Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Malam kedua


__ADS_3

Bagas langsung menyingkirkan tangan Dilara dari masa depan miliknya, lalu ia menjauh dari Dilara dengan sangat cepat sebab ia tidak ingin menyentuh Dilara lagi.


"Gas, jangan seperti itu. Kita sudah melakukannya semalam bukan? Lalu, untuk apa kau takut untuk menyentuh ku lagi?"tanya Dilara sambil menatap wajah Bagas.


"Tidak, aku tidak ingin menyakiti mu ..."ucap Bagas sambil mendudukkan bokongnya di sofa.


Dilara hanya diam saja perlahan Dilara membuka bajunya dan ia hanya menyisakan celana pendek, dan juga bra miliknya sontak saja membuat Bagas menelan ludahnya dalam-dalam.


Ya ampun, apa-apaan ini kenapa dia seperti itu aku benar-benar tidak bisa menahan lagi, batin Bagas.


Dilara mulai naik ke atas tempat tidur lalu ia telentang dan ia tidak menutupi tubuhnya, Bagas langsung berjalan dengan perlahan mendekati Dilara. Ia mengambil selimut lalu ia menutupi seluruh tubuh Dilara menggunakan selimut.


"Apa ini?"tanya Dilara sambil membuka kembali selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Dilara. Aku tidak bisa melakukannya lagi,"ungkap Bagas.


"Aku yang akan melakukannya, bukankah seorang istri berhak atas nafkah batin untuknya?"tanya Dilara dan Bagas tampak sedang berpikir.


Apa yang di ucapkan oleh Dilara memang benar adanya, kenapa dia sangat agresif setelah makan pertama kami. Aku benar-benar tidak menyangka kalau dia sangat mesum seperti ini, batin Bagas.


"Baca doa terlebih dahulu."ucap Bagas dan mereka mulai membaca doa bersama untuk melakukan hubungan badan.


Bagas menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua barulah ia mulai melahap bibir ranum milik Dilara, kali ini Dilara sudah bisa membalas ciuman dari Bagas membuat Bagas tambah bergairah.


Bagas mulai meraba-raba seluruh tubuh Dilara dan ia melepaskan pengamanan gunung kembar milik Dilara, ia mulai melahap gunung kembar milik Dilara dengan sangat lembut membuat Dilara menjerit.


"Aaahhhkkk, Gas. Geli sekali aku tidak tahan,"ucap Dilara sambil menarik rambut Bagas.


Bagas menghentikan aktivitasnya lalu ia menatap wajah Dilara dengan sangat dekat.


"Coba kau panggil namaku sekali lagi, aku akan melahapnya dengan sangat kasar."ucap Bagas dengan sangat lembut.


"Lalu, aku harus memanggil mu dengan sebutan apa?"tanya Dilara sambil menatap wajah Bagas dari bawah.


"Panggil aku, Mas ..."ucap Bagas sambil meraba-raba bibir Dilara.


"Baiklah, Mas ..."ucap Dilara sambil menggigit jari Bagas dengan sangat kuat membuat Bagas langsung menaikkan Dilara ke atas tubuhnya.

__ADS_1


"Lakukan,"ujar Bagas sambil memeluk Dilara dengan sangat erat.


"Lakukan apa?"tanya Dilara yang merasa sangat malu sebab ia ada di atas tubuhnya Bagas.


"Bukankah kau mengatakan bahwa kau akan melakukannya?"tanya Bagas balik.


Dilara tersenyum lalu ia mencium wajah Bagas untuk yang pertama kalinya, lalu ia menatap wajah Bagas yang tampak memerah.


"Aku tidak pandai melakukannya, dan Mas, tidak melepaskan pegangan ini."Dilara menarik pengaman milik Bagas.


Bagas langsung menurunkan tubuh Dilara lalu ia mulai melaksanakan semua pakaiannya, dan ia mendekati Dilara lalu ia menidurkan tubuh Dilara dengan perlahan lalu ia memeluk Dilara.


"Jangan salahkan aku, jika aku tidak mau berhenti melakukannya sebab ini semuanya kau yang menginginkan."jelas Bagas sambil melahap leher Dilara sampai ia meninggalkan jejak kepemilikan disana dengan sangat banyak.


"Mas, jangan seperti itu. Bisakah kita mulai saja?"tanya Dilara membuat Bagas mengehentikan aktivitasnya.


"Kenapa kau ini sangat mesum, sebelumnya kau tidak seperti ini?"tanya Bagas sambil menatap wajah Dilara yang terlihat sangat malu.


Aduh, malu sekali aku kalau seperti ini. Entahlah mengapa aku jadi mesum seperti ini. Batin Dilara.


Bagas membuka selimut lalu ia mulai melahap bibir ranum milik Dilara dengan sangat lembut, lalu ia melahap gunung kembar milik Dilara membuat Dilara menggeliat.


Bagas perlahan membuka pengaman nona milik Dilara dan mulai menyatukan, Dilara meringis sebab rasa sakit itu masih terasa dan ia mencoba menahannya. Sebab ia tidak ingin melihat Bagas merasa bersalah padanya.


Bagas mengetahui kalau Dilara menahan sakit sehingga ia melahap bibir Dilara agar istrinya tidak terlalu merasakan sakit, ia mulai melajukan gagang tegak miliknya dengan perlahan di gua milik Dilara.


Dilara sudah bercucuran keringat begitu juga dengan Bagas sebab mereka sudah bercocok tanam selama dua jam lamanya, dan Bagas menyudahinya dengan menanamkan benih-benih kedalam rahim Dilara dengan sangat lembut.


Ia mencium kening Dilara lalu ia menidurkan tubuhnya di samping tubuh Dilara, mereka sama-sama kelelahan dan mereka tidur dengan sangat pulas.


....


Alice sedang memijat kepala suaminya sebab Kenan merasa sangat pusing sebab Anak-anaknya selalu saja bertengkar, dan sisi nakal Kenan keluar ia mulai menarik tangan Alice masuk kedalam pelukannya.


"Mas, ada apa ini?"tanya Alice sambil mencoba melepaskan pelukannya.


"Jangan bergerak, sebab kita akan membuat adik untuk Dilara dan Dilan."ucap Kenan sambil mencium puncak kepala Alice.

__ADS_1


"Mas, ingat umur kita sudah tua dan anak-anak kita sudah akan memiliki anak masa kita juga akan memiliki anak?"Alice melepaskan pelukannya dari Kenan.


"Sayang, ayolah ... Jangan takut harta kita banyak tidak akan habis untuk ketiga anak kita nantinya,"ujar Kenan.


"Kita bisa bercocok tanam, tanpa harus menjadikan benih-benih cinta Mas menjadi anak bukan?"jawab Alice sebab suaminya menginginkan seorang anak lagi.


"Baiklah, kita tidak akan memiliki anak lagi."jelas Kenan.


"Oke ..."


Mereka mulai bercocok tanam bersama selama satu jam lamanya, setelah selesai Kenan berbohong kepada Alice ia malah menyemburkan larva panasnya kedalam rahim Alice. Tanpa sepengetahuan dari Alice sebab ia ingin memiliki anak lagi entah mengapa pikiran itu tiba-tiba merasukinya.


...


Dilan merasa sangat galau sebab tinggal beberapa hari lagi ia akan bertunangan dengan orang yang tidak ia kenal, bahkan ia juga tidak akan bisa melihat wajah dari wanita tersebut sampai mereka menikah nantinya.


"Aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa aku tidak di izinkan untuk menghadiri acara pertunangan ku. Aku sangat penasaran akan wajah dari wanita itu sebab dia lebih tua dariku. Jagan sampai dia buruk rupa kalau itu benar terjadi aku akan menceraikan dia di malam pertama kami ..."ucap Dilan sambil memeluk Junga yang sedang tidur di tempat tidurnya.


...


Dilara merasa sangat haus dan ia membangunkan Bagas untuk mengambil air minum, sebab ia tidak bisa berjalan karena permainannya bersama dengan Bagas tadi dan kali ini ia benar-benar tidak bisa berjalan sama sekali.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2