Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author, doa untuk Dilara


__ADS_3

Dilara duduk di balkon sambil menatap langit malam yang terlihat sangat indah, dan ponselnya berdering ternyata Bastian yang menelepon.


📱Kak Bastian.


"Ada apa Om?"ucap Dilara yang di susul gelak tawanya membuat Bastian langsung menatap tajam kearah Dilara.


"Om? Tidak-tidak, apa kamu tidak melihat wajah Kakak seperti opa-opa Korea?"ucap Bastian sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Iya-iya, katakan ada apa?"ucap Dilara dengan sangat jutek membuat Bastian membuka mulutnya lebar-lebar.


"Ya ampun, kamu benar-benar lupa kalau kita sudah ... "Bastian memberikan kode kepada Dilara agar Dilara ingat kalau mereka sudah berpacaran.


"Iya, tahu. "ucap Dilara masih cuek.


"Rindu ... "ucap Bastian yang memajukan bibirnya ke arah Dilara sontak saja membuat Dilara langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Oh, ya ampun. Dia benar-benar sangat gila bisa-bisanya dia mesum sekali, batin Dilara.


Dilara di kejutkan oleh kedatangan Kenan yang duduk di sampingnya.


"Papa! Mengejutkan Dilara saja, hampir aja jantung ini copot, "ucap Dilara sambil memegang dadanya sontak saja membuat Kenan tertawa.


"Tidak mungkin, Papa ingin bicara sesuatu."sambung Kenan sambil merapikan rambut anak perempuan satu-satunya.


"Katakan saja?"jawab Dilara dengan sangat lembut.


"Papa akan memberikan kejutan padamu dalam waktu dekat ini, dan semua keputusan Papa adalah yang terbaik untukmu dan semuanya. Sebab Papa tidak ingin kamu jalan di jalan yang salah."jelas Kenan membuat Dilara menaikan sebelah alisnya.


Apa yang di bicarakan oleh Papa, aku benar-benar tidak mengerti apa Papa akan memberikan aku sesuatu yang tidak pernah aku sukai, Batin Dilara.


"Baik, Pa. Dilara akan menerima keputusan Papa walaupun itu bukanlah kemauan Dilara,"ungkap Dilara membuat Kenan tersenyum dan mengecup kening anaknya.


"Terimakasih sayang, kamu bangunkan Bagas kita makan malam setelah itu kita akan berjalan-jalan di sini."pinta Kenan pada Dilara agar membangunkan Bagas dan Dilara langsung menuruti keinginan Papanya.


"Siap ..."Dilara langsung bangun dan berjalan menuju kamar Bagas ia langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Dilara langsung menghampiri Bagas yang masih tertidur pulas dan ia duduk di samping tubuh Bagas.


"Bagas ... Bangun, ayolah kita makan malam, "Dilara menggoyangkan tubuh Bagas dengan perlahan, ia merasa sangat bosan membangunkan Bagas sehingga ia ingin pergi.


Dilara bangun dan ia hendak melangkah namun tangannya di tarik oleh Bagas sehingga, ia terjatuh dan menimpah tubuh Bagas dan ia menatap wajah Bagas dan mereka saling menatap satu sama lainnya.

__ADS_1


Bagas, kenapa dia seperti ini apa dia akan, batin Dilara.


"Hey, bangun. Tubuhmu berat sekali,"ucap Bagas dengan sangat pelan sambil menahan nafasnya.


Dilara langsung bangun dan ia juga membantu Bagas untuk bangun.


"Kau jahil sekali, kenapa kau menarik tangan ku ini?"ucap Dilara sambil memegang tangannya.


"Maaf, aku mau Shalat Isya dulu dan setelah itu aku akan ikut makan malam ..."ucap Bagas yang bergegas bangun.


"Gas, aku akan menunggu mu disini saja boleh?"tanya Dilara dengan sangat manis sehingga Bagas tidak bisa menolaknya.


"Baiklah, tapi. Kau tidak boleh mengganggu ku ya?"ucap Bagas yang bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil Wudhu.


Setelah selesai mengambil Wudhu Bagas keluar dan ia langsung Shalat yang di perhatikan oleh Dilara.


Ternyata dia rajin juga ya, Shalat apa dia laki baik-baik atau dia hanya menutupi kebusukannya saja, ah. Mikir apa di aku ini mana mungkin dia jahat. Batin Dilara.


Setelah Bagas selesai Shalat ia melipat sajadah setelah itu ia menghampiri Dilara, dan ia duduk di samping Dilara dengan jarak sedikit jauh agar ia tidak bersentuhan dengan Dilara.


"Jangan mendekat ya, aku akan mendoakan mu agar kau menjadi wanita yang Shalihah."ucap Bagas yang mulai membacakan doa di ubun-ubun kepala Dilara.


"Baiklah, "ucap Dilara pelan.


"Ayo, kita makan malam?"ucap Bagas yang baru saja selesai membacakan doa untuk Dilara.


"Tunggu, tadi kata papa kita akan keluar dan sepertinya kau harus mengantri baju dulu,"usul Dilara yang melihat Bagas masih mengenakan baju Koko dan kain sarung.


"Baik, kau pergi duluan saja aku akan mengganti baju terlebih dahulu dan tidak mungkin kau ingin melihatnya bukan?"ucap Bagas yang mengedipkan sebelah matanya.


Dilara langsung memukul lengan Bagas dan ia berlalu pergi menuju meja makan.


Maaf Dilara, aku harus merusak kebahagiaan mu hanya untuk dendam ku saja pada ayah padahal kamu tidak salah apa-apa. Sebenarnya aku menyukai Alessandra bukan kamu tapi, aku harus berpura-pura sebab ini adalah salah satu rencana yang aku susun. Batin Bagas.


Bagas berganti baju setelah selesai ia langsung bergegas pergi menuju meja makan, sesampainya di meja makan ia melihat semua sudah menunggunya di sana dan ia langsung duduk di samping Dilara.


"Maaf, membuat semuanya mengunggu Bagas, "ucap Bagas dengan sangat lembut membuat Kenan tersenyum.


"Tidak apa-apa, tadi Dilara sudah menceritakan semuanya sebab apa kamu terlambat."sambung Kenan.


Ya ampun, apa dia menceritakan kejadian tadi saat aku menarik tangannya dan kami saling berpelukan. Gawat ini bisa marah papa padaku nantinya, batin Bagas

__ADS_1


"Iya, Gas. Tadi aku ceritakan yang kamu bacakan doa untuk aku, "ungkap Dilara membuat Bagas bernafas lega.


Syukurlah, bukan hal yang tadi dia ceritakan. Batin Bagas.


"Papa tidak menyangka, kalau anak Papa ini pandai sekali dalam ajaran Islam bahkan Papa saja kalah."tamba Kenan.


"Biasa aja Pa."ucap Bagas dengan sangat malu kepada semuanya.


"Mama juga sangat banga, padamu Gas."Tamba Alice.


Aku tidak salah memilih calon untuk anakku, batin Kenan.


"Kalau Dilara nanti menikah, Makah Dilara akan selalu minta di doakan seperti tadi."sambung Dilara membuat Bagas tersenyum.


"Pasti itu sayang, sebab Papa akan berdoa agar kamu mendapatkan suami yang Sholeh."ucap Kenan.


Dilara tersenyum dan semuanya sudah mulai makan bersama tanpa ada yang bersua satu orang pun. Setelah selesai makan malam mereka berjalan-jalan di pinggir pantai sebab malam hari semakin banyaknya pengunjung disana.


Kenan dan anak-anaknya duduk di pondok yang sudah di pesan oleh Kenan dan mereka tengah, memakan jagung bakar kesukaannya Dilara dan Kenan selalu memperhatikan anak-anaknya yang tampak begitu gembira.


"Gas, aku mau yang ada di tangan mu itu,"pinta Dilara sambil menunjuk jagung yang sudah di makan oleh Bagas.


"Tapi, ini sudah aku makan. Ayo sini kita makan bersama-sama, "Bagas menarik tangan Dilara dan mereka makan bersama-sama dengan satu jagung.


Aku benar-benar tidak menyangka kalau mereka akan sedekat ini, aku harap mereka akan seperti ini setelah mereka menikah nantinya, batin Alice.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2