
Di lain tempat, saga masih terus melakukan pencarian terhadap Stella, sudah lima bulan setelah kepergian Stella, saga masih belum menyerah,
di kediaman keluarga besar Pratama, terlihat 4 pemuda yang tengah mondar-mandir menghawatirkan kakak mereka, bagaimana tidak khawatir karena kakak mereka tidak ada kabar sejak pulang dari kantor sore tadi,
bahkan menurut Jimmy asisten sang kakak, Saga telah meninggalkan kantor sejak selesai makan siang dan mengatakan akan pergi, merasa sendiri merasa orang kira-kira kemana perginya,
karena ingat mereka mereka tidak berjanji dengan investor apalagi janji temu rapat diluar kantor, bahkan saat sore tadi pas sampai rumah ternyata saga tidak berada di dalam rumah,
hingga larut malam,saga belum juga kembali, mereka benar benar merasa khawatir, di tengah kekhawatiran mereka terdengar suara deru mobil yang berhenti di halaman mansion,
lalu mereka berjalan beriringan menuju depan mansion dan benar saja terlihat Saga baru turun dari dalam mobil dengan keadaan yang cukup kacau dan berantakan,
" kak, Kau dari mana sejak siang tadi, kami mencarimu,"tanya Dion
"aku hanya pergi sebentar,"jawab Saga
tapi langkah Saga tiba-tiba berhenti karena lengan yang dicekal oleh Rayhan,
__ADS_1
" apakah kau tidak ingin jujur kepada kami kami tahu selama ini kau terus mencari keberadaan Stella, kenapa kau masih tidak mau ikhlas kan dia ,dia sudah bahagia di alam sana sudah tenang bersama mama dan papa,
tangan Saga terkepal kuat mendengar penuturan dari Rayhan, bahkan rahangnya mengeras menahan emosi ada rasa tidak rela saat adiknya mengatakan bahwa stella telah tiada
" berhenti menyiksa dirimu sendiri kak ini sudah 5 bulan lamanya kau harus bisa merelakan dia jangan membuat dirimu hancur seperti ini lihat dirimu sangat kacau," lanjut Rayhan
saga tidak menanggapi mereka , dia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya mereka hanya menatap nanar kearah kakaknya,
mereka bukannya tidak merasakan apa yang saga rasakan, tapi apa yang bisa mereka lakukan, mau bagaimanapun mereka menyangkal, pada kenyataannya adik mereka telah tiada,
mereka juga tahu bagaimana besarnya cinta saga terhadap Stella, tapi pemuda itu selalu berhasil menutupinya walaupun mereka tetap dapat melihat betapa besarnya cinta saga terhadap Stella,
di dalam kamar Saga yang baru saja menyelesaikan mandi langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur,
pikirannya selalu memikirkan di mana keberadaan gadis itu, dia mengambil bingkai foto yang terletak di atas meja samping tempat tidur, dia mengelus foto tersebut air matanya mengalir dari sudut matanya,
terlihat jelas, ada pancaran kerinduan yang mendalam,dari sorot matanya,dia benar benar merindukan gadis itu, gadis yang selalu membuatnya khawatir,
__ADS_1
gadis yang selalu membuatnya menunggu, disaat jam makan, gadis yang selalu, membuatnya ingin terus mendengar suara indahnya,
dia sendiri berdoa kepada Tuhan, andaikan,dia diberikan kesempatan kedua untuk bertemu dengan gadis itu,maka dia berjanji,dia akan langsung mengatakan pada gadis itu bahwa, dirinya sangat menyayangi dan mencintai gadis itu,
dia tidak akan bersikap pengecut seperti dulu lagi, andaikan dia diberikan kesempatan kedua, dia tidak akan pernah membiarkan siapapun untuk mendekati gadis itu,
seandainya dia diberikan kesempatan kedua, dia akan selalu berada di sampingnya, seandainya.....
" seandainya ?," batin saga
bersambung.,.
terlalu banyak seandainya,
gimana kak reader, kalau seandainya saga diberikan kesempatan kedua,
apakah dia akan mengakui perasaannya kepada Stella,
__ADS_1
seandainya dia diberikan kesempatan kedua, apakah dia benar benar akan lebih menjaga keselamatan Stella dari mereka yang menginginkan Stella,