Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Dilara mual


__ADS_3

Pada pagi ini Dilara terus-menerus muntah-muntah sebab ia masuk angin, membuat Bagas bingung ia sudah mencoba memberikan. Air hangat untuk Dilara akan tetapi Dilara masih saja muntah-muntah.


"Kita kerumah sakit saja, ya?"ucap Bagas dengan sangat lembut.


"Tidak, ini hanya masuk angin saja. Coba telfon mama tanyakan apa yang harus kau lakukan ..."pinta Dilara dan Bagas langsung keluar kamar untuk segera menelepon Alice.


📱Mama.


"Halo, Ma?"


"Ada apa, Gas. Kenapa kamu seperti sedang panik?"ucap Alice dengan sangat cemas akan keadaan anak-anaknya.


"Anu, Ma. Itu, Dilara dari tadi pagi muntah-muntah terus dan dia tidak mau ke rumah sakit,"ungkap Bagas membuat Alice tertawa-tawa.


"Apa secepat itu, Dilara hamil?"ucap Alice dalam tawanya.


Bagas menepuk keningnya lalu ia mengusap kasar wajahnya.


"Dia masuk angin, Ma. Apa obatnya?"tanya Bagas sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Biasanya kalau dia masuk angin, Mama selalu mengoleskan minyak kayu putih ke perutnya."jelas Alice.


"Baiklah, Bagas tutup dulu telfonnya."ucap Bagas yang memutuskan sambungan teleponnya.


Alice duduk di sofa sambil tersenyum dan tertawa sebab ia membayangkan kalau anaknya hamil akan seperti apa.


...


Bagas masuk kedalam kamar dan ia melihat Dilara tertidur lemas di tempat tidur lalu ia menghampiri Dilara, ia membawa minyak kayu putih lalu ia hendak membuka sedikit baju Dilara dan ia mengurungkan niatnya.


Tidak mungkin aku, apa aku tega melihatnya seperti itu. Ah, bagaimana ini ... Batin Bagas.


"Ra, maaf aku mau mengoleskan minyak kayu putih ini ke perutmu ..."ucap Bagas dengan sangat lembut.


"Iya,"jawab Dilara dengan sangat lemas.


Bagas membuka sedikit baju Dilara lalu ia mulai mengoleskan minyak kayu putih ke perutnya Dilara, setelah selesai ia langsung menutup kembali baju Dilara lalu ia mulai memijat kepala Dilara.


"Gas, besok kita pulang saja. Aku rindu mama,"ujar Dilara sambil menangis.


"Ra, kita sudah menikah seharusnya kita bisa mandiri ..."ucap Bagas sambil memijat kepala Dilara.


"Tapi, aku rindu mama."ucap Dilara kekeh.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menuruti keinginan mu besok kita akan pulang ..."ucap Bagas sambil bergegas bangun dan pergi dari kamar.


Dilara menatap kepergian Bagas lalu ia tidur kembali dengan keadaan yang sudah lumayan baik, sebab Bagas mengoleskan minyak kayu putih ke perutnya tadi dan ia sudah membaik.


...


Alessandra masih merasakan sakit di area sensitifnya sebab kelakuan Bastian semalam, dan kini ia tidak berani pulang sebab keadaannya yang seperti ini.


"Bagaimana aku pulang, apa ibu dan ayah akan tahu akan perubahan pada diriku ini yang sudah tidak suci lagi ... Aku bingung mau berbuat apa sebab aku sangat takut, apa aku meminta pertanggungjawaban kepada bajingan itu saja, "ucap Alessandra sambil memeluk bantal gulingnya.


...


Bastian merasa sangat hancur akan apa yang ia dengar semalam dan kini sedang memikirkan bagaimana kedepannya.


"Aku benar-benar hancur setelah apa yang aku lakukan pada Alice, hidupku tidak ada tenangnya sama sekali ... Apa semua ini karma untukku dan mala semalam aku membuat masalah baru, semoga saja anak bau kencur itu tidak berbuat apa-apa ..."ucap Bastian sambil meminum segelas Bir.


...


Kenan sedang duduk termenung di bangku kekuasaannya sambil memikirkan tentang Bagas, ia merasa sangat sedih sebab menantunya adalah cucunya yang selama ini menghilang.


"Apa yang harus aku lakukan, memang semuanya adalah kesalahan anak ku juga ...Dia sudah menelantarkan anaknya dan istrinya selama bertahun-tahun, dan sekarang apa yang harus aku lakukan untuk membuat mereka tidak berselisih paham?"ucap Kenan sambil memikirkan cara agar Bagas dan Bastian dapat akur.


...


"Itu, Ale. Apa yang terjadi? Aku harus menemuinya,"ujar Bagas yang bergegas pergi menuju pantai.


Bagas berjalan dengan perlahan menuju pantai ia menghampiri Alessandra yang sedang menangis, ia berdiri didepan Alessandra lalu ia menatap wajah Alessandra yang terlihat sangat sedih.


"Apa yang terjadi?"tanya Bagas sontak membuat Alessandra semakin terisak, ia langsung memeluk Bagas dengan sangat eratnya.


"Gas, aku ... Hiks, hiks, hiks."Alessandra tidak bisa meneruskan ucapannya ia menangis tersedu-sedu didalam pelukan Bagas.


Bagas bingung harus berbuat apa sebab ia merasa sangat kasihan kepada Alessandra di satu sisi, ia juga tidak bisa memperlakukan Alessandra seperti dulu lagi sebab ia sudah menjadi suami Dilara saat ini.


Bagas melepaskan pelukan Alessandra lalu ia menatap wajah Alessandra.


"Kita bicara di pondok itu saja."ucap Bagas sambil menunjuk kearah pondok yang tidak jauh darinya berada, dan Alessandra mengikuti langkahnya dari belakang.


Setelah mereka sampai mereka langsung duduk saling berhadapan, Alessandra menghapus air matanya lalu ia mulia menatap wajah Bagas.


Kalau aku ceritakan aku yakin, pasti Bagas tidak akan mau denganku lagi sebab aku sudah tidak virgin lagi ... Dan aku tidak akan menceritakannya biar saja ini aku simpan sendiri sebab aku ingin memilikinya lagi, batin Alessandra.


"Le, katakan ada apa? Sampai kau menangis tersedu-sedu seperti tadi?"tanya Bagas sambil menatap cemas Alessandra.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, dan aku tidak bisa melupakan mu ... Aku terus-menerus memikirkan tentang kita berdua dulu,"ungkap Alessandra.


Aku juga sangat mencintaimu, akan tetapi aku juga tidak bisa bersama mu sebab aku adalah suaminya Dilara, aku tidak ingin dia merasakan hal yang sama seperti mama rasakan dulu ... Batin Bagas.


"Sebaiknya, aku permisi dulu. Eh, apa itu?"tunjuk Bagas kearah leher Alessandra yang ada beberapa bekas kepemilikan Bastian, dengan sangat cepat Alessandra menutupinya dengan kedua tangannya.


"Ini hanya luka akibat gigitan serangga saja."dusta Alessandra.


Aku tahu betul itu tanda apa, siapa laki-laki yang sudah menyentuh Ale. Apa Ale merasa sangat sedih sampai-sampai dia tidur dengan laki-laki. Batin Bagas.


"Ale, kamu tidak sedang berbohong bukan?"tanya Bagas sambil menatap bola mata Alessandra.


"Tidak, "jawab Alessandra dengan sangat cepat.


Dia benar-benar berbohong, aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebab aku tidak ingin Alessandra berada didalam jalan yang salah. Batin Bagas.


"Kalau begitu aku pergi dulu, pasti Dilara menunggu ku sebab dia sedang sakit,"ujar Bagas.


"Sakit?"


"Iya, dari pagi dia muntah-muntah terus."jelas Bagas membuat Alessandra membulatkan matanya.


"Dia sedang tidak hamil bukan?"ucap Alessandra dengan sangat lembut.


"Tidak, dia hanya sedang masuk angin."jelas Bagas.


"Aku akan menghampirinya nanti,"


Bagas tersenyum dan bergegas pergi menuju villa sebab ia sangat mengkhawatirkan keadaan Dilara.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2