Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author menyusun rencana pernikahan


__ADS_3

Bastian merasa sangat pusing sebab ia ingin ikut bersama dengan Papa dan kekasih kecilnya, berlibur akan tetapi ia juga tidak ingin menahan dirinya untuk menahan rasa rindu kepada kekasih kecilnya.


"Sial, bagaimana ini kalau aku menyusul tidak akan mungkin lagi dan aku juga tidak ingin sampai papa dan semuanya mengetahui hubungan ku dan Dilara untuk saat ini, "ucap Bastian sambil menatap foto Dilara yang menjadi wallpaper ponselnya.


...


Dilan sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju Cafe love sorry sebab ia akan bekerja disana, ia akan menjemput anak sambungnya terlebih dahulu sebab ini kali pertama buat mereka masuk kerja.


Aku akan menjemput anak sambung ku, terlebih dahulu dan kami akan berangkat bersama-sama. Aku memang sengaja tidak ikut bersama dengan Papa dan Dilara sebab ini kali pertama buatku masuk kerja. Batin Dilan.


Dilan bergegas pergi menuju rumah Doni setelah ia sampai ia langsung masuk kedalam dan ia bertemu dengan Kisya.


"Papi, aku sangat merindukanmu. Kenapa sudah beberapa hari ini tidak pulang?"tanya Kisya dengan sangat manja dan ia menghampiri Dilan.


"Tan, aku hari ini mau kerja dulu ya, mau cari nafkah untuk mu dan juga anak kita ..."ucap Dilan yang mendudukkan bokongnya di sofa dan di ikuti oleh Kisya.


"Tapi, malam ini pulang ya?"ucap Kisya yang bergelayut manja pada Dilan.


"Baiklah, selama dua malam aku akan tidur disini sebab papa pergi berlibur,"sambung Dilan.


Bahagia sekali mereka rupanya ya, aku akan menghampiri mereka dan aku akan mengakui bahwa Doni adalah anaknya Bastian. Enak saja mereka hidup enak sedangkan aku hidup susah, batin Kisya.


"Baiklah, aku akan menunggu Papi nanti malam ... "ucap Kisya dengan sangat manja dan ia juga mencium pipi Dilan.


Doni datang dan ia langsung bergegas pergi bersama dengan Dilan mereka langsung berangkat, menuju Cafe setelah sampai mereka langsung masuk kedalam dan mereka menemui manajer Cafe love sorry.


"Tugas kalian adalah, mencuci semua piring kotor, "ungkap Yuda.


Sontak saja membuat Dilan dan Doni membulatkan matanya mereka.


Kalau begini aku tidak mau bekerja disini, lebih baik aku menunggu uang jajan ku saja setiap Minggunya, batin Dilan.


"Kalau begitu saya permisi, saya tidak jadi bekerja,"ucap Dilan.


"Ya udah, aku akan tetap bekerja disini."ucap Doni.


"Baiklah, kau bisa bekerja hari ini juga."ucap Yuda yang berlalu pergi.

__ADS_1


"Aku pulang aja deh, "ucap Dilan yang berlalu pergi sedangkan Doni langsung mengerjakan tugas-tugasnya.


...


Dilara sangat leleh sehingga ia langsung tertidur pulas di kamar yang berada di lantai bawah, sedangkan Bagas ia tidak beristirahat melainkan ia duduk di bangku depan villa sambil menikmati embusan angin.


Sejuk sekali angin pantai ini, dulu aku juga sering berjalan-jalan bersama mama setelah kami miskin aku sudah tidak pernah merasakan hal seperti ini. Batin Bagas.


Bastian menelfon Bagas melalui video call.


๐Ÿ“ฑTanpa nama.


"Halo, ada apa Kak?"ucap Bagas dengan sangat cuek.


"Gas, aku tidak bisa pergi kesana dan kau jangankan Dilara ya?"ucap Bastian dengan sangat cepat.


"Kak, kalau itu adalah tugas ku sebagai seorang saudara untuknya, tidak usah Kakak memintanya sebab aku akan selalu melakukannya, "sambung Bagas.


"Baiklah, aku tutup dulu telfonnya, "ucap Bastian yang memutuskan sambungan teleponnya.


Aku benar-benar sangat kesal dan membencinya, aku dan mama tidak pernah dia pedulikan sedangkan wanita lain. Untung saja aku bertemu dengan om Kenan dan hidup ku benar sangat beruntung, aku bisa balas dendam dan merasakan hidup enak dan berkecukupan. Batin Bagas.


"Ma, apa Mama merestui hubungan Dilara dan Bastian?"tanya Kenan sambil menatap kearah Alice.


Alice langsung mengehentikan aktivitasnya lalu ia mendekati Kenan dan duduk bersebelahan dengan Kenan.


"Tidak, sebab mereka adalah adik dan kakak dan satu lagi kita sudah tahu akan sikap Bastian selama ini. Kalau kita merestui mereka sama saja kita menjatuhkan Dilara kedalam jurang, "ungkap Alice.


"Benar, apa Mama setuju kalau Dilara akan kita jodohkan dengan Bagas atau laki-laki yang lain?"tanya Kenan sambil menatap wajah Alice dengan sangat serius.


"Mama setuju, sebab mereka sangat dekat dan sepertinya mereka saling menyayangi satu sama lainnya. Kita akan menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuan mereka, "sambung Alice.


"Papa, setuju ..."ucap Kenan dengan sangat lembut.


....


Dilara bangun dan ia langsung mencuci wajahnya setelah itu ia langsung bergegas pergi dari kamarnya, ia melihat keseluruhan ruangan dan ia tidak dapat melihat keberadaan Bagas sehingga ia pergi ke luar.

__ADS_1


Benar saja ia melihat Bagas duduk santai di bangku panjang yang berhadapan dengan pantai, tidak tunggu lama lagi ia langsung berlari menghampiri Bagas.


"Bagas, aku lapar ..."ucap Dilara yang baru saja duduk di samping Bagas, sehingga Bagas langsung menoleh.


"Ambil ini, mama menyipitkan roti isi itu untuk kita makanlah ..."Bagas memberikan roti isi yang di buat oleh Alice tadi dan mereka makan bersama-sama.


Pada saat itu juga Kenan dapat melihat mereka dari atas balkon dan niat di hatinya semakin besar.


"Gas, kita berjalan-jalan di pantai sebentar saja ya ... Sebelum malam hari tiba."pinta Dilara dengan sangat lembut dan manis sehingga Bagas tidak dapat menolaknya.


"Baiklah, ayo sebelum waktu Magrib tiba, "ujar Bagas yang berlalu pergi dan di ikuti oleh Dilara.


Mereka berjalan-jalan di pinggir pantai yang sudah mengering airnya sebab pasang surutnya laut, Dilara menggandeng tangan Bagas sebab ia takut terpisah dari Bagas di karenakan ramainya pengunjung disana.


Setelah hari semakin sore mereka kembali ke villa dan mereka masuk kedalam kamar masing-masing, untuk mandi dan melaksanakan Shalat Magrib masing-masing juga.


Setelah selesai Shalat Magrib Bagas berdoa untuk Mamanya dan juga untuk dirinya.


"Ya Allah, hampa meminta ampun atas segala kesalahan hamba ... Semoga apa yang hamba lakukan tidak salah dan tidak keterlaluan ..."ucap Bagas dan ia langsung membereskan tempat Shalatnya tadi.


Setelah selesai ia menidurkan tubuhnya di kasur lalu ia tertidur pulas sebab ia sangat lelah, pada saat itu juga Dilara masuk kedalam kamarnya lalu ia melihat Bagas yang tertidur pulas dengan menggerakkan baju Koko dan sarung.


Dia benar-benar sangat lelah, sebaiknya aku pergi saja aku tidak ingin menggangunya beristirahat. Aku akan membangunkannya setelah Adzan Isya nanti, batin Dilara yang bergegas pergi .


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.๐Ÿ˜˜


__ADS_2