
"Jangan seperti ini Nak, kamu pilih mana Ibu bertahan tersakiti atau, melepaskan bahagia?"tanya Riska pada putrinya.
Alessandra terdiam lalu ia menatap wajah Ibunya.
"Baiklah, kalau ini semua yang terbaik untuk Ibu, maka Ale akan menerimanya ... "ucap Alessandra dengan perlahan dan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Ibu pergi, kamu jangan lupa untuk mengurus Ayah kalau Ayah lembur kamu buatkan kopi dan sarapan Ayah harus nasi. Jangan kamu berikan Ayah kopi di pagi hari ya?"Riska mengingatkan semua tentang suaminya pada anaknya.
Azi hanya diam saja mendengar ucapan Riska yang masih memperhatikannya dalam segi apapun itu.
"Iya Bu ... " Alessandra mencium tangan Riska yang bergegas pergi menuju luar setelah ia sampai di luar, ia melihat Alice masih menunggunya.
Riska langsung menghampiri Alice dan Kenan.
"Ce, jangan bantu Gue ... Biarkan gue hidup sendiri disini sebab gue udah gak punya siap-siap lagi ..."ucap Riska dalam isak tangisnya.
"Ris, kami semua saudara kamu jadi kamu ikut kami ya?"Alice mantap wajah Riska lalu ia menghapus air mata yang terus-menerus berjatuhan di wajah Riska.
Riska memeluk Alice dan ia menangis sejadi-jadinya, Dilara ikut memeluk Oma tirinya dengan sangat lembu.
"Oma, kita akan tinggal sama-sama ya ... "ucap Dilara dengan sangat lembut dan Riska langsung tersenyum.
"Ayo, kita pulang hari sudah semakin malam?"Kenan menatap ketiga wanita yang sedang berpelukan.
Mereka bertiga langsung bergegas pergi masuk kedalam mobil selama di perjalanan mereka, terus-menerus bercerita untuk menghibur Riska yang sedang bersedih.
Setelah sampai di rumah Kenan mereka langsung turun dan masuk kedalam, mereka duduk di sofa sambil bernafas lega.
"Ris, kam tidur di kamar tamu yang nomor dua itu ya, "tunjuk Alice pada kamar yang bersebelahan dengan kamar Bagas.
"Iya Ce, elo lagi ada tamu ya?"Riska menatap kamar tamu dua yang bersebelahan lalu ia menatap wajah Alice.
"Bukan, kami mengadopsi anak remaja Ris, sebab dia anak yatim-piatu ... "ucap Alice lirih.
"Oh, begitu yasudah kamu istirahat sana pasti capek bukan?"tanya Riska dan Alice menganggukkan kepalanya.
"Kami masuk kedalam kamar dulu ya, kamu kalau ada apa-apa kasi tahu sama Dilara saja ya?" ucap Alice yang bergegas pergi menuju kamarnya bersama dengan Kenan.
"Oma, Dilara masuk kedalam kamar dulu ya, soalnya udah kangen banget sama kamar Dilara, "ucap Dilara yang bergegas pergi menuju kamarnya.
Riska hanya tersenyum saja melihat kepergian Dilara lalu ia mendorong kopernya menuju ke tamu, dan ia salah masuk kamar ia masuk kedalam kamar Bagas bukannya kamarnya yang di tunjukkan oleh Alice tadi.
Ceklek.
__ADS_1
"Aaahhhkkk!" Riska menutup wajahnya menggunakan tangannya saat melihat Bagas bertelanjang dada.
"Ya ampun, kenapa dengan penghuni rumah ini. Setiap kali masuk kedalam kamar orang tidak mau mengetuk pintu ... " umpat Bagas yang sangat kesal ia langsung menggunakan bajunya.
"Maaf, saya salah kamar. "ucap Riska dengan sangat gugup sontak saja Bagas terdiam saat mendengar suara Riska.
Bukankah suaranya seperti mamanya Alessandra ya, batin Bagas.
"Tante, "Bagas menghampiri Riska dan ia berdiri dihadapan Riska.
Riska langsung membuka wajahnya dan ia membulatkan matanya sebab ia melihat Bagas.
"Kamu, anak adopsi Alice?"ucap Riska dengan sangat terkejut.
"Benar Tan, maaf ya, soal tadi sebab aku di suruh sama Alessandra dan Dilara, "ungkap Bagas.
Riska tersenyum. "Tidak apa-apa, maaf saya salah kamar."
Riska hendak mendorong kopernya dan tangannya di tahan oleh Bagas.
"Biar aku bantu Tan, tidak apa jangan khawatir. "Bagas mendorong koper milik Riska dengan perlahan masuk kedalam kamar sebelah.
Setelah sampai Bagas meletakan koper Riska di sudut sofa lalu ia duduk, sebab kakinya terasa sedikit sakit dan Riska menghampiri Bagas.
Lalu ia mengeluarkan minyak urut ia hendak mengangkat celana Bagas namun, Bagas menahannya.
"Jangan Tan, aku bisa sendiri kok, "Bagas mengambil minyak urut dari tangan Riska dan Riska mengambilnya kembali.
"Apa kamu bisa, biar saya aja supaya kamu secepat bisa sembuh ... "Riska langsung mengurut kaki Bagas yang terluka akibat kecelakaan yang di alaminya beberapa hari lalu.
"Aaahhhkkk! Sakit ... " Bagas menjerit saat Riska mengurut kakinya setelah Riska menyudahinya Bagas terdiam.
"Ada apa, bukankah sudah tidak sakit lagi?"Riska menatap Bagas yang menggoyang kan kakinya.
"Benar, terimakasih Tante kaki aku udah gak sakit lagi."ucap Bagas dengan sangat gembira dan ia bangun.
"Sama-sama. "jawab Riska dengan senyuman manisnya.
"Saya permisi dulu ya Tan, "Bagas bergegas pergi sambil tersenyum bahagia sebab kakinya sudah tidak sakit lagi.
Riska hanya tersenyum melihat tingkah Bagas yang sangat bahagia melihat kakinya sudah sembuh.
"Kalau saja Agam masih hidup, pasti dia sudah seumuran dengan Bagas ... Ibu rindu Agam dimana kamu? Apa benar kamu sudah meninggalkan Ibu ... "ucap Riksa lirih dan mengingat kejadian dua puluh tahun silam.
__ADS_1
Flashback on.
Riska sedang bercanda tawa bersama dengan Agam anaknya yang masih berusia 4bulan, dan kini ia juga sedang mengandung calon anak keduanya yang masih berusia dua bulan.
Azi membawa Riska dan Agam ke pantai namun, Azi pergi entah kemana dan Riska membawa Agam mengelilingi pantai untuk mencari keberadaan Azi.
Riska mengentikan langkahnya saat mendengar suara orang bercinta, Riska mendekati sumber suara tersebut. Dan ia membulatkan matanya sebab ia melihat suaminya bercinta dengan wanita lain di sebaik pohon besar.
Dengan hati yang berdebar kencang tangan yang gemetar ia menjatuhkan Agam dan ia menangis, Azi langsung menghentikan aktivitasnya lalu ia memakai semua bajunya saat melihat Riska.
"Riska tunggu, ini tidak seperti apa yang kamu lihat!"teriak Azi yang mengejar Riska dan mereka melupakan Agam yang terjatuh.
Setelah mereka tenang barulah mereka ingat Agam mereka langsung mencari keberadaan Agam, namun mereka tidak dapat menemukan Agam sehingga ada mayat bayi yang tenggelam.
"Bukan, itu bukan Agam Om ... Agam berkulit putih dan itu berkulit gelap!"teriak Riska yang sangat histeris saat melihat mayat bayi laki-laki.
"Ris, lihatlah itu sangat mirip Agam dia Agam .. "ucap Azi yang menenangkan Riska.
"Ini semua salah kamu Om, kalau saja kamu tidak bercinta dengan ****** tu, tidak mungkin Agam hilang!" Riska semakin terisak hingga ia pingsan.
Flashback off.
Riska meneteskan air matanya dan ia langsung menghapusnya.
"Ibu rindu kamu Agam, maafkan kesalahan Ibu yang membuatmu hilang Agam ... "ucap Riska dalam isak tangisnya.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Jangan bosan-bosan ya, untuk membaca Novel receh Author ini.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘
__ADS_1