
Pada pagi hari ini Bagas merasa sangat mual sehingga ia muntah-muntah dan ia merasa sangat lemas, ia duduk di sofa sambil memijat kepalanya yang terasa sangat pusing akibat Muntah tadi.
Dilara masih kesal kepada Bagas sehingga ia hanya diam saja, sedangkan Bagas ia mulai bangun untuk bersiap-siap pergi bekerja.
"Ra, aku pergi dulu ..."Bagas menghampiri Dilara yang berada di tempat tidur lalu ia mencium kening Dilara.
"Ha? Tidak sarapan dulu?"tanya Dilara sambil bangun. "Tidak, aku tidak berselera makan. Kalau aku lapar aku akan makan."sahut Bagas.
"Baiklah, hati-hati."Dilara mencium tangan Bagas walaupun ia sangat marah pada Bagas, ia juga tidak bisa terlalu mendiamkan Bagas sebab ia sudah mencintai Bagas.
Sepertinya dia sakit, akan tetapi kalau aku melarangnya sama saja seperti bicara pada batu, batin Dilara.
Bagas berjalan sambil menahan rasa mual yang sangat dalam membuatnya sangat tersiksa, ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang sebab ia harus fokus walaupun Rama mual sangat menggangunya.
"Mungkin ini karena aku terlalu lelah bekerja, aku rasa setelah aku beristirahat besok akan membaik."ucap Bagas yang mengingat kalau besok adalah hari Sabtu, dan ia bisa beristirahat di apartemen.
..
Alessandra bangun lalu ia melihat Bastian ada di sampingnya lalu ia melihat dirinya sudah tidak menggunakan apapun, ia langsung meneteskan air matanya lalu ia memukuli Bastian menggunakan bantal.
"Bajingan! Kau!"
"Aaahhhkkk!"pekik Bastian ia langsung bangun dan menahan tangan Alessandra.
"Lepaskan! Kau benar-benar brengsek!"teriak Alessandra sambil menangis tersedu-sedu.
"Aku akan menikahi mu, kau tenang saja."Alessandra langsung menatap tajam kearah Bastian.
"Aku tidak akan mau menikahi mu, kau itu laki-laki tua!"teriak Alessandra sambil bangun dan memunguti baju-bajunya, ia masuk kedalam kamar mandi sambil menggunakan selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Setelah selesai mandi ia langsung memakai bajunya kembali lalu ia bergegas pergi dari kamar Bastian, sedangkan Bastian hanya diam saja sambil menatap kepergian Alessandra.
"Ale, Ale. Anak kecil yang terlalu sok!"
..
Alessandra menaiki Taksi agar ia bisa segera sampai di rumah selama di perjalanan ia terus-menerus memikirkan tentang dirinya.
Bagaimana ini, aku bilang apa kepada ayah kalau aku tadi malam tidak pulang. Padahal semalam aku berpamitan hanya untuk membeli keperluan ku saja, sebaiknya aku minta tolong kepada Dilan. Batin Alessandra.
Alessandra meraba-raba lehernya ia tidak mendapatkan tali tasnya sehingga ia membulatkan matanya.
"Tasku, sepertinya ada di rumah bajingan itu, sepertinya aku harus mengatakan kalau aku di rampok saja semalam. Ini benar-benar ide yang bagus."Alessandra tersenyum bahagia akan rencananya ia juga akan mengatakan bahwa dirinya sudah di lecehkan kalau sampai di hamil.
__ADS_1
Setelah sampai ia membayar Taksi menggunakan uang yang ada di saku bajunya, setelah itu ia membuat penampilannya acak-acakan barulah ia masuk kedalam.
Riska dan Azi menunggu kepulangan Alessandra di ruang tamu bersama dengan Agam, mereka sangat menghawatirkan keadaan Alessandra sebab Alessandra tidak pulang dari semalam.
"Sepertinya, Ayah akan melaporkan bahwa Alessandra hilang."Azi bangun dari duduknya dan ia hendak berjalan, akan tetapi ia melihat Alessandra masuk dengan keadaan acak-acakan.
"Ale!"teriak Riska sambil berlari memeluk Alessandra.
"Ibu, hiks ... Hiks ... Ayah."Alessandra menangis tersedu-sedu didalam pelukan Ibunya, sontak saja membuat semua orang panik akan sikap Alessandra.
"Ada apa, Nak?"ucap Azi yang mendekati Alessandra.
"Ale, di rampok semalam oleh dua orang preman,"ungkap Alessandra membuat semua orang yang berada disana terkejut.
"Apa!"
Riska membawa putrinya duduk di sofa barulah mereka bertanya-tanya apa yang di alami oleh Alessandra.
"Jelaskan?"tanya Azi sambil menatap kearah Alessandra.
Sepertinya aku harus pura-pura agar mereka semuanya percaya, batin Alessandra.
Alessandra menceritakan kejadian semalam dimana ia di rampok dan Azi sangat terkejut dan kesal, Azi mengepalkan tangannya dengan amarah yang meluap-luap didalam dadanya.
"Baik, Ayah."jawab Agam sambil membawa Alessandra masuk kedalam kamar Alessandra.
"Mas, jangan seperti itu. Bukankah anak kita baik-baik saja?"ucap Riska yang mencegah niat Azi walaupun Azi belum mengatakan apapun.
"Dia anakku, walaupun dia baik-baik saja akan tetapi aku tidak rela sampai ada laki-laki yang menyentuh dia."ucap Azi yang bergegas pergi meninggalkan Riska.
Semoga saja dia baik-baik saja, batin Riska.
Agam melihat Alessandra membuat hatinya begitu tidak tenang karena keadaan Alessandra yang terlalu kacau.
"Ale, apa mereka menyentuh mu, maksudnya apa mereka berbuat yang tidak, tidak?"tanya Agam dengan sangat ragu-ragu.
Alessandra menatap kearah Agam yang berada di sofa.
Sepertinya dia dengan mudah melihat perubahan fisikku, apa yang harus aku katakan padanya. Batin Alessandra.
"Kalau tidak bisa menjawabnya, tidak apa-apa. Aku mengerti."tambah Agam yang melihat Alessandra hanya diam saja. "Kalau begitu aku pergi dulu."
Agam langsung pergi dari kamar Alessandra sedangkan Alessandra hanya diam saja didalam pikirannya.
__ADS_1
...
Bagas merasa sangat mual sehingga ia muntah-muntah di Kantor membuat kepala OB kasihan padanya.
"Kau baik-baik saja?"tanya Dafa dengan sangat cemas.
"Baik, "jawab Bagas dengan sangat lemas.
"Kau pulang saja, jangan khawatir aku akan membuat semuanya baik-baik saja."
Bagas tersenyum kepada Dafa lalu ia bangun dan memegang pundak Dafa."Terimakasih, Pak. Saya permisi dulu ... Maaf kinerja kerja saya menurun hari ini."
"Sudah tidak apa-apa, aku ini sudah menganggap mu sebagai Adikku sendiri, cepat pulang sana dan istirahat lah,"ujar Dafa.
Bagas tersenyum dan ia bergegas pergi menuju parkiran ia naik keatas motornya, lalu ia mulai melajukan motornya menuju apartemen miliknya dengan kecepatan sedang.
"Ada apa dengan diriku ini, apa mungkin aku belum memakan apapun dari semalam, ya?"ucap Bagas sambil mengingat-ingat kembali kalau ia belum makan dari semalam.
Setelah sampai di apartemen ia langsung masuk kedalam apartemen miliknya ia melirik kearah jam. "Ternyata aku baru dua jam pergi."
Bagas berjalan menuju kamar dan ia tidak melihat adanya Dilara lagi ia langsung naik ke atas tempat tidur.
Dilara baru selesai mandi dan ia langsung keluar ia sangat terkejut melihat Bagas di tempat tidur.
Kok dia balik lagi, tidak seperti biasanya dia pergi pagi dan pulang sore hari. Apa dia benar-benar sakit, batin Dilara.
Dilara berjalan mendekati Bagas.
"Gas, apa kau sakit?"tanya Dilara.
Bagas langsung menoleh dan ia melihat Dilara hanya mengenakan handuk kimono saja membuatnya menginginkan tubuh Dilara.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.