Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author remaja yang mirip Bastian


__ADS_3

Kenan bersama dengan Alice masih berada di Kantor sebab mereka sedang bermadukasih, meskipun Kenan sudah tua namun ia masih seperti waktu muda dulu. Yang tak kenal waktu kapan akan ia melakukan bercocok tanam.


Setelah selesai mereka langsung mandi dan bersiap-siap untuk segera pulang, saat mereka masuk kedalam mobil mereka melihat seorang anak laki-laki remaja. Yang sedang mengalami kecelakaan lalu mereka bergegas untuk menolongnya.


"Mas, kasihan sekali anak itu ... Sebaiknya masuk kedalam mobil kita saja agar cepat sampai rumah sakit, "usul Alice dan semua orang membatu membawa anak tersebut masuk dalam mobil mereka.


Kenan dengan sangat cepat melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sebab keadaan anak tersebut sudah sangat parah ia banyak sekali mengeluarkan darah. Membuat Alice sangat panik dan menangis.


Ya Allah, selamat kan anak ini semoga dia baik-baik saja, batin Alice.


Setelah mereka sampai di rumah sakit beberapa orang ikut mengantarkan anak remaja tadi, mereka membawanya ke UGD untuk di tangani oleh Dokter dan Kenan menemani anak tersebut.


Sebab anak remaja tadi tidak memiliki keluarga ia anak yatim-piatu, dari keterangan warga yang mengatakan anak tersebut dan kini mereka sudah pergi.


"Dok, apa dia baik-baik saja? Terlihat lukanya cukup parah?"tanya Kenan sambil melihat Dokter melakukan tugasnya.


"Dia baik-baik saja Pak, hanya saja dia sedikit kekurangan darah ... "jelas Dokter tersebut.


"Saya siap untuk menolongnya Dok, ambil saja darah saya sebanyak mungkin agar dia dapat di selamatkan ... "ucap Kenan dengan sangat cemas ia takut terjadi sesuatu pada anak tersebut.


"Baik Pak, kita akan mencocokkan darah Bapak dan anak ini cocok atau tidak, "ucap Dokter tersebut dan kini ia sudah menyelesaikan pekerjaan.


Dokter tersebut membawa Kenan ke ruangan pemeriksaan darah dan kini Kenan sedang di periksa, golongan darahnya cocok atau tidak dengan anak remaja tersebut.


"Bagus Pak, darah anda dan anak tadi cocok kini kami akan melakukan transfusi darah anda untuk di donor kan pada anak tadi ... "ucap Dokter tersebut.


"Syukurlah ... Lakukan sekarang Dok, "pinta Kenan pada Dokter tersebut.


Setelah Dokter melakukan Transfusi darah yang di lakukan oleh Kenan, kini Dokter tersebut memberikan darah Kenan untuk anak remaja tadi.


Alice menghampiri suaminya yang masih terbaring di tempat tidur rumah sakit.

__ADS_1


"Mas, baik-baik saja?"tanya Alice dengan sangat cemas melihat keadaan suaminya.


Kenan tersenyum dan mengelus wajah Alice dengan sangat lembut.


"Mas, baik-baik saja sayang, kamu jangan khawatir ya, apa kita boleh mengadopsi anak remaja tadi. Kasihan sekali dia yatim-piatu dia sudah tidak memiliki siapapun ... "ucap Kenan dengan sangat lembut dan ia mengingat kembali saat ia melihat wajah anak remaja tadi.


"Baiklah Mas, kita akan mengurus semuanya untuk mengadopsi anak remaja tadi. Alice setuju saja apapun keputusan Mas ... "ucap Alice dengan sangat lembut membuat Kenan tersenyum bahagia, sebab Alice tidak pernah menentang keinginannya dan selalu memiliki pendapat yang sama.


"Mas, sangat beruntung memiliki wanita seperti mu ... Kita tidak pernah berselisih paham, kita selalu satu pendapat. Terimakasih sudah menemani Mas sayang ..."Kenan mencium tangan Alice dan mereka sama-sama tersenyum bahagia.


Setelah Kenan sudah pulih mereka menghampiri anak remaja yang masih tidak sadarkan diri, mereka duduk di samping anak remaja tersebut dan saling menatap anak remaja tersebut.


"Kenapa wajah anak ini, sangat mirip Bastian sewaktu masih remaja ya?"ucap Kenan yang memperlihatkan wajah anak remaja tersebut, dan ia mengingat-ingat kembali wajah Bastian sewaktu masih remaja.


"Yang benar Mas, mungkin hanya kebetulan saja bukankah kita ada tujuh kembaran di dunia ini?"ucap Alice yang menatap wajah Kenan dengan sangat dalam.


"Benar juga, hanya kebetulan saja tapi, mereka benar-benar sangat mirip sayang. Coba kamu perhatikan wajahnya dengan foto Bastian ... "usul Kenan dan Alice melakukannya dan ia membulatkan matanya sebab mereka benar-benar sangat mirip.


"Mungkin saja, lihat dia sudah bangun ... "ucap Kenan yang menunjuk anak remaja tersebut sudah sadarkan diri.


Anak remaja tersebut merasa sangat penting dan bingung lalu ia menatap wajah Alice dan Kenan.


"Saya berada dimana?"ucap anak remaja tersebut dangan sangat lemas sambil menatap sekelilingnya.


"Kamu ada dirumah sakit, tadi kamu kecelakaan ... "ucap Kenan dengan sangat lembut dan anak remaja tersebut menangis.


"Ada apa Nak, katakan?"tamba Alice dan ia memeluk anak remaja tersebut.


"Saya tidak apa-apa Tante, hanya saja saya merasa sangat terpukul sebab saya tidak mempunyai uang untuk. Membayar rumah sakit ini ... "ucap anak remaja tersebut dengan tangisannya.


"Tenang saja Nak, kami akan membayar semuanya dan kami akan mengadopsi mu untuk menjadi anak kami, "ungkap Kenan dan anak remaja tersebut langsung menatap wajah Kenan.

__ADS_1


"Anda serius Pak, maksud saya Bapak tidak menyesali, bukan begitu. Maksudnya saya hanya anak pinggir jalan saja dan anda orang kayak ... "ucap anak remaja tersebut dengan sangat gugup.


"Kami sudah memikirkannya, dan besok kita akan pulang kerumah baru mu bersama-sama ... Dan panggil kami Papa dan Mama ... "ucap Kenan dengan senyuman manisnya.


"Terimakasih banyak Pak, atas kemurahan hati Bapak dan Ibu saya sangat berterimakasih atas semuanya, "anak remaja tersebut memeluk Alice dan menangis tersedu-sedu sehingga ia merasa sangat pusing.


"Mas, tolong dia pingsan mungkin karena dia masih terlalu lemah ... "ucap Alice sambil menahan anak remaja tersebut, dan Kenan langsung membantu Alice meletakan anak remaja tersebut di tempat tidur.


"Sebaiknya kita biarkan saja dia beristirahat, kita pulang saja kita akan mengutus anak buatku untuk menjaganya disini ... "ucap Kenan dan Alice menyetujui permintaan suaminya tersebut.


Kenan dan Alice bergegas pergi dari rumah sakit dan anak buahnya yang menjaga anak remaja tersebut, setelah mereka sampai di rumah terlihat rumah sudah sangat sunyi mereka langsung masuk kedalam kamar.


Setelah mereka selesai berganti baju mereka duduk saling berpelukan.


"Mas, kita akan merawatnya dengan sangat baik kita akan menyekolahkannya lagi. Sepertinya dia seumuran dengan Dilan dan Dilara ya?"ucap Alice yang mengingat wajah anak remaja tersebut seperti seumuran dengan anak-anaknya.


"Benar, kita akan membawanya pulang besok dan kita akan segera memasukannya ke Kampus Dilan dan Dilara ... "ucap Kenan sambil meraba-raba gunung kembar milik Alice.


"Mas, jangan nakal ya, bukankah sore tadi sudah?"ucap Alice dengan sangat lembut, namun Kenan semakin melanjutkannya.


Alice menahan tangan Kenan yang akan meraba gua miliknya, dan Kenan semakin memasukan jarinya kedalam gua milik Alice dan ia juga melahap bibir ranum Alice.


Perlahan Kenan memasukan gagang tegak miliknya kedalam gua milik Alice yang sangat hangat, dan lembut sedikit kenyal juga, dan ia melajukan gagang miliknya sehingga Alice meninta ampun.


.


.


.


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2