Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Dilara


__ADS_3

Aku dan Tante Alessandra sudah selesai dalam perjalanan dan kini kami sudah berkemas-kemas untuk segera pulang.


"Tante, tolong telfon kak Bastian aku lupa soal nanti malam, bisa-bisa dia datang dan pasti dia akan marah kepadaku Tan."pinta ku kepada Tante Alessandra.


"Baiklah, aku akan menelfon dia dan kau yang berbicara kepadanya setuju?"ucap Tante Alessandra dengan sangat malas.


"Baiklah cepat telfon dia." ucapku dengan sangat gembira dan Tante Alessandra menghubungi Kak Bastian dan tersambung namun Kak Bastian tak kunjung menjawabnya.


Hingga Tante Alessandra memutuskan untuk tidak menghubungi lagi.


"Mungkin dia lagi meeting Ra, coba sore hari nanti kamu telfon dia lagi aja ya?"Tante Alessandra menatap wajah wajahku dengan sangat serius.


"Baiklah Tante, mari kita pulang. "ucapku dengan sangat lemas, aku dan Tante Alessandra bergegas pulang dan kami menaiki mobil milik Tanteku tersebut.


Setelah kami sampai kami pun masuk kedalam kamar ku entah mengapa Tanteku selalu saja mengikuti aku, namun ku biarkan saja dia mengikuti aku dan kami bercerita tentang seseorang yang di sukai oleh Tanteku.


"Dia itu emang tampan dan gagah tau gak sih."ucapnya sambil mengingat-ingat kembali wajah pria idamannya tersebut, entah siapa yang di maksudkan olehnya dan aku hanya tersenyum saja.


"Oh ya Tante, jangan terlalu menyukainya nanti dia sudah ada yang punya dan Tante akan sakit hati, " ucapku yang seolah-olah menasehatinya padahal aku juga tidak tahu menahu soal percintaan, sebab aku tidak pernah dekat dengan laki-laki di kampusku sebab aku sangat galak seperti preman pasar.


Sehingga tidak ada yang mendekati aku dan aku juga tidak suka di dekati oleh laki-laki sebab aku merasa sangat tidak nyaman.


"Emang dia udah pacaran sama si Kelya, tapi, dia juga suka tu sama Dilan, " ungkapnya yang membuat aku membulatkan mataku.


"Yang benar Tan, emang Tante tahu dari mana dia suka sama kak Dilan?"ucapku dnegan sangat penasaran.


"Kamu ya, ketinggalan jaman ... Dia itu sering kali mendekati Dilan dan menggoda Dilan tau gak?" ucapnya dengan sangat ketus padaku.


"Biarkanlah, lagian aku juga malas ngurusin kehidupan mereka Tan, kehidupan aku aja gak tahu kayak gimana ... " ucapku sambil tertawa kecil Tanteku juga ikut tertawa saat kami sedang tertawa ponselku berdering dan ternyata Kak Bastian yang menelfon ku lewat video call dan aku langsung menjawabnya.


📱Kak Bastian.


"Diaman Kakak sudah sampai ini?" ucap Kak Bastian yang menatap wajahku dari ponselnya.


"Kak ... Maaf ya, Dilara lupa hari ini baru malam Sabtu bukan malam Minggu ... "ucapku pelan.

__ADS_1


"Ya ampun, kenapa aku bisa lupa kalau hari ini aku masih bekerja, "Kak Bastian menepuk keningnya lalu dia menatap tajam kearah ku.


"Maaf Kak ... " ucap dengan sangat lembut.


"Cepatlah datang dan jangan terlalu lama dan jangan terlalu banyak bertanya." Kak Bastian langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Aku menatap wajah Tante Alessandra yang berada di sampingku lalu aku tersenyum.


"Ayolah antarkan Dilara menemui kak Bastian Tante ... " ucapku yang menatap wajah Tante Alessandra dengan sangat imut.


"Baiklah tapi, kau harus merubah penampilan mu yang seperti preman pasar itu!" ucapnya dengan sangat ketus.


"Hah, apa maksudnya?"ucapku dengan sangat bingung aku berfikir ada apa dengan penampilan ku sehingga aku harus merubahnya.


"Kau seperti seorang preman pasar, dan kau tidak boleh protes saat aku memakaikan mu makeup, "ucap Tante Alessandra yang bergerak bangun.


"Baiklah tapi, jangan sampai aku terlihat seperti badut ya Tan ... " ucapku yang berjalan menghampirinya.


Tante Alessandra mengambil dress berwarna merah muda yang terlihat sangat cantik, lalau dia melemparkannya ke wajahku dengan sigap aku langsung menangkapnya.


"Kau sudah berjanji tidak akan protes bukan?"ucapnya sambil menatap kearah ku dengan tatapan tajamnya.


"Baiklah tapi, aku hanya menemui kak Bastian saja dan bukan menemui pacar atau laki-laki Tan."ucapku dengan sangat memohon agar dia tidak merubah penampilan ku.


"Kau ini bagaimana, bukankah dia adalah laki-laki juga. Kau tahu kalau kau berpenampilan mu seperti seorang wanita maka dia akan mengatakan pada papamu bukan?"ucap Tante Alessandra yang menepuk pundak ku dengan perlahan.


"Tapi, dia itu kakak ku Tan bukan pacarku, "jelas ku kepadanya lalu ku lihat dia mengepalkan tangannya dan menatap tajam kearah ku.


"Dilara ... Coba kau dengarkan aku baik-baik selama ini kau tidak pernah di dekati oleh laki-laki bukan sebab penampilan mu, yang terlihat seperti seorang preman pasar!"bentaknya sontak saja membuat ku takut dengan cepat aku langsung menjawab ucapnya.


"Baiklah, tapi aku tidak ingin baju yang terlihat seperti seorang wanita malam itu. Aku ingin baju yang terlihat lebih sopan sedikit, "ucapku dengan sangat terpaksa.


Tante Alessandra beranjak dan mengambil bajunya yang sedikit panjang dan dia memberikannya kepadaku, Tante Alessandra juga mempersiapkan alat makeup miliknya untukku dan lagi-lagi aku hanya bisa diam saja.


Setelah selesai memakai baju aku duduk di depan cermin hias, aku hanya bisa pasrah saat Tante Alessandra menghias wajahku menggunakan makeup miliknya.

__ADS_1


Tante Alessandra tersenyum dan dia tidak bisa berkata-kata lagi sebab dia sangat terpana akan kecantikan ku.


"Dilara ... Kau sangat cantik dan manis ... " Tante Alessandra menatap wajah ku yang sangat cantik hasil riasannya.


Aku langsung melihat wajahnya dari cermin dan aku membulatkan mataku sebab aku melihat kecantikan di wajahku.


"Ini benar-benar aku, apa ini orang lain Tante?"ucapku dengan sangat terkejut.


"Sudah-sudah ayo kita pergi, sebelum kak Bastian marah kepada mu dan dia akan marah besar ... Cepat, " Tante Alessandra menarik tangan ku dan aku masih memandangi wajahku lewat cermin.


Setelah kami sampai didalam mobil Tante Alessandra, aku memakai High heels yang sebelumnya tidak pernah aku gunakan.


Akan jadi apa aku nantinya, dan aku berdoa semoga saja aku bisa menggunakannya saat di hadapan Kak Bastian nantinya.


Tante Alessandra langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia berkata agar kami segera sampai, aku sudah berulang kali mengatakan kalau dia tidak usah mengebut namun dia sangat keras kepala dan tidak mendengar ucapan ku.


Setelah sampai aku langsung turun dengan perlahan dan dia langsung meninggalkan ku, aku berjalan dengan sangat perlahan agar aku tidak terpeleset dan saat aku masuk kedalam aku melihat Kak Bastian.


Dan aku langsung menghampirinya ku lihat dia menatapku tanpa berkedip sama sekali.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


.


__ADS_2