Cinta Seorang CEO

Cinta Seorang CEO
Cinta seorang CEO 18


__ADS_3

jung won sadar dengan perlakuan karyawannya terhadap dia jam rara


"sepertinya yang di katakan kwon benar, mereka semua melihat ke arahku dan nona kim saat ini" batin jung won


sesampainya mereka di ruang meeting semua yang ada di ruanganpun berdiri menyambut kedatangan jung won


"selamat siang presdir"


"selamat siang, silahkan duduklah kembali"


jung won berjalan menuju kursi paling depan menghadap kepada orang orang-orang yang ada disana dan rara yang duduk di belakang orang-orang yang ada di ruang meeting bisa dengan jelas melihat jung won yang sedang memimpin jalannya meeting itu


"dia sangat tampan sekali tapi kenapa sikapnya bisa sedingin itu?" batin rara yang terus memperhatikan jung won dari tempat duduknya yabg dari tadi berbicara dengan rekan kerjanya, sesekali jung won melirik rara, rara yang kaget tiba-tiba jung won meliriknya seakan sadar dia sedang di perhatikan oleh rara


"kenapa gadis itu terus saja memperhatikanku? apa dia mulai menyukaiku" batin jung won dengan sedikit tersenyum


"baiklah meeting siang ini kita akhir sampai disini, terima kasih untuk waktu kalian"


"baik presdir"


jung won berjalan menuju rara


"apa kau mencatat semua yang di bahas dalam meeting ini?


"ya tentu presdir saya sudah mencatat semuanya"


"baguslah" jung won berjalan terlebih dahulu meninggalkan ruangan meeting itu


"apa kau sadar dari tadi presdir hanya melihat ke arah sekertarisnya? dia bahkan tersenyum sesekali" ucap salah satu orang yang berada di tempat meeting sesudah jung won dan rara pergi


"benar aku juga menyadarinya sepertinya sekertarisnya juga memeperhatikan dia dari tadi"

__ADS_1


"apa benar mereka memiliki hubungan?"


"keliatannya seperti itu, kalau tidak ada hubungan apapun tidak mungkin seorang CEO dan sekertarisnya berbalas pandangan seperti itu, itu sama seperti orang yang sedang jatuh cinta" mereka terus bergosip sampaimeninggalkan ruangan itu


di tempat lain rara dan jung won menuju ruangan mereka tidak ada yang di bicarakan selama mereka manuju ke ruangan mereka dan seketika


"maaf presdir anda duluan saja saya akan ke toilet dulu sebentar"


"oh ya baiklah"


rara hanya melempar senyum pada jung won, jung won meneruskan jalannya menuju ruangannya


"huh aku rasa aku lelah" ucap rara dalam satu ruangan toilet


"kau tau tidak presdir kita sepertinya ada hubungan dengan nona kim sekertarisnya itu" ucap salah satu wanita yang berada di toliet tersebut mengobrol dengan temannya


"apa dia sudah merayu presdir kita sampai-sampai presdir mau dengannya"


rara yang sedari tadi mendengar perkataan mereka di balik pintu toilet hanya bisa terdiam merasa sedih dan kesal karena dia di anggap wanita penggoda


"oh tuhan rasanya aku ingin menjambak rambut mereka, mereka berbicara seenaknya saja padaku seakan mereka tau semuanya" ucap rara yang kemudian keluar dari toilet dan menuju wanita yang membicarakannya.


wanita itu terlihat sangat kaget karena rara tiba-tiba saja keluar dari toilet itu.


rara mendekatkan diri pada cermin dan mengeluarkan lipsticknya kemudian menggunakan dengan sangat tebal kemudian dia merapihkan rambutnya, wanita wanita itu masih memperhatikan rara dengan muka tegangnya


"aku rasa aku sudah cukup cantik untuk menggoda presdir lagi bibirku sudah terlihat seksi sekali sekarang" ucap rara sengaja agar semua gadis itu mendengar yang dia katakan sambil merapihkan lipsticknya laku dia berjalan keluar tanpa memperhatikan wanita yang dari tadi bergosip tentangnya


"bagaimana ini apa dia mendengar semua yang kita katakan tadi? bagaimana kalau dia bilang pada presdir? tamat riwayat kita disini" ucap salah satu wanita yang ada disana dan wanita yang lainnya memasang muka tegangnya


bruukk

__ADS_1


rara menjatuhkan diri di kursi kerjanya dan min ha yang mendengar itu langsung menghampiri rara


"kamu kenapa lagi kim apa ada masalah?"


rarapun melirik ke arah min ha dengan lipstick merah menyala seperti ingin menggoda seseorang


"ada apa denganmu kenapa kau memakai lipstick seteba itu? ucap min ha kaget dan memegang pundak rara


"aku kesal sekali, kenapa mereka selalu bergosip tentangku? apa kau tau mereka menyebutku dengan sebutan wanita penggoda aku di tuding menggoda presdir agar mau denganku" ucap rara kesal dengan menghapus lipstick tebal di bibirnya dengan tisu


"apa? mereka menudingmu menggoda presdir? ini keterlaluan sekali padahal aku tau kau selalu di marahi oleh presdir itu bagaimana mungkin kau bisa menggoda dia" ucao min ha dan mengepalkan tangannya


"aku merasa kesal sekali atas ucapan mereka sehingga aku memakai lipstick setebal ini, dasar bodoh kenapa tadi aku tidak langsung menjambak rambut mereka saja" ucap rara dengan mata berkaca-kaca


"tenang kim aku akan kasih mereka pelajaran"


"jangan min ha biar aku saja aku bisa membuat mereka meminta maaf padaku atas kesalahan mereka"


"tapi kim aku juga merasa kesal dengan ucapam mereka"


"tidak min ha biarkan saja mereka mau berbicara apa saja tentangku asalkan aku tidak merasa seperti itu"


"hey kim kenapa kau begitu baik"


"aku tidak baik aku hanya sedang menenangkan diri saja aku tidak mau membalas apapun yang mereka katakan padaku jika aku membalas, tidak ada bedanya aku dengan mereka"


"oh kim kau begitu baik, tenanglah sayang"


"kau lanjut bekerja sana jangan terus diam di mejaku seperti ini menghalangi saja"


"baiklah baiklah maafkan aku"

__ADS_1


min ha pun menuju meja kernanya kembali dan fokus pada komputernya kembali dan rara pun sama dia kembali fokus pada komputernya lagi padahal dalam hatinya dia merasa canpur aduk


__ADS_2