Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author. Masa depan yang tersakiti


__ADS_3

Alice duduk di bibir ranjang sambil memikirkan tentang Ayahnya.


Aku merasa bahwa ayah berselingkuh dari Riska, aku benar-benar malu akan perbuatan ayah pada Riska sahabat baik ku ... Sebaiknya aku akan mencari tahu siapa wanita ****** itu dan jika aku berhasil menangkapnya habislah dia, batin Alice.


☀️☀️☀️☀️


Pagi hari tiba Dilara dan Alessandra sedang sarapan bersama dengan Riska dan juga Azi namun, mereka tidak ada yang berbicara semuanya diam dalam pikiran masing-masing.


Sore nanti, aku akan memastikan bahwa Riska tidak berselingkuh dengan remaja ... Aku tidak rela kalau dia berselingkuh, batin Azi.


Azi terus-menerus menatap wajah Riska dan Dilara dapat melihatnya.


Lihat saja kakek, kita akan mulai peperangan ini dan kita lihat siapa yang lebih pandai berselingkuh, batin Dilara.


Alessandra menatap wajah kedua orang tuanya dan ia merasa sangat sedih melihat mereka, terlihat Riska sibuk memakan makanan dan Azi terus-menerus menatap wajah Riska denah sangat dalam.


Aku tidak mau sampai ayah dan ibu bercerai aku tidak mau ... Aku akan menjalankan rencana kami dengan sangat sempurna agar kalian bisa bersama lagi, seperti dulu kita bahagia sebelum adanya si ****** busuk itu, batin Alessandra.


Setelah selesai makan Alessandra dan Dilara bergegas pergi terlebih dahulu sebab mereka akan, menemui laki-laki remaja yang menjadi saudara baru Dilara dan akan menjadi pemeran utama dalam permainan mereka.


Kini mereka sudah berada di jalan Alessandra yang mengemudikan mobilnya, sedangkan Dilara tegah menyusun rencana mereka agar berjalan dengan lancar.


"Tante, tahu bukan tadi oma Riska di pandang terus oleh kakek ... "ucap Dilara sambil tersenyum pada Alessandra.


"Benar, belum apa-apa saja ayah sudah sangat cemburu apa lagi sudah ... "ucap Alessandra dengan sangat gembira dan kini mereka sudah sampai rumah Kenan Alfaro.


Alessandra dan Dilara bergegas turun saat mereka hendak masuk Bastian akan keluar, dan berpapasan dengan mereka di kuat rumah.


"Hay, ada apa pagi-pagi sekali sayang sudah ada disini ada apa?"ucap Bastian pada Dilara.


Haduh, dia lagi ... Dasar mata keranjang, buaya darat, hidung belang. Batin Alessandra.


"Ra, aku masuk kedalam duluan ya, kasihan Kakak mu ini ... "ucap Alessandra yang bergegas pergi masuk kedalam.


"Tidak ada apa-apa Kak, hanya saja kami ingin bertemu dengan anak adopsi papa, "ucap Dilara dengan sangat lembut.


"Em, begitu ... Duduk dulu sini Kakak rindu kamu tahu semenjak kamu tidak ada di rumah ini, rumah ini sangat sunyi tahu. "ucap Bastian dengan sangat lembut serta senyuman manisnya.


"Benarkah? Tapi, sepertinya biasa saja Kak ... Sebab kalau ada Dilara juga tidak selalu ada di rumah bukan?"ucap Dilara dengan sangat lembut sambil menatap wajah Bastian.


"Tidak sayang, sangat berbeda dan jauh berbeda ... Kamu itu adalah cahaya untuk rumah ini ... "ucap Bastian dengan sangat berlebihan.

__ADS_1


Kalau aku berlama-lama disini bisa kacau rencana ku, sebaiknya aku masuk saja kedalam, batin Dilara.


"Kak, maaf Dilara harus segera berangkat ke Kampus dan Dilara harus segera bertemu dengan anak baru itu ... "ucap Dilara pelan dan Bastian tersenyum.


"Ya, pergilah dia ada di kamar tamu ... Kakak pergi dulu ya, " Bastian beranjak bangun dan ia mencium puncak kepala Dilara dengan sangat lembut.


Setelah kepergian Bastian, Dilara bergegas masuk kedalam dan ia bertemu dengan saudara kembarnya.


"Adikku sayang ... " Dilan memeluk Dilara dengan sangat lembut dan erat membuat Dilara kesulitan untuk bernafas.


"Lepaskan aku!" Dilara tidak sengaja menendang masa depan milik Dilan sehingga Dilan menjerit.


"Masa depanku! Kau melukainya ... Sakit sekali!"teriak Dilan sambil memegang masa depan miliknya.


Dilara menutup mulutnya dan ia menghampiri Kakaknya tersebut.


"Bagaimana ini Kak, apa masa depan Kakak mati atau apapun itulah ... Mama! Mama!" Dilara berteriak-teriak dengan sangat panik dan Dilan semakin menahan sakitnya.


Kenan dan Alice berlari menghampiri mereka." Ada apa?"ucap Alice dengan sangat panik.


"Itu, Ma ... Masa depan Dilan tadi tidak sengaja Dilara tendang ... "ucap Dilara dengan sangat panik dan ia memegang kepalanya.


"Apa, masa depan ... Papa tolong Dilan!" teriak Alice dengan sangat panik saat melihat Dilan menahan sakit.


"Huuu .... Jangan mendekat kau bisa membunuh ku!" Dilara mengentikan langkahnya dan ia tetap berdiri di samping Mamanya.


"Ada apa sebenarnya ini, Katakan?"ucap Kenan.


"Tadi Dilan memeluk Dilara Pa, dan itu membuat Dilara tidak bisa bernafas lalu tidak sengaja Dilara menendang masa depannya, "ungkap Dilara sambil menundukkan wajahnya.


Alessandra dari kamar mandi dan, kini ia baru sampai langsung terdiam dan menyimak apa yang sebenarnya terjadi.


"Dilan apa sudah membaik masa depan mu?"ucap Kenan yang menatap wajah Dilan yang masih memerah, akibat menahan sakit yang luar biasa.


"Sudah membaik Pa, tapi, masih sedikit sakit ... "ucap Dilan dengan sangat pelan.


"Apa yang terjadi, masa depan apa maksudnya?"tanya dengan sangat penasaran.


Semua orang langsung menoleh dan menatap wajah Alessandra yang terlihat sangat kebingungan.


"Tidak ada, Ma kami akan menemui anak itu siapa namanya?"ucap Dilara.

__ADS_1


"Bagas, Dilara kami akan ke Kampus mu ada panggilan dari Dosen mu ... "ucap Kenan yang membantu Dilan untuk berdiri.


"Datang saja Pa, nanti kita akan bertemu disana ... Kami menemui Bagas dulu ya, "ucap Dilara yang menarik tangan Alessandra menuju kamar tamu.


Kenan bersama dengan Alice bergegas pergi menuju Kampus mereka sangat penasaran mengapa, mereka di panggil oleh Dosen Dilara untuk ke Kampus mereka berfikir pasti Dilara membuat kesalahan lagi.


Dilara dan Alessandra masuk kedalam kamar tamu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sehingga Bagas yang sedang memakai baju terkejut melihat kedatangan mereka.


"Aaahhhkkk .... "teriak Dilara dan Alessandra bersamaan dan mereka membalikkan tubuh mereka.


Bagas langsung cepat-cepat memakai baju dan ia langsung duduk dengan perlahan di bibir ranjang.


"Siapa kalian, tidak sopan sekali kalian ... Masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,"ucap Bagas dengan sangat ketus.


"Maaf Bagas, kami sangat terburu-buru ... Aku Dilara adik mu ... "ucap Dilara pelan dan ia masih berbalik badan.


"Oh, jadi kau adikku ... Senang bertemu dengan mu tapi, biasakan mengetuk pintu terlebih dahulu ya, "ucap Bagas dengan sangat lembut dan Dilara membalikkan badannya.


Dilara menghampiri Bagas dan ia duduk di samping Bagas.


Cantik sekali saudara baruku, aku terpesona ... Batin Bagas.


"Bagas, ini sangat lancang tapi, aku harus meminta bantuan kepada mu ... Ini sangat penting, bukankah kita saudara dan harus saling menolong?"ucap Dilara dengan sangat imut di mata Bagas.


Bagas hanya diam saja menatap wajah cantik Dilara dangan sangat dalam dan Alessandra dapat melihatnya.


Banyak sekali laki-laki yang menyukai Dilara, semoga saja semua laki-laki itu tidak buaya, seperti si mata keranjang buaya darat itu, batin Alessandra.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2