Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Memijat suami?


__ADS_3

"Benar, untuk apa kau menanyakannya? Apa kau ada masalah dan jangan coba-coba untuk menggangu adikku lagi."ucapan Dilan dengan sangat lembut.


"Baiklah, tapi. Aku tidak bisa berjanji kalau dia akan menyukaiku maka aku akan terus menggangunya,"ungkap Kenta yang berlalu pergi.


Sepertinya kau bermimpi Kenta, sebab Bagas akan selalu bersamanya seperti lem dan kertas dan kau sama sekali tidak akan mendapatkan cela sedikitpun. Batin Dilan.


Dilan mengambil ponselnya lalu ia mengirimkan pesan kepada Ameena.


πŸ’ŒDosen cantik.


(Ini aku Dilan, aku harap kita bisa bersahabat baik ya.πŸ˜€)


Ameena melihat pesan masuk dari Dilan dan ia langsung tersenyum.


Ada-ada saja anak murid ini, dia benar-benar lucu ... Batin Ameena.


..


Kenan sampai di rumahnya dan ia duduk di ruang kerjanya sambil memikirkan tentang Bagas, yang tidak ingin semua orang mengetahui siapa sebenarnya dirinya membuat Kenan bingung.


Apa Saras yang memintanya untuk seperti ini mungkin saja, dan sebenarnya dia sudah meninggal juga berarti ini kemauan dari Bagas sendiri. Dan aku harus mencari tahu semuanya sendiri sebab aku tidak ingin ada rahasia didalam keluarga ku. Bahkan kalau Bastian tahu kabar ini pasti dia sangat bahagia sebab dia sangat merindukan anaknya, batin Kenan.


...


Alessandra berada didalam kamarnya ia sedang merenungkan kejadian semalam, saat Bagas dan Dilara bercanda tawa di atas pelaminan sedangkan dirinya bersedih.


Aku tidak boleh bersedih seperti ini, sedangkan mereka saja bahagia walaupun katanya terpaksa. Sepertinya aku harus berlibur aku akan pergi ke Kota B untuk memenangkan diriku disana selama satu Minggu. Batin Alessandra.


Alessandra langsung memesan tiket pesawat menuju Kota B dengan penerbangan besok pagi, ia juga langsung berkemas-kemas untuk keberangkatan besok pagi untuk beberapa hari kedepannya.


..


Bastian terbangun lalu ia melihat dirinya yang sudah tidak mengenakan apapun ia langsung bergegas, memakai bajunya lali ia duduk di bibir ranjang sambil menatap kearah pintu dengan pandangan kosong.


"Apa Bagas dan Dilara sudah malam pertama, Bagas! Kau penghianat, Aaahhhkkk!"Bastian bangun dan melemparkan apa saja yang ada di hadapannya.


...

__ADS_1


Dilara sedang membereskan barang-barangnya, ia meletakan semua barang-barangnya pada tempatnya.


Ia melirik kearah koper Bagas lalu ia membukanya, ia memindahkan semua baju-baju Bagas kedalam lemari ia juga meletakkan sajadah di dalam lemari kecil.


Setelah selesai ia menyimpan koper-koper di atas lemari lalu ia berjalan menuju ruang tamu, ia duduk sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul setengah satu saing ia mendengar suara Adzan berkumandang.


"Sebaiknya, aku bangunkan Bagas saja untuk segera Sholat."ucap Dilara yang bergegas masuk kedalam kamar.


Sesampainya ia didalam kamar ternyata Bagas sudah bangun dan sudah tidak ada lagi didalam kamar.


"Sepertinya dia ada didalam kamar mandi,"ujar Dilara.


Tak berselang lama akhirnya Bagas keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang sedikit basah, akibat ia mengambil air Wudhu tadi ia berjalan menuju lemari lalu ia mengambil baju Koko dan sarung.


"Tunggu aku ya, Gas."ucap Dilara yang bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil Wudhu.


Bagas menyusun sajadah sambil menunggu Dilara bahkan ia juga menyiapkan mukenah untuk Dilara, yang ia ambil dari lemari kecil tadi bersaman dangan sajadahnya tadi dan tak berselang lama Dilara keluar dan menghampiri Bagas.


"Terimakasih, Bagas kau sudah menyiapkan semuanya."ucap Dilara yang segera memakai mukenah.


Meraka mulai Sholat berjamaah dengan sangat lancar dan setelah selesai Bagas menoleh kearah Dilara, ia mengulurkan tangannya lalu Dilara mencium tangannya lalu ia mulai membacakan doa seperti biasannya.


"Gas, apa kau tidak lapar?"tanya Dilara sambil membuka mukenah yang ia pakai.


Bagas sudah selesai membaca doa lalu ia membereskan sajadahnya, lalu ia duduk di sofa sambil menatap kearah Dilara yang berada di tempat tidur.


"Lapar, apa kau akan memasak makanan untuk?"tanya Bagas dengan sangat lembut.


Dilara tertawa lalu ia mendekati Bagas.


"Ayolah berganti baju, kita akan makan di luar saja sebab aku tidak pandai memasak."ucap Dilara sambil memegang sarung Bagas.


"Tidak usah makan di luar, sebab aku masih merasa sangat lelah sebaiknya pesan saja."pinta Bagas sambil mengelus-elus rambut Dilara.


"Baiklah, sekarang kau istirahat saja sebab aku akan menyiapkan makanan setelah makan kita sampai nanti, "ujar Dilara yang bergegas pergi dari kamar.


Bagas langsung menidurkan tubuhnya di sofa sebab ia merasa sangat leleh entah mengapa, sepertinya ia merasa akan demam ia tidak sanggup mengganti bajunya sehingga ia tidak berganti baju.

__ADS_1


Dilara duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kedatangan makanan yang di pesannya tadi, tak berselang lama pintu apartemennya di ketuk ia langsung bergegas membuka pintu.


"Ini pesanan makanan atas nama Dilara?"tanya kurir tersebut.


"Benar, ambil saja kembaliannya."ucap Dilara yang memberikan uang lalu ia mengambil kantung makanannya.


"Terimakasih, Mbak."ucap Kurir tersebut yang berlalu pergi.


Dilara masuk kedalam dan ia langsung menyiapkan makanan yang ia pesan tadi, ia menyusun makanan di meja makan lalu ia bergegas masuk kedalam kamar untuk memanggil Bagas.


"Gas, ayo kita makan."ucap Dilara yang baru masuk kedalam dan ia melihat Bagas masih memakai pakaian Sholat, ia menghampiri Bagas lalu ia memegang dai Bagas yang sedikit panas.


"Ayo kita makan dulu, sehabis makan aku akan memberikan mu obat dan aku akan memijat tubuhmu agar kau sehat kembali,"ujar Dilara.


"Baik sekali istriku ini, apa kau tidak keberatan melihat aku tidak memakai apapun?"tanya Bagas sambil bergegas bangun.


"Tentu saja keberatan, kau memakai kelana yang sedikit panjang sebab aku hanya akan memijat belakang tubuh mu dan tangan lalu kepala mu jasa, kalau kebawa maaf aku tidak bisa dan tidak mau aku takut ada buaya yang akan memangsa ku,"ungkap Dilara membuat Bagas tersenyum.


"Kau ini, ayo makan aku setelah ini akan istirahat dan kau berjanji akan memijat tubuh ku ini ..."ucap Bagas yang bergegas bangun dan berjalan menuju meja makan.


Dilara hanya tersenyum sambil mengikuti langkah Bagas dari belakang, sesampainya mereka di meja makan Bagas dan Dilara langsung memakan makanan mereka dengan perlahan.


Kasihan sekali dia, wajahnya terlihat tidak baik-baik saja. Setelah ini aku akan memijat tubuhnya lagi pula dia juga sudah menjadi suamiku tidak apa-apa kalau aku melihat tubuhnya, batin Dilara.


.


.


.


Bersambung.


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2