
Setelah jam istirahat Dilara dan Bagas berpisah sebab Bagas ingin keluar dari Kampus, dan Dilara hanya sendirian sebab Alessandra tidak masuk Kampus sudah beberapa hari ini.
Dilara berada di taman ia memainkan ponselnya sebab ia merasa bosan dan matanya di tutup, oleh tangan yang kekar dan ia memegang tangan tersebut dan ia merabanya.
"Katakan, ini pasti Kak ... "Dilara menghentikan ucapannya saat ia melihat bukan Bastian orangnya.
"Katakan?"ucap Kenta sambil duduk di samping Dilara.
"Kau, benar-benar bajingan! Untuk apa kau ada disini! "Dilara langsung bangun dengan keadaan yang begitu emosi.
Dilara hendak melangkah namun tangannya di tarik oleh Kenta.
"Jangan pergi, aku hanya ingin meminta maaf padamu ... Tolong maafkan semua kesalahanku, "pinta Kenta pada Dilara dan Dilara hanya diam saja.
Sepertinya dia ingin bermain-main dengan mafia, seperti aku ini kita lihat saja nanti aku akan membuat rencananya akan berbalik padanya. Batin Dilara.
Dilara melepaskan tangannya dan ia duduk kembali di samping Kenta sambil tersenyum manis.
"Aku juga ingin meminta maaf kepadamu, sebab selama ini aku selalu membuat mu kesal ... " ucap Dilara dengan sangat lembut membuat Kenta tersenyum.
Sepertinya rencana ku akan berjalan dengan lancar. Kau sangat bodoh Dilara aku akan menghancurkan mu dalam waktu sekejap, batin Kenta.
"Kita berteman sekarang?"ucap Kenta dengan sangat lembut dan senyuman manisnya.
Bodoh kau bajingan, kau kira aku tidak tahu apa maksud mu dasar Playboy cap badak, batin Dilara.
"Iya, bagaimana jika nanti malam kita makan malam bersama sebagai tanda persahabatan kita?"tanya Dilara sambil menatap wajah Kenta.
"Aku setuju, aku akan menjemputmu dan bagaimana jika kita pulang bersama sebab aku ingin mengenalmu lebih baik?"Kenta terus-menerus menatap wajah Dilara dengan sangat dalam.
"Baiklah, sebaiknya aku masuk kedalam kelas dulu ya, sebab aku ingin mengerjakan sesuatu yang sangat penting ... "ucap Dilara yang bergegas bangun dan berlalu pergi.
"Tapi ... "Kenta menatap kepergian Dilara sampai Dilara sudah tidak terlihat lagi.
Tidak apa, aku akan merayunya saat pulang Kuliah nanti ... Aku akan memastikan dia langsung jatuh cinta padaku sebab aku sangat tampan dan pandai merayu wanita, batin Kenta.
Dilara berjalan dengan perlahan menuju kelas saat di depan kelas ia bertabrakan dengan Bagas yang mau keluar.
Bruk!
"Aaahhhkkk! Bagas kau tidak lihat jalan?"teriak Dilara yang terjauh menimpa tubuh Bagas.
__ADS_1
"Bisakah kau turun, kau menyakiti masa depanku!"teriak Bagas sontak membuat Dilara langsung bangun dan ia membantu Bagas bangun.
"Masa depan mu baik-baik saja, aku takut kau manjadi perjaka tua sebab masa depan mu sudah tidak berfungsi lagi ... "ucap Dilara sambil memegang wajahnya dan ia melirik kearah masa depan milik Bagas.
Bagas melihat Dilara yang menatap kearah masa depannya langsung menutupinya menggunakan tangannya.
"Apa kau lihat-lihat, jangan berfikir kotor ya."ucap Bagas dengan sangat cepat membuat Dilara tertawa.
"Hahaha, Bagas ... Bagas, kau perlihatkan padaku pun aku tidak akan berselera pada masa depan mu itu, " Dilara tertawa-tawa lepas untung saja disana tidak ada orang kalau ada pasti Bagas sudah sangat malu.
Dilara berjalan menuju bangkunya dan ia duduk sedangkan Bagas masih berdiri didepan pintu, setelah itu ia pun mengikuti langkah Dilara ia duduk di samping Dilara sambil menatap tajam kearah Dilara.
"Apa!"bentak Dilara sontak saja membuat Bagas terdiam.
Dia benar-benar sangat galak, aku pastikan bahwa tidak ada laki-laki yang menyukainya eh. Bukankah ayah menyukainya dan mencintainya. Ternyata aku salah besar, batin Bagas.
"Aku pulang bersama dengan Kenta nanti,"ujar Dilara.
"Kenapa, bukankah kalian saling bermusuhan?"tanya Bagas dengan sangat penasaran.
"Kau tidak usah banyak bicara, bukankah kau akan memperbaiki motor wanita itu?"ucap Dilara yang di susul gelak tawanya.
"Kau bisa lihat bagaimana hasilnya nanti!"
Setelah pelajaran selesai mereka beramai-ramai pulang sedangkan Dilara masih duduk santai di bangkunya, Kenta langsung menghampirinya dan duduk disampingnya sebab Bagas sudah pulang terlebih dahulu.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang sebab nanti malam kita akan pergi makan malam bersama bukan?"
Dilara langsung menatap wajah Kenta.
"Baiklah, apa kita akan naik mobil mu?"tanya Dilara yang bergegas bangun.
"Tidak, sebab mobilku tadi kempes dan supir mengantarkan motor sport milikku. Tidak apa-apa bukan?"ucap Kenta yang mengikuti langkah Dilara.
"Tidak apa-apa, bahkan aku dan Bagas tadi menaiki motor milik mama yang berwarna merah muda, "ungkap Dilara.
"Wah, ternyata kau suka naik motor ya, pantas saja Dilan juga menyukai motor sport."
Bagas naik ke atas motornya dan Dilara juga ikut baik ke atas moto miliknya, setelah itu Kenta memberikan helm untuk Dilara dan ia langsung mengenakannya.
"Kita siap, sebelum itu kau berpegangan seperti ini. "Kenta menarik tangan Dilara dan melingkarkan nya di pinggangnya.
__ADS_1
Dia benar-benar menjalankan tugasnya, bahkan motor ini juga bagian dari rencananya dia kira aku bodoh, batin Dilara.
"Apa kekasih mu tidak marah, melihat kita bersama seperti ini?"ucap Dilara yang sengaja memeluk Kenta dengan sangat mesra dan erat.
"Aku tidak memiliki kekasih Ra, semoga saja wanita yang aku suka akan menjadi pacarku ..."ucap Kenta yang sudah melajukan motornya dengan kecepatan sedang, sebab ia ingin berlama-lama bersama dengan Dilara dan ia ingin rencananya berjalan lancar.
"Aamiin ... Aku doakan kau bersamanya akan segera berpacaran ya, "ucap Dilara dengan sangat lembut sontak membuat Kenta tersenyum manis.
"Aku ingin membelikan sesuatu padamu, sebagai tanda persahabatan kita sekarang ..."ucap Kenta yang menghentikan motornya di Mall terbesar di Kota A.
"Untuk apa Ken, jangan seperti itu aku merasa tidak enak."tolak Dilara dengan sangat lembut dan Kenta tersenyum lalu mereka turun dari motor Kenta.
"Jangan seperti itu, bukankah sahabat akan merasa nyaman kalau saling berbagi dan bersama?"ucap Kenta yang menarik tangan Dilara masuk kedalam.
"Baiklah, Ken."ucap Dilara pelan sambil mengikuti langkah Kenta yang menggandeng tangannya.
Setelah mereka sampai didalam Kenta membawanya menuju rumah boneka, yang artinya banyak sekali boneka bermacam jenis ada disana.
Dilara tersenyum manis melihat boneka kuda poni yang sangat besar sebesar dirinya dan Kenta melihatnya, lalu Kenta langsung menuju boneka kuda poni tersebut dan ia meminta untuk membungkusnya pada pelayan disana.
"Ken, kenapa membeli yang sangat besar?"ucap Dilara sambil menatap ke seluruh ruangan.
"Tidak apa-apa, kalau kau ingat aku kau bisa memeluknya ... "goda Kenta namun Dilara masa bodoh.
Dasar Playboy cap badak, batin Dilara.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
salam manis untuk kalian semua.
__ADS_1
Jangan bosan-bosan ya, untuk membaca novel receh Author ini.😘