Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Ungkapan Ameena


__ADS_3

Bastian bersiap-siap untuk berangkat ke vila Kenan sebab ia ingin melihat keadaan Dilara, ia berjalan menuju luar dan ia menaiki Taksi agar segera sampai di Villa Kenan.


Setelah sampai ia langsung turun dari mobil dan ia berjalan dengan mengendap-endap agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya.


Bastian berjalan menuju jendela kamar dan ia mengintip sedikit ia melihat ternyata Bagas dan Dilara ada, Ia langsung mengamati apa saja yang di lakukan mereka berdua sampailah Dilara tidur dan Bagas juga tidur di tempat yang berada.


Ternyata mereka belum melakukan apa-apa, aku jadi tenang kalaupun mereka sudah melakukannya aku bisa menerima kekurangan Dilara. Batin Bastian.


Bastian berjalan menuju luar dia berhenti di gerbang vila Kenan lalu ia mengirimkan pesan kepada Dilara.


💌 Cinta ku.


(Keluar Kakak ada di gerbang.)


Dilara sudah tertidur sehingga ia tidak mendengar pesan masuk sedangkan Bagas ia mendengar, ia langsung membuka ponsel Dilara lalu ia membuka pesan masuk dari Bastian dan ia langsung segera menghapusnya.


Aku akan menemuinya, dia sudah kurang ajar mengirimkan pesan kepada menantunya. Kali ini aku akan membongkar rahasia ini agar dia semakin hancur, batin Bagas.


Bagas berjalan dengan perlahan menuju luar dan ia segera menghampiri Bastian.


"Kau, kau sudah menusuk ku dari belakang! Dasar brengsek!"teriak Bastian melihat Bagas si hadapannya.


"Tenang, Ayah ..."ucap Bagas sontak membuat Bastian langsung mendekatinya.


"Ayah? Apa maksudmu?"tanya Bastian dengan sangat penasaran.


"Iya, Ayah. Ini aku Bagas Cananda. Anak pertama dari Saras Canada dan Bastian Alfaro,"ungkap Bagas membuat Bastian terjatuh lemas.


Ternyata firasat ku benar, kalau Bagas adalah anakku dan tidak mungkin nama mereka saja yang sama, batin Bastian.


"Diaman mama mu, kenapa kalian pergi dariku ..."ucap Bastian yang masih terduduk lemas.


"Sebab kamu mama ku meninggal, mama jatuh sakit sebab terlalu memikirkan tentang mu. Dan kami jatuh miskin sampai kami jadi gembel dan mama meninggal untung saja aku bertemu dengan papa dan aku menjadi anaknya, lalu aku bertemu dengan mu!"teriak Bagas sontak membuat Bastian terkejut.


"Bagas, Ayah akan ceritakan semuanya padamu ..."ucap Bastian yang mulai bangun dan hendak memeluk Bagas, dan Bagas menempisnnya.


"Jangan ucapkan apapun lagi, dan jangan pernah menganggu istriku lagi sebab dia adalah menantu mu. Dan papa sudah tahu tentang masalah ini jadi, jangan harap kamu bisa memiliki Dilara lagi ..."ucap Bagas yang berlalu pergi masuk kedalam Vila.


Bastian terdiam dan ia duduk sambil merenungkan kembali ucapan Bagas.


"Sekarang wanita yang aku cintai, menjadi istri anakku ... Apa Saras tidak menceritakan tentang apa yang terjadi pada kami atau dia menceritakan kejadian lain sebab itu anakku membenciku ... Bagas kamu kakak beradik dengan Doni, bagaimana pun kalian harus bersama Ayah ..."ucap Bastian sambil meneteskan air matanya.


Bagas masuk kedalam kamar dengan keadaan yang sangat kacau sebab ia sangat kesal pada ayah kandungnya.

__ADS_1


Aku akan membuat dia merasakan apa yang di rasakan oleh mama, aku akan membuatnya menderita sebab dia sudah membuat mama menderita. Aku tahu mama seorang wanita malam dan dia juga tidak sepantasnya memperlakukan mama seperti itu aku tidak terima. Batin Bagas.


...


Pada pagi ini Alice dan Kenan bersiap-siap untuk berangkat ke Butik langganan mereka untuk, menyiapkan baju pertunangan Ameena dan Dilan mereka hanya bertiga saja sebab Dilan tidak akan ikut serta dalam acara pertunangan mereka.


Kenan dan Alice menjemput Ameena di kediaman Pak Ardan.


"Pa, Ameena pergi dulu sebab teman Papa sudah menunggu Ameena di luar,"ujar Ameena.


"Iya, sampaikan salam Papa."ucap Pak Ardan dengan sangat lembut.


"Baik, Pa."jawab Ameena sambil mencium tangan Pak Ardan.


Ia berjalan menuju luar sambil memikirkan tentang Dilan yang tidak ada kabar dari semalam.


Dilan tidak ada kabar dari semalam, apa dia lagi sibuk ya. Sebaiknya nanti sewaktu si Kampus aku akan menghampirinya. Batin Ameena.


Ameena berjalan menuju mobil Kenan ia langsung masuk kedalam."Assalamualaikum, Tante, Om."


"Wa'alaikumsalam."ucap Kenan dan Alice bersamaan.


Ameena mencium tangan Alice dan Kenan lalu ia duduk kembali di bangku belakang.


"Nak, nanti sehabis kita dari butik kami antarkan kamu ke Kampus ya, takut kamu telat."ucap Alice dengan sangat lembut.


"Kamu manis sekali, bahkan kamu juga sangat baik ..."ucap Alice sambil tersenyum manis.


"Tidak, Tante. "jawab Ameena dengan sangat lembut.


"Ameena mengajar di Kampus, pak Ardan bukan?"tanya Kenan.


Wajah om ini mirip dengan Dilan, mungkin mereka adalah kembar, bukankah kami miliki tuju kembar. Batin Ameena.


"Benar, Om saya baru beberapa hari disana."jawab Ameena.


Oh, sudah pasti dia tidak mengenal Dilan, ah, kalau mereka sudah menikah mereka akan mengenal juga. Batin Kenan.


Setelah sampai di Bukit mereka langsung bergegas masuk dan langsung mencoba-coba, baju untuk Ameena dan setelah mereka menemukan baju untuk Ameena mereka langsung bergegas pergi.


Kenan dan Alice mengantarkan Ameena menuju Kampus, dan setelah itu mereka langsung pergi.


Ameena berjalan menuju kelas Dilan sebab ia akan menemui Dilan untuk memberikan kabar, kalau ia akan di jodohkan dan ia juga akan mengutarakan isi hatinya kepada Dilan.

__ADS_1


Setelah sampai ia melihat Dilan yang sedang duduk termenung lalu ia menghampiri Dilan.


"Dilan, ikut saya sekarang."ucap Ameena dengan sangat tegas dan semua murid menatap kearah mereka.


Dilan menatap wajah Ameena lalu ia langsung berdiri.


"Baik, Bu."jawab Dilan.


Ameena berjalan menuju taman dan di ikuti oleh Dilan dari belakang, sesampainya mereka di taman mereka duduk dan saling menatap satu sama lainnya.


"Dilan, aku akan segera bertunangan sebab aku sudah di jodohkan."ucap Ameena membuat Dilan membulat kan matanya lebar-lebar.


"Kenapa aku juga sama, bahkan kami akan segera bertunangan."tambah Dilan.


"Yang benar?"tanya Ameena.


"Benar, Minggu ini kami akan bertunangan dan Minggu depan kami akan segera menikah,"ungkap Dilan.


"Kenapa kita sama, aku juga seperti itu dan apa setelah menikah kita akan bersahabat seperti ini?"tanya Ameena sambil menatap wajah Dilan.


"Tentu saja kita bersahabat,"jawab Dilan.


"Akan tetapi aku mencintaimu."sambung Ameena membuat Dilan terkejut.


"Apa maksudmu?"tanya Dilan.


"Aku mencintaimu ... "ucap Ameena sambil meneteskan air matanya.


Aku mengutarakan isi hatiku, kepadanya sebab aku dan dia tidak akan bertemu lagi dan aku juga tidak akan merasa malu. Karena sudah mengutarakan isi hatiku, batin Ameena.


Dilan tidak percaya akan apa yang ia dengar ia langsung mengusap kasar wajahnya, lalu ia menatap wajah Ameena yang begitu sangat sedih.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2