Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Dendam Kenta


__ADS_3

Pada pagi ini Dilara sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Kampus sebab hari ini ia sudah mulai masuk Kampus, kali ini ia tampil berbeda dengan memakai hijab sebab Bagas tidak akan mengizinkannya tidak memakai hijab.


"Gas, apa kita bisa pergi sekarang?"tanya Dilara sambil merapikan penampilannya.


"Iya, ayo."sahut Bagas yang berada di ruang tamu.


Dilara langsung berjalan menghampiri Bagas lalu ia menatap wajah Bagas dengan senyuman manisnya.


Apa dia benar-benar mencintai ku, atau hanya ingin berpura-pura saja sebab permintaan dari papa atau mama, batin Bagas.


Dilara menggandeng tangan Bagas lalu mereka mulai berjalan dengan perlahan menuju luar, setelah sampai di parkiran mereka langsung naik ke atas motor milik Bagas dan Dilara melingkarkan tangannya di pinggang Bagas.


"Gas, apa sebaiknya kita beli mobil saja?"tanya Dilara sambil memeluk Bagas dari belakang.


Bagas memegang tangan Dilara lalu ia meletakkannya di dadanya.


"Tuan Putri, jika kau ingin hidup bersama ku maka kita akan hidup seperti ini. Kita akan memulainya dari awal."ucap Bagas sambil memegang tangan Dilara.


"Baiklah, jika itu semua adalah kepuasan mu maka aku akan selalu ikut."


Setelah mereka sampai di Kampus, Dilara turun dari motor bersama dengan Bagas saat mereka berjalan tangan Dilara di tarik oleh Kenta. Sontak saja membuat Dilara membulatkan matanya begitu juga dengan Bagas.


"Lepaskan tanganmu!"teriak Bagas.


Kenta tersenyum lalu ia menatap wajah Dilara."Apa kau menikah dengan dia?"


Dilara melepaskan tangannya dari pegangan Kenta lalu ia menatap wajah Bagas yang berada di sampingnya."Iya,"


Kenta mengusap wajahnya dengan kedua tangannya lalu ia menatap wajah Dilara dengan sangat dalam.


"Aku akan tetap memperjuangkan cintaku ini padamu, jangan pernah berfikir kalau aku akan mundur."ucap Kenta sambil melirik kearah Bagas dengan tatapan sinis.


"Sebaiknya kau cari wanita lain saja, jangan kau mengganggu wanitaku."sambung Bagas.


"Sepertinya kau yang harus mudur, sebab kau hanyalah pria miskin yang hanya menumpang hidup dengan keluarga Alfaro saja."ucap Kenta yang bergegas pergi.


Dilara menghampiri Bagas lalu ia memegang tangan Bagas."Jangan dengarkan ucapannya."

__ADS_1


Bagas menatap wajah Dilara.


Apa yang di ucapkan oleh Kenta benar adanya, sebaiknya aku harus berusaha sendiri agar aku tidak di remehkan oleh Kenta. Aku akan berusaha sendiri aku tidak akan menerima apapun dari papa dan mama, batin Bagas.


Bagas menggandeng tangan Dilara masuk kedalam kelas lalu mereka duduk berdua dan Bagas masih memikirkan tentang bagaimana, ia harus mencari modal usahanya tanpa harus menerima bantuan dari Kenan sebab ia tidak ingin. Sampai ia di remehkan oleh orang karena benar adanya ia hanya menumpang hidup saja pada keluarga Alfaro.


Aku harus berusaha, selepas kuliah aku akan mencari modal usaha ku sendiri. Aku tidak akan menerima apapun yang di berikan oleh papa, sebab aku tidak ingin di remehkan lagi orang orang-orang. Batin Bagas.


....


Pada pagi ini Ameena sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Kampus ia merapikan penampilannya, lalu ia berjalan menuju luar dan ia menghampiri keluarganya yang sedang sarapan bersama.


"Caira sayang, Tante pergi dulu ke Kampus ya?"ucap Ameena dengan sangat lembut sambil menatap wajah imut Caira.


"Iya, Tante."sahut Caira sambil memakan makanannya.


"Ameena, hari ini Kakak akan keluar Kota mungkin akan sedikit lama. Jaga Caira selama Kakak pergi."pinta Farhan kepda Ameena.


"Baik, Kak."jawab Ameena.


"Papa juga ada untuk Caira, kamu jangan khawatir akan itu semua ya."tambah Pak Ardan sambil menatap kearah cucunya.


Kalau sampai mereka tahu kalau Caira sebenarnya adalah anakku dan Kila, maka aku akan habis untung saja bang Fahmi sudah meninggal jadi, semuanya tidak ada yang tahu. Batin Farhan.


"Caira, Om pergi dulu ya ..."Farhan mencium puncak kepala Caira dengan sangat lembut lalu ia mencium puncak kepala Ameena.


Setelah Farhan pergi Ameena juga Bergegas pergi menuju Kampus dengan mengendarai motor matic miliknya, setelah sampai ia melirik kearah sampingnya dan Dilan baru saja sampai dan Dilan menatap kearahnya.


Hati ini kenapa masih ada dia, aku belum bisa melupakannya, sebaiknya aku masuk saja sebelum dia menghampiriku. Batin Ameena.


Dilan menatap kepergian Ameena lalu ia turun dari motornya ia masih diam memikirkan tentang Ameena.


Sebaiknya aku menjauh saja, sebab dia adalah calon istri orang sekarang. Tidak baik kalau aku terus mendekatinya apa lagi dia memang menyukaiku, batin Dilan.


Dilan berjalan menuju kelasnya setelah sampai ia langsung masuk kedalam dan ia duduk di bangkunya, Doni yang melihat wajah temannya sedih ia langsung menghampiri Dilan dan duduk di samping Dilan.


"Hey, katakan ada apa?"tanya Doni sambil menatap wajah Dilan yang sangat sedih.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya saja sedang galau setiap wanita yang aku sukai akan menjadi milik orang lain."jawab Dilan sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sudah, bukankah wanita banyak sekali di sini kau bisa dengan sangat mudah mendapat wanita,"usul Doni.


Dilan menghembuskan nafasnya dalam-dalam saat ia melihat Nona masuk kelas dan duduk di bangkunya.


Nona, aku dari dulu sangat menyukai mu akan tetapi kenapa kita tidak berjodoh. Bahkan sekarang aku di jodohkan dengan wanita yang tidak aku kenal bahkan aku tak pernah melihatnya, batin Dilan.


Doni tersenyum lalu ia menepuk pundak Dilan dengan perlahan sebab ia tahu kalau Dilan sedang menatap wajah Nona.


"Ikhlaskan, semuanya ada hikmahnya percayalah."bisik Doni di telinga Dilan lalu ia bergegas pergi duduk kembali di bangkunya.


Dilan seberapa banyak cinta mu untuk ku, sampai kamu tidak memperjuangan cinta kita. Sebaiknya aku melupakan mu saja sebab aku berharap kamu memperjuangkan cintaku padamu, akan tetapi semuanya nihil. Batin Nona.


Ameena datang dan memulai pelajaran dengan baik dan semua muridnya diam dan mengerjakan tugas mereka masing-masing.


...


Kenta menatap tajam kearah Bagas sebab ia tidak menyukai Bagas ia berniat jahat pada Bagas, sebab ia akan menyelesaikan rencananya yang belum berhasil untuk membuat Dilara mencintai nya.


Aku akan membuatmu sangat tersiksa, aku akan memastikan kalau kau tidak akan bertahan lama dengan hubungan mu dan Dilara, sebab aku akan menghancurkan semuanya bahkan kehidupan mu juga. Batin Kenta.


Bagas menyadari bahwa Kenta menatap tajam kearahnya.


Kentang busuk itu dendam padaku, sebaiknya aku berhati-hati padanya sebab dia sangat tidak menyukai ku. Batin Bagas.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian semua ya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2