Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Tamat


__ADS_3

Pada pagi ini Alessandra bergegas pergi dari rumahnya menuju bandara sebab ia ingin pergi ke Singapura, ia sudah berpamitan dengan kdua orang tuanya juga dengan Kakaknya. Ia beralasan akan menenangkan dirinya disana untuk beberapa saat saja.


"Semoga saja aku bisa merahasiakan ini dari semuanya ... "ucap Alessandra sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata, tanpa ia sadari ternyata ada seorang laki-laki yang mengikuti langkahnya tersebut.


*


*


Pada pagi ini Dilara merasa perutnya sedikit keram entah mengapa ia juga tidak tahu sebab tiba-tiba saja, ia merasakan keram di bagain perutnya dan ia bersama dengan Bagas pergi ke rumah sakit.


Kini mereka sudah ada didalam ruangan dokter dan Dilara sedang di periksa oleh Dokter, sedangkan Bagas ia menunggu dia tempat duduk sebab ia merasa mual dan pusing saat ini. Setelah selesai Dokter duduk di bangkunya dan Dilara juga ikut duduk di samping Bagas.


"Selamat, anda hamil empat Minggu."ucap Dokter tersebut membuat Dilara dan Bagas saling menatap satu sama lainnya.


"Hamil?"


"Iya, sudah memasuki empat Minggu. Di harapkan banyak istirahat dan jangan kelelahan."jelas Dokter tersebut.


"Dok, tapi. Saya tidak pernah merasakan seperti seorang wanita hamil?"jelas Dilara sambil menatap wajah Bagas.


"Ha, itu mungkin akan muncul pada delapan Minggu kedepannya,"sambung Dokter.


Dilara terdiam dan ia mengingat bahwa Bagas beberapa bulan ini selalu muntah dan bersikap seperti seorang wanita hamil.


"Dok, apakah bisa jika seseorang istri hamil lalu. Suaminya yang merasakannya?"tanya Dilara membuat Bagas terkejut.


"Tentu bisa saja, itu juga seringkali terjadi pada pasien saya selama ini,"ungkap Dokter tersebut membuat Dilara tertawa-tawa.


"Jadi, selama ini kau yang merasakannya. Sedangkan aku baik-baik saja ..."


Bagas langsung terjatuh pingsan saat Dokter menjelaskan bahwa ia akan mengalaminya selama kehamilan Dilara.


*


*

__ADS_1


Alice sangat mual sebab di usianya yang sudah tidak mudah lagi membuatnya sangat lemah, akan tetapi ia berusaha untuk tetap menjaga kesehatan dirinya dan juga calon anaknya.


"Mama sayang, ini Papa buatkan susu ..."ucap Kenan sambil membawa segelas susu hangat untuk Alice.


Alice bangun lalu ia meminum segelas susu dari Kenan."Terimakasih ... "


"Iya kit ... "terputus sebab ponsel Kenan berdering dan ternyata Dilara yang meneleponnya.


"Sebentar ..."ucap Kenan sambil menjawab telepon dari Dilara.


📱Dilara.


"Halo, Papa ku sayang. Kami ada kabar baik untuk Papa ... "ucap Dilara dengan sangat bahagia.


"Oh, benarkah apa itu?"tanya Kenan dengan sangat penasaran sambil menatap wajah Alice.


"Dilara hamil, dan sudah empat Minggu!"teriak Dilara dengan sangat bahagia.


Alice langsung menangis tersedu-sedu dan Kenan langsung memutuskan sambungan teleponnya, ia menghampiri Alice dan memeluk Alice sambil mengelus-elus rambut Alice dengan sangat lembut.


"Ada apa? Kenapa menangis?"tanya Kenan dengan sangat lembut. Alice melepaskan pelukannya lalu ia menatap wajah Kenan.


"Sudah tidak apa-apa, "jelas Kenan sambil memeluk Alice kembali.


*


*


Tepat pagi ini Dilan masih berada di tempat tidur sambil memeluk Ameena sebab semalam mereka habis bercocok tanam. Dilan dan Ameena sangat bahagia sebab mereka sama-sama merasakan kenyamanan seperti saat ini.


"Dilan, jika aku suatu saat nanti tidak bisa memberikan mu anak apa yang akan kau lakukan?"tanya Ameena dengan sangat serius sebab ia memiliki penyakit kista, membuatnya sulit memiliki keturunan.


"Tidak masalah, bukankah kita bisa mengangkat anak saja,"jawab Dilan dengan sangat santai.


"Aku mencintaimu ... " Ameena mencium bibir Dilan dengan perlahan sebab ia sangat mencintai Dilan.

__ADS_1


*


*


Setelah Alessandra sampai ia langsung bergegas pergi menuju Hotel yang sudah ia pesan, dan ia hanya satu sama saja sebab ia sudah membeli sebuah rumah disana untuk dirinya dan juga bayinya."Semoga saja aku bisa secepatnya melakukan bajingan itu."ucap Alessandra yang duduk didalam Taksi lalu ia melihat jika jalannya bukanlah arah hotel. "Pak, kita mau kemana. Ini bukan arah Hotel?"tanya Alessandra sambil melirik kearah jalanan.


Supir Taksi tersebut tidak menjawab apapun membuat Alessandra sangat takut dan Supir itu menghentikan mobilnya, di sebuah Villa yang sangat cantik lalu ia membawa Alessandra turun dan masuk kedalam."Tolong, lepaskan saya."ucap Alessandra dengan sangat takut dan Supir Taksi tersebut membuka topi.


"Kau, bajingan. Untuk apa kau mengikuti aku kesini?"tanya Alessandra dengan sangat kesal melihat wajah Alessandra.


"Aku sudah mengabari orang tuamu, jika kau hamil anakku dan kita akan segera pulang dan menikah, sebab aku tidak ingin anak ketiga ku seperti anak-anak ku yang lainnya. Jika kau suka padaku itu terserah padamu."ucap Bastian dengan sangat ketus sambil melirik kearah perut Alessandra. "Kau ini aku su ... "terputus sebab Alessandra sudah pingsan akibat ia terlalu emosi dan Bastian membawa tubuh Alessandra masuk kedalam kamarnya.


Beberapa hari kemudian.


Kini Alessandra dan Bastian sudah menikah dan semua orang yang ada disana sangat terkejut mendengar jika Alessandra hamil, kini mereka sudah tegah makan bersama kecuali Azi ia sangat marah pada Bastian pasalnya. Dulu Bastian menyakiti Alice dan kini Bastian juga menyakiti Alessandra Untung saja Bastian tidak menyakiti Aliya juga.


Alessandra masuk kedalam kamarnya dan di ikuti oleh Bastian kini mereka duduk di bibir ranjang, Bastian mengelus-elus perut Alessandra yang masih rata."Anak Papa, jangan nakal disana ya ... "ucap Bastian sambil mengelus-elus perut Alessandra dengan sangat bahagia.


"Sudah, aku tidak mau jika terus-menerus di elus-elus perutnya oleh mu."ucap Alessandra dengan sangat kesal, pasalnya dari tadi Bastian terus saja mengelus perutnya. "Le, aku ini sekarang suamimu. Jangan panggil nama ku lagi, panggil aku Papa saja. Sebab umurku sudah sangat tua ..."ucap Bastian sambil menatap wajah cemberut Alessandra.


"Ini yang aku katakan, aku jijik menikahi mu sebab kau itu sangat tua."ucap Alessandra sambil bangun dan menjauh. "Oh, aku akan membuktikan."ucap Bastian yang mendekati Alessandra lalu ia menarik tangan Alessandra.


Ia membawa Alessandra naik ke atas tempat tidur dan mulai melakukan aksi nakalnya sebab ia suka sekali mengerjai Alessandra, kini mereka tegah melakukan bercocok tanam bersama sebab Bastian ingin menjenguk anaknya.


*


*


Semua keluarga Kenan dan Azi sedang berkumpul bersama dan mereka tengah membicarakan tentang Agam, yang belum memiliki kekasih dan mereka akan mencarikan untuk Agam.


"Tidak, aku tidak mau menikah!"teriak Agam membuat semua orang tertawa-tawa bahagia sebab Agam sangat lucu.


Tamat.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca, jangan lupa untuk hampir ke Novel Author yang lainnya.

__ADS_1


Novel ini hanyalah pandangan semata Author aja tidak ada maksud lain atau apapun itu.


Terimakasih semuanya.


__ADS_2