
Sepertinya dia merasa nyaman berada didalam pelukanku seperti ini, mungkin karena dia trauma akan perbuatan ku semalam. Batin Bagas.
Kruk. Kruk.
Dilara langsung melepaskan pelukannya lalu ia menatap wajah Bagas yang terlihat menahan malunya.
"Gas, apa kau lapar?"tanya Dilara dengan sangat lembut.
Bagas tersenyum malu-malu lalu ia pun menjawab, "Iya ..."
"Maaf, aku lupa dari pagi tadi kita tidak memakan apapun ... Sekarang kita makan saja mungkin mama ada memasak sesuatu,"usul Dilara yang bergegas bangun dan ia hendak berjalan akan tetapi ia malah terjatuh.
Untung saja Bagas sigap langsung menangkap tubuh Dilara kedalam pelukannya. Bagas membantu Dilara berdiri lalu ia membantu Dilara tidur di tempat tidur.
"Pasti sangat sakit, ya? Sampai saat ini kau belum juga bisa berjalan?"tanya Bagas dengan sangat lirih.
Dilara mengelus wajah Bagas dengan sangat lembut.
"Aku baik-baik saja, jangan khawatir."
Bagas tersenyum lalu ia mulai mengelus rambut Dilara dengan sangat lembut lalu ia bergegas pergi dari kamar Dilara.
Ia berjalan dengan perlahan menuju ruang tamu dan disana masih ada Kenan dan Alice, ia menghampiri orang tua angkatnya tersebut ia duduk di hadapan mereka.
"Pa, Bagas ingin membuat usaha sendiri. Bukan maksudnya Bagas tidak mau bekerjasama dengan Papa. Akan tetapi Bagas ingin selalu ada untuk Dilara dan kami sudah memutuskan untuk membuat bisnis bersama,"ungkap Bagas tanpa basa-basi.
"Gas, kamu yakin?"tanya Kenan sambil menatap wajah Bagas.
"Sangat yakin, sebab kami sudah memutuskan masalah ini berdua."jelas Bagas.
"Kalian akan membuka bisnis apa? Mama akan memberikan kalian modal awalnya."sambung Alice.
"Kami akan membuka toko bunga, dan juga toko online dengan begitu kami akan selalu bersama-sama,"ungkap Bagas.
Aku sangat yakin kalau Bagas laki-laki baik, dia tidak seperti ayahnya yang tidak ada kedewasaannya, batin Kenan.
"Papa setuju, kami akan mengirimkan modal ke nomor rekening Dilara. Jangan pernah menolak apa yang Papa berikan kepada kalian, ingat. Papa akan selalu ada untuk kalian jika kalian memiliki masalah ceritakan saja pada Papa atau Mama."ucap Kenan dengan sangat lembut.
"Baik, Pa."jawab Bagas sambil tersenyum manis.
"Mana Dilara?"tanya Alice.
__ADS_1
Bagas langsung membulatkan matanya sebab ia pergi tadi untuk mengambilkan makanan untuknya dan juga Dilara.
"Didalam kamar, Ma. Sebenarnya Bagas ingin mengambil makanan untuknya dan juga Bagas sebab kami belum makan."jelas Bagas.
"Cepat ambil saja makanan, Mama sudah masak tadi."sambung Alice.
"Baik, Ma."jawab Bagas yang berlalu pergi menuju dapur.
Sesampainya ia di dapur ia langsung menyiapkan makanan untuknya dan juga Dilara, setelah selesai ia langsung membawa nampan yang berisi makanan yang ia siapkan tadi masuk kedalam kamar Dilara.
Bagas meletakan nampan berisi makanan di meja lalu ia menghampiri Dilara yang ada di tempat tidur.
"Ayo, kita makan."ucap Bagas yang mulai membantu Dilara bangun dan berjalan menuju sofa.
"Ahhk. Sakit sekali ..."ucap Dilara sambil mendudukkan bokongnya di sofa.
"Sakit sekali, ya?"tanya Bagas dengan sangat cemas dan Dilara hanya diam saja.
"Seharusnya aku semalam tidak menyentuh sampai berjam-jam, sampai kau seperti ini dan aku sangat menyesalinya ..."ucap Bagas lirih.
"Gas, ini hanya beberapa hari saja setelah itu jika kau mengulanginya lagi tidak akan terasa sakit lagi bukan?"jelas Dilara sambil menatap wajah Bagas.
"Tetap saja, ini semua adalah salahku,"ungkap Bagas.
....
Dilan baru saja pulang dari Kampus ia langsung masuk kedalam rumahnya lalu ia melihat orang tuanya, dan ia langsung menghampiri orang tuanya dan bermaja- manja kepada Mama dan Papanya.
"Dimana Junga, Ma?"tanya Dilan sambil menatap wajah Mamanya.
"Ada didalam kandangnya, apa kamu sekarang menjadi orang tua pengantin untuk Junga?"tanya Alice sambil tertawa kecil.
"Mama, entah mengapa semenjak dia di tinggal Dilara dan Dilan menyayangi dia seperti anak sendiri,"ungkap Dilan.
"Em, seperti itu ..."ucap Alice dan Kenan bersamaan.
Setelah bercanda tawa bersama akhirnya Dilan bergegas pergi untuk menemui Junga, sebab ia sangat merindukan Juga sejak tadi pagi ia tidak bertemu dengan Junga.
"Junga!"teriak Dilan berlari memeluk Junga dengan sangat erat.
Eyong.
__ADS_1
Junga bersuara karena ia sangat bahagia bisa di manja oleh Dilan.
"Junga, apa kau tahu? Aku akan di jodohkan seperti Dilara. Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku akan senasib dengan Dilara awalnya kami sama-sama tidak di restui oleh orang tua kami, dan sekarang kami sama-sama di jodohkan. Apa kembar selalu sama?"ucap Dilan sambil mencium seluruh tubuh Junga.
...
Tinggal menghitung hari saja untuk melangsungkan pertunangan Ameena dan Dilan, yang akan di adakan di rumah Pak Ardan Dana yang berjalan dengan secara sederhana saja sebab itu adalah permintaan Ameena.
Pak Ardan sudah menyiapkan semuanya untuk tiga hari kedepan untuk menyambut kedatangan calon besannya, segala sesuatu sudah ia siapkan dengan sangat rapi sebab ia tidak mau ada kesalahan apapun itu.
Kini Pak Ardan bersama dengan Ameena sedang menyiapkan dekorasi ruang tamu mereka, sebab Ameena yang memintanya agar pertunangannya di adakan di rumahnya saja.
Pak Ardan dan Ameena melihat orang yang bekerja memasang dekorasi di ruang tamu, sesekali mereka juga membantu untuk memasang dekorasi.
Ini memang bukan kemauan ku, akan tetapi aku juga tidak mau membantah keputusan papa, sebab semua keputusan Orang tuaku tidak akan salah sebab mereka ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, batin Ameena.
"Papa bahagia sekali, sebab anak Papa ini mau menerima setiap keputusan yang diambil oleh Papa,"ujar Pak Ardan.
"Sebab keputusan Papa tidak akan pernah salah, maka dari itu Ameena selalu menuruti keinginan Papa ..."tambah Ameena.
Meskipun aku akan tersakiti nantinya karena kepuasan Papa ini, dan aku akan tersakiti setiap harinya dan aku akan kuat untuk menghadapi semuanya. Batin Ameena.
Papa mengambil keputusan ini untuk mu sayang, sebab Papa tahu Dilan anak yang baik dan bertanggung jawab. Papa akan memastikan bahwa kamu selalu bahagia bersama dengan Dilan selalu, batin Pak Ardan.
...
Alessandra sudah meras sangat membaik sebab area sensitifnya sudah tidak sakit lagi, bahkan besok ia akan pulang sebab ia tidak mau berlama-lama kalau tidak ada Bagas lagi.
Aku akan menyembunyikan masala ini rapat-rapat jangan sampai ada yang tahu, sebab aku tidak ingin rencana ku untuk mendapatkan Bagas hancur begitu saja karena bajingan itu, batin Alessandra.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.