
Kenan dan keluarganya sudah sampai di rumah mereka dan pada saat itu juga Kisya dan Doni baru sampai.
Itu, Doni bersama siapa dia dan wanita itu siapa. Batin Dilara.
Alice sangat terkejut melihat Kisya bersama dengan seorang laki-laki remaja, ia langsung menghampiri Kisya dan memeluk Kisya.
Mau apa lagi anak itu, setelah sekian lama pergi baru sekarang kembali. Batin Kenan.
Dilara dan Bagas menghampiri Kisya yang sedang berpelukan dengan Alice.
"Sa, kamu kemana aja kami semua rindu kamu apa lagi ayah dia benar-benar merindukan mu ..."ucap Alice yang melepaskan pelukannya.
"Aku ingin bertemu dengan Bastian, dia tidak pernah menafkahi anak kami dari Doni masih kecil sampai sekarang!"
Deng!
Seakan runtuh dunia dan hati Dilara mendengar ucapan Kisya.
Ternyata kak Bastian sudah pernah menikah bahkan dia memiliki anak dan Doni adalah anaknya, batin Dilara.
"Kita masuk saja, "ujar Kenan.
Semuanya masuk kedalam Bagas juga masuk kedalam sebab ia sangat penasaran akan apa yang akan terjadi.
"Gas, panggil Bastian."pinta Kenan pada Bagas dan Bagas langsung berjalan menuju kamar Bastian untuk memanggil Bastian.
"Sa, kita adalah saudara tidak usah ribut-ribut."ucap Alice sambil menatap kearah Kisya.
"Itu tanggapan mu, bukan aku."ucap Kisya dengan sangat ketus.
Ya ampun, dia benar-benar tidak ada kesopanan kepada mama. Batin Dilara.
"Jangan keras kan suara mu, sopan lah sedikit di rumah kami ini, dulu kau menantu disini dan sekarang kau hanya orang lain!"ucap Kenan dengan sangat tegas sebab ia kesal istrinya di bentak oleh Kisya.
"Maafkan Mama saya, Om ... "ucap Doni lirih.
"Tidak apa-apa, kau temannya Dilan yang semalam meminta pekerjaan bukan?"ucap Kenan yang mengikuti kejadian di Kantor dua hari lalu.
"Benar, Om dan Dilan ..."belom sempet Doni meneruskan ucapannya Bastian datang bersama dengan Bagas.
"Anakku ..."ucap Bastian yang memeluk Doni dengan sangat dalam.
Dilara meneteskan air matanya lalu ia langsung bergegas pergi menuju kamarnya untuk menangis tersedu-sedu.
"Papa, Mama tidak mau menceritakan dimana Papa tinggal dan berada pada Doni,"ungkap Doni.
__ADS_1
"Kisya, apa salah anak kita sehingga kau memisahkan dia dari aku selama ini."ucap Bastian sambil menatap tajam kearah Kisya.
Ternyata, bukan hanya mama istri ayah bahkan wanita malam ini juga istri ayah bahkan mereka juga memiliki anak. Batin Bagas.
"Sudah jangan di ungkit lagi, sekarang aku mau kau bertanggung jawab atas anak mu ini."ucap Kisya dengan sangat angkuh.
"Baiklah, aku akan memberikan dia separuh dari harta kekayaan ku. Sebab aku juga masih memiliki anak laki-laki."jelas Bastian membuat Bagas sangat terkejut.
Bahkan dia masih ada anak lagi, selain kami. Batin Bagas.
"Aku tidak peduli, yang terpenting anak ku kau berikan dia separuh harta mu."ucap Kisya.
"Kau, bisa pergi dari sini sebab aku akan berbicara dengan anak ku ini dan satu lagi aku tidak ingin kau ada disini."ucap Bastian dengan sangat ketus.
Kisya tidak mengatakan apapun ia langsung bergegas pergi dari sana.
Mumpung ayah lagi sibuk sama anaknya, aku akan mengambil hati Dilara sebab dia sangat terluka akan kejadian ini. Batin Bagas.
Bastian bergegas pergi membawa Doni masuk kedalam kamarnya sedangkan Bagas ia pergi ke kamar Dilara.
Bagas tidak mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung masuk kedalam dan terlihat Dilara sedang menangis.
"Ra ..."panggil Bagas sambil mendekati Dilara.
"Gas ..."Dilara memeluk Bagas dengan sangat dalam dan ia menangis tersedu-sedu didalam pelukan Bagas.
"Sayang, kamu tidak boleh menangis lagi seperti ini ya. Karena kalau seperti ini kamu jelek."canda Bagas dan Dilara hanya diam saja.
..
Kenan dan Alice masuk kedalam kamar mereka dan mereka sama-sama merasa bingung.
"Pa, bagaimana dengan cucu kita itu?"ucap Alice dengan sangat sedih.
"Biarkan Bastian yang menyelesaikannya, dia sudah dewasa bahkan dia juga akan memiliki cucu seperti kita."jelas Kenan sambil memeluk Alice.
"Baiklah, "ucap Alice pelan.
...
Bastian dan Doni duduk di sofa sambil menatap satu sama lainnya.
Kenapa wajahnya lebih mirip dengan om Azi ya, mungkin karena dia adalah cucunya sebab itu mereka memiliki kemiripan. Batin Bastian.
"Nak, apa sebaiknya kita tinggal bersama ya? Sebab Papa akan menikah beberapa bulan lagi. Papa ingin kita selalu bersama sebab kita tidak pernah bertemu dan menghabiskan waktu."ucap Bastian dengan sangat antusias.
__ADS_1
Kasihan sekali Om ini, aku bukan anak mama Kisya bahkan aku tidak tahu aku ini anak siapa sebab orang tuaku sudah membuang ku, batin Doni.
"Baiklah, tapi. Sebelum Papa menikah aku akan tetap hidup bersama dengan mama."ucap Doni dengan sangat canggung.
"Papa setuju, berarti kamu dan Dilan satu Kampus?"tanya Bastian yang sudah mengetahui semuanya tentang Dilan, namun. Ia berpura-pura tidak mengetahui apa-apa di hadapan anaknya.
"Iya, Pa. Aku pulang dulu kasihan mama sendiri dirumah,"sambung Doni.
"Iya, simpan nomor ponsel Papa dan Papa akan mengirimkan uang untukmu ya."ucap Bastian sambil mengelus rambut Doni.
Ya Allah, kasihan sekali om ini aku sangat jahat mau membantu mama untuk menjalankan rencananya. Ampuni hamba ya Allah. Batin Doni.
"Iya, Pa. "ucap Doni yang bergegas pergi dari kamar Bastian.
Setelah kepergian Doni dari kamarnya Bastian baru teringat akan Dilara.
"Ya ampun, aku lupa bagaimana aku menjelaskannya kepada Dilara tantang semua ini."ucap Bastian dengan sangat panik dan ia langsung bergegas pergi menuju kamar Dilara.
Sesampainya Bastian di depan pintu kamar Dilara ia melihat pintu kamar Dilara yang sedikit terbuka, lalu ia langsung mengintip sedikit ia melihat Dilara berpelukan dengan Bagas dengan sangat mesra.
Kurang ajar dia, pasti dia akan menusuk ku dari belakang seperti saat ini dasar kurang ajar kau Bagas, batin Bastian.
"Ra, aku belikan es krim kesukaan mu ya?"ucap Bagas yang ingin menghibur Dilara.
"Baiklah, tapi. Tidak usah saja sebab aku tidak mau apa-apa aku leleh mau istirahat ..."ucap Dilara dengan sangat lemas dan ia tidur di pangkuan Bagas.
"Baiklah, aku pergi dulu agar kau bisa beristirahat."ucap Bagas yang hendak memindahkan kepala Dilara namun, tangannya di tahan oleh Dilara.
"Jangan pergi, kau adalah pengganti kak Dilan sebab dia tidak ada disini. Ku mohon."pinta Dilara dengan sangat lembut membuat Bagas tidak bisa menolaknya.
Dimana Dilara yang dulu, dia sangat kuat dan pemberani tidak seperti saat ini Dilara lema dan terlalu mudah sakit hati, batin Bagas.
.
.
.
...Bersambung....
Follow Ig Author: cinta_terindah217
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘