
Dilan merasa sangat kecewa sebab ia tidak bisa bekerja di Perusahaan Alfaro, dan ia berniat akan mencari pekerjaan di tempat lain.
Dan kini Dilan dan Doni berada di Cafe love sorry untuk melamar pekerjaan, sebagai pelayan Cafe disana mereka kini sedang menunggu pemilik Cafe love sorry.
"Kau, benar-benar akan bekerja disini?"tanya Doni sekali lagi sebab ia tidak percaya kalau anak konglomerat akan menjadi pelayan Cafe.
"Benar, untuk apa aku berbohong. Bukankah aku harus menafkahi istri ku?"Dilan menatap wajah Doni dengan tatapan manisnya.
"Baiklah, aku percaya padamu,"sambung Doni.
Tak berselang lama akhirnya pemilik Cafe love sorry datang, dan duduk di hadapan mereka sambil menyilaukan kakinya di atas meja. Sontak saja membuat Dilan dan Doni membuka mulut mereka lebar-lebar.
Ya ampun, bos ini benar-benar sangat tidak sopan. Batin Dilan.
"Kalian akan bekerja disini, sebagai pelayan dan apa kalian sudah yakin?"tanya pemilik Cafe tersebut.
"Yakin, Pak."jawab Dilan dan Doni bersamaan dan mereka saling menatap satu sama lainnya.
"Sangat kompak, sepertinya aku tidak asing melihat wajah mu itu?"ucap pemilik Cafe sambil mencoba untuk mengingat-ingat kembali, dimana ia pernah bertemu dengan Dilan.
"Saya hanya orang biasa, Pak. Mana mungkin Bapak mengenal saya."ucap Dilan cepat.
Kenapa anak ini sangat yakin, bahwa aku tidak pernah bertemu dengannya, apa yang sebenarnya dia sembunyikan dariku. Sebaiknya aku terima saja mereka agar aku tahu latar belakang mereka. Batin Zeen.
"Kalian, saya terima bekerja disini,"
Doni dan Dilan saling menatap dan tersenyum.
"Terimakasih, Pak."ucap Dilan dan Doni secara bersamaan.
"Ya, besok kalian sudah boleh bekerja disini. Dan Manager saya yang akan menjelaskan apa pekerjaan kalian."ucap Zeen yang berlalu pergi.
"Dil, kamu tidak merasa aneh akan sikap bos tadi?"tanya Doni sambil menatap kepergian Zeen.
"Tidak, sebaiknya kita pulang saja. Sebab aku akan pulang kerumah papa,"sambung Dilan.
"Baiklah ... Ayo."jawab Doni.
Dilan dan Doni bergegas pergi dari Cafe love sorry, mereka langsung bergegas menaiki motor sport milik Dilan.
__ADS_1
Dilan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar ia cepat sampai di rumah Doni, sebab ia ingin cepat-cepat pulang untuk beristirahat.
Setelah sampai di rumah Doni matanya melirik kearah rumah Nona yang terlihat sangat sepi, setelah Dilan melihat Doni masuk ia langsung bergegas pergi menuju rumah Nona.
Aku harus memperjuangkan cintaku pada Nona Aisah, dia calon ibu dari anak-anakku kelak. Kami akan hidup bahagia selamanya dengan cinta yang besar ini, batin Dilan sambil mengelus dadanya.
Setelah Dilan sampai di depan rumah Nona ia langsung mengetuk-ngetuk pintu rumah Nona dengan sangat lembut.
Tok. Tok. "Assalamualaikum."
Ceklek.
Nona membuka pintu rumahnya dengan memakai baju muslim dan juga hijab syar'i berwarna merah.
"Wa'alaikumsalam ... "ucap Nona dengan sangat lembut.
Nona benar-benar sangat cantik, bahkan dia berpakaian seperti ini saat dirumahnya, batin Dilan.
Nona dan Dilan saling menatap satu sama lainnya dengan sangat dalam.
Aku benar-benar sangat kecewa pada diriku sendiri, bisa-bisanya aku menyukai laki-laki yang sudah mempunyai istri, batin Nona.
"Nona, aku ingin menjelaskan sesuatu padamu. Apa kita boleh bicara di taman sebentar saja,"pinta Dilan pada Nona.
"Baiklah, hanya sebentar saja."ucap Nona.
Nona berjalan menuju taman dengan perlahan dan Dilan mengikuti langkahnya, mereka berjalan menuju taman hanya membutuhkan waktu dua menit saja, sebab jarak taman dari rumah Nona tidak jauh hanya berjalan kaki saja mereka cepat sampai.
Setelah sampai mereka duduk di bangku taman dengan saling berhadapan satu sama lainnya.
"Katakan?"ucap Nona sambil menatap kearah jalanan sebab ia tidak ingin menatap lawan jenisnya dengan sangat dalam.
"Sebenarnya aku mencintaimu,"ungkap Dilan.
Sontak saja membuat Nona langsung menatap wajahnya dengan sangat terkejut.
Ungkapan apa ini, aku harus menjawab apa aku tidak ingin menjadi pelakor dalam hidupku, batin Nona.
"Dil, aku menghargai perasaan mu tapi. Kita tidak bisa bersama maksudnya aku juga menyukai mu tapi, kamu sudah memiliki istri dan aku tidak ingin menjadi benalu dalam hidup kalian ... "jelas Nona membuat Dilan tersenyum sebab Nona mengatakan kalau Nona juga mencintainya.
__ADS_1
"Bukankah laki-laki bisa memiliki istri lebih dari satu?"ucap Dilan dengan sangat lembut dan bahagia.
"Itu memang benar, tapi. Jika istri pertama tidak ingin di madu bagiamana dan aku juga tidak ingin menjadi istri kedua."ucap Nona sambil menundukkan wajahnya.
"Aku ingin kita ta'aruf, bagaimana aku ingin segera memiliki mu dan aku juga tidak ingin kita berpacaran. Aku menikah karena aku tidak ingin berbuat dosa pada tante Kisya,"ungkap Dilan.
Dia memang baik tapi, dia juga sudah menikah mamanya sepupuku tidak mungkin aku menikahinya juga, batin Nona.
"Dil, sebenarnya aku dan Doni sepupu, dan umi tante Kisya adik kakak sepupu juga tidak mungkin aku menikahi suaminya,"sambung Nona.
"Aku akan mencari jalan keluarnya, yang terpenting aku sudah mengetahui perasaan mu dan perasaan ku ini, "jelas Dilan sambil memegang dadanya.
"Yang terpenting jangan sakiti hatinya, aku tidak ingin hati tante Kisya tersakiti karena aku ... "ucap Nona yang bergegas pergi meninggalkan Dilan.
Dilan menatap kepergian Nona lalu ia melompat-lompat kegirangan sebab cintanya di balas, oleh orang yang ia cinta ia tidak peduli akan tatapan orang yang melihat dirinya.
Aku akan berpisah dari tante Kisya bukankah dia saudara kami juga dan aku malah menikahinya, setelah aku berpisah darinya aku akan segera melamar Nona pujaan hatiku. Batin Dilan.
Tampa disadari oleh Dilan ternyata Kisya melihat semua apa yang di ucapkan oleh Dilan pada Nona, Kisya mengepalkan tangannya lalu ia menatap tajam kearah Dilan dengan sangat menggebu-gebu.
Tidak akan aku biarkan Dilan bahagia, sebab dia adalah anak Alice orang yang paling aku benci sedunia ini, aku berjanji akan menghancurkan kehidupannya bersama dengan Alice. Batin Kisya.
Kisya bergegas pergi dari sana menunju rumahnya sebab ia akan menuggu Dilan pulang, dan ia akan menjalankan rencananya dengan sangat sempurna untuk mengantarkan kehidupan Dilan.
Setelah sampai di rumah ia duduk di depan rumah sebab ia akan menemui Dilan dengan sangat tidak sabar.
.
.
.
...Bersambung....
Follow Ig Author: cinta_terundah217
Hay, teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘