Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Tidak suci lagi


__ADS_3

Alessandra menangis tersedu-sedu didalam kamarnya dengan keadaan yang sangat kacau, ia memukul bantal yang ada didalam kamarnya dengan sangat keras.


"Bajingan!"teriak Alessandra dengan sangat kesal dan ia mengingat kembali kejadian tadi yang baru saja ia alaminya.


flashback on.


Alessandra meneteskan air matanya saat Bastian mulai mencium seluruh wajahnya, ia mencoba untuk memberontak sekuat tenaganya akan tetapi ia kalah akan tenaga Bastian yang jauh lebih kuat.


"Ku mohon lepaskan aku, aku tidak ingin kotor karena ulah mu!"teriak Alessandra sambil terus memberontak agar bisa lepas dari cengkeraman Bastian.


Bastian sangat kesal dan kewalahan menghadapi gairahnya dan juga Alessandra yang terus memberontak, ia menampar pipi Alessandra dengan sangat keras membuat Alessandra terdiam lemas.


"Kau bajingan, aku tidak akan tinggal diam kalau kau sampai menodai ku,"ucap Alessandra sambil menangis tersedu-sedu.


"Aku tidak takut!"jawab Bastian dengan sangat keras dan ia mulai membuka bajunya satu persatu, setelah ia tidak mengenakan apapun ia mulai merobek-robek baju Alessandra dengan sangat kasar.


"Jangan sentuh aku! Kau bajingan!"Teriak Alessandra sambil mencoba untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Bastian langsung menahan tangan Alessandra menggunakan kedua tangannya, membuat Alessandra sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Lepaskan aku ..."ucap Alessandra dengan sangat lemas sebab ia sudah kehabisan tenaga.


"Baiklah, tapi. Setelah kita bersenang-senang ..."ucap Bastian sambil menerobos jalan sempit milik Alessandra.


"Aahhkk!"teriak Alessandra saat Bastian mulai menerobos jalan sempit miliknya.


Beberapa kali Bastian gagal merobek keperawanan milik Alessandra, membuatnya cukup kesal ia menghentakkan pinggulnya dengan sangat kuat dan ia berhasil menerobos jalan sempit milik Alessandra.


"Aaahhhkkk! "teriak Alessandra dengan sangat keras sebab sakit yang luar biasa baru kali ini di rasakan olehnya.


"Hiks, hiks, hiks, hiks ..."Alessandra menangis tersedu-sedu sebab ia merasakan sakit yang teramat sangat saat Bastian melajukan gagang tegak miliknya, dengan sangat kuat membuatnya mengeluarkan darah yang sangat banyak.


Setelah dua jam akhirnya Bastian melepaskan gagangnya dari jalan Alessandra, ia sudah sangat lelah sebab entah sudah berapa kali ia menumpahkan lahar panas miliknya kedalam rahim Alessandra.


"Kau bajingan, aku tidak akan tinggal diam!"teriak Alessandra dan Bastian menarik tangan Alessandra kedalam pelukannya.


"Jika kau ingin lagi maka datanglah, kita bisa melakukannya lagi..."bisik Bastian di telinga Alessandra.


Alessandra bangun dan menampar pipi Bastian dengan sangat kuat.

__ADS_1


Plak!


Alessandra mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhnya, walaupun ia sulit berjalan ia memaksakan dirinya ia berlari menuju kamarnya, yang bersebelahan dengan kamar Bastian dan ia mulai menangis tersedu-sedu.


flashback off.


"Aku akan membuat mu menyesal, aku tidak akan tinggal diam sebab kau sudah merenggut mahkota berharga milik ku ..."ucap Alessandra sambil mengisi kesuciannya sudah tidak ada lagi.


...


Kenan dan Alice sedang menunggu kedatangan Dilan di ruang tamu, tak berselang lama akhirnya Dilan dengan dan menghampiri orang tuanya.


"Dilan, Minggu depan Papa dan Mama akan melamar wanita untukmu dan kamu akan segera menikah."ucap Kenan tanpa basa-basi.


Dilan membuka mulutnya lebar-lebar saat mendengar ucapan dari Papanya.


"Tidak, Dilan tidak mau. Apa lagi kami tidak pernah bertemu dan tidak saling mencintai,"jawab Dilan.


"Dilan, dengar ucapan Papamu jangan pernah menolaknya. Dilara saja mau dan kamu tidak mau."ucap Alice sambil menatap wajah putranya.


"Beda, kalau mereka saling mengenal dan Dilan sama sekali tidak mengenal siapa wanita itu, apa lagi dia anak dari rekan bisnisnya Papa. Tidak, Dilan tidak mau."ucap Dilan dengan sangat tegas.


"Mau atau tidak, itu bukan urusan kami. Minggu kami akan tetap melamar kan wanita itu!"ucap Kenan yang bergegas pergi dari ruang tamu.


"Tidak, dia lebih dewasa darimu,"ungkap Alice yang bergegas pergi meninggalkan Dilan.


"Aku tidak ingin, apa lagi wanitanya lebih tua dariku ... Aku benar-benar tidak mau ..."ucap Dilan yang bergegas pergi menuju kamarnya.


...


Sore ini Bagas sedang mencuci piring sebab Dilara tidak pandai melakukannya dan Dilara memili, untuk menyapu Vila saja dan menyiapkan makan malam.


"Gas, makanan kita sudah sampai ..."ucap Dilara sambil membawa makanan yang sudah ia pesan tadi.


"Siapkan saja, setelah itu mandilah sebab waktu Magrib sebentar lagi."ucap Bagas sambil menyusun piring yang ia cuci tadi.


"Baiklah,"jawab Dilara sambil bergegas pergi menuju kamarnya.


Dilara bergegas mengambil bajunya lalu ia masuk kedalam kamar mandi, dan ia mulai mandi setelah selesai mandi ia mengenakan baju.

__ADS_1


"Bagas, dia benar-benar menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab."ucap Dilara sambil bergegas keluar dari kamar mandi.


Ia mulai berjalan menuju meja hias dan ia duduk di bangku lalu ia mulai menyisir rambutnya, tak lupa ia menggunakan vitamin rambut agar rambutnya lebih lembut dan lebat.


Ia juga memakai handbody miliknya keseluruhan tubuhnya setelah selesai ia langsung mengingat rambutnya.


Ia melihat Bagas masuk kedalam kamar mandi dari kaca lalu ia bersiap-siap untuk mengambilkan, sajadah untuk mereka Sholat berjamaah didalam kamar mereka.


Tak berselang lama akhirnya Bagas keluar sambil memakai handuk kimono saja, dengan sangat cepat Dilara langsung masuk kedalam kamar mandi untuk Berwudhu.


Bagas langsung bergegas mengunakan baju Koko dan sarung lalu ia memakai peci, setelah itu ia langsung duduk di sajadahnya sambil menunggu Dilara.


Dilara keluar dan segera memakai mukenah lalu mereka mulai melaksanakan Sholat Magrib berjamaah, setelah selesai Bagas tak lupa untuk membacakan doa untuk Dilara seperti biasannya.


Sebenarnya apa yang di bacakan olehnya, aku jadi penasaran dan dia tidak ingin mengatakan apa yang ia bacakan untukku, batin Dilara.


Bagas membaca doa untuknya dan juga untuk mamanya setelah selesai mereka langsung bergegas pergi, menuju meja makan Bagas tidak berganti baju sebab sebentar lagi akan masuk waktu Sholat Isya.


"Gas, apa kita harus melakukan seperti seorang istri dan suami sesungguhnya?"tanya Dilara dengan sangat polos.


"Makan saja makanan mu, setelah itu bersiaplah sebab sebentar lagi akan masuk waktu Sholat Isya."ucap Bagas yang mulai memakan makanannya.


Benar-benar menyebalkan, dia itu apa sih aku hanya ingin bertanya saja dan dia tidak mau menjawabnya. Batin Dilara.


Setelah selesai makan Dilara membereskan meja makan dan Bagas langsung masuk kedalam kamar, sebab akan masuk waktu Sholat Isya dan ia langsung duduk di sofa sambil menunggu Adzan berkumandang.


Apa sebenarnya yang di minta oleh Dilara tadi, apa dia ingin kami melakukan hal itu. Ah, hati ku ini masih milik Alessandra walaupun aku sudah melupakannya, batin Bagas


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semuanya.


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2