya membawa tisu ini dan saya akan memberikannya pada nona kim"
"apa kau bilang? kim? dia menangis?"
"iya presdir nona kim"
"baik presdir" ucap office boy itu kemudian pergi meninggalkan jung won.
jung won masuk ke tangga darurat dengan langkah pelannya dan tidak lama dia menemukan rara dalam posisi membenamkan wajahnya yang bertumpu pada pahanya
"kenapa aku jadi menangis seperti ini, sudahlah aurora jangan kau pikirkan itu dari awal harusnya kau sadar jika dia hanya ingin mempermainkanmu saja, kenapa kau percaya dan mencintainya sekarang kau lihat apa yang terjadi atas kebodohanmu sendiri" ucap rara.
jung won yang masih berdiri tidak jauh dari tempat rara hanya terdiam dan mendengar apa yang rara bicarakan rasanya dia ingin sekali memeluk rara menenangkannya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
handphone rara berbunyi di lihatnya min ha menelponnya
"ya min ha ada apa"
"hey bodoh kau dimana kenapa lama sekali presdir dari tadi mencarimu, mana sekarang sudah waktunya jam makan siang, cepatlah kembali kita makan siang"
"baiklah aku sedang di toilet sebentar lagi aku kesana, kau duluan saja nanti aku menyusul"
"baiklah aku tunggu" ucap min ha kemudian menutup telponnya
"baiklah aurora kau baik-baik saja jangan sampai min ha dan orang-orang tau tentang apa yang terjadi padaku, sekarang aku harus pergi ke toilet untuk merapihkan diriku" rara bangkit dan berjalan keluar dia tidak mengetahui jika jung won dari tadi memperhatikannya dengan tisu di tangannya
"apa dia sungguh terluka karena aku, aku bahkan tidak berani untuk menghampirinya"
__ADS_1
ucap jung won yang melihat rara pergi.
setibanya rara di toilet dia merapihkan baju dan memcuci wajahnya dengan air dan menatap ke arah kaca besar yang ada disana
"apa aku terlihat seperti habis menangis? apa min ha tidak akan curiga padaku?"
"ah sebaiknya aku merias diriku dulu, setidaknya itu bisa menyembunyikan mataku yang merah seperti ini
kemudian rara keluar dari toilet dan berjalan menuju kantin, disana terlihat min ha menunggunya
"dari mana saja kau? kenapa lama sekali?"
"aku tadi ke toilet aku merasa perutku tidak enak dan aku merasa pusing"
"apa kau sakit? kenapa matamu terlihat merah seperti itu?"
"apa mataku masih telihat merah? padahal aku sudah berusaha menutupinya" batin rara
"ya aku sedikit tidak enak badan mungkin aku kecapean" ucap rara dengan memegang leher belakangnya sendiri
"kenapa kau tidak izin untuk pulang saja dan beristirahat"
"ah tidak aku tidak apa-apa nanti juga baikan, ayo sekarang kita ambil makanan aku merasa sangat lapar sekali"
kemudian mereka makan siang, rara masih terlihat sesekali melamun namun min ha selalu menyadarkannya
"ada apa denganmu kenapa kau melamun saja dari tadi? aku akan minta izin pada presdir agar kau bisa pulang dan beristirahat aku yang akan menggantikanmu meeting dengannya" ucap min ha memegang tangan rara
"tidak usah aku tidak apa-apa ko, tapi aku tidak bisa mengikuti presdir meeting apa kau bisa menggantikanku?"
"baiklah aku akan menggantikanmu" ucap min ha dan kemudian mereka pergi meninggalkan kantin menuju meja kerja mereka
"kau diam saja disini dan kerjakan pekerjaan yang bisa kau kerjakan jangan tertalu berat, biar nanti aku yang akan mebereskannya, aku akan pergi ke ruangan presdir sekarang" ucap min ha pada rara
"terimakasih kau memang terbaik" ucap rara tersenyum dan min ha kemudian pergi meninggalkan rara menuju ruangan presdir
"maaf presdir sekarang sudah waktunya meeting, saya akan menggantikan kim untuk meeting dengan anda"
"kenapa kau menggantikannya?"
"kim sepertinya dia tidak enak badan dia terlihat lemas dan pucat, dia memintaku untuk menggantikannya"
"apa benar dia sakit?" ucap jung won khawatir
"iya presdir aku memintanya untuk pulang dan beristirahat tapi dia menolak"
jung won kemudian bangkit dan berjalan keluar ruangannya min ha mengikutinya dari belakang dengan setengah berlari karena langkah jung won sangat cepat
__ADS_1