
Dilan sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Kampus sebab ia ada mata Kuliah pagi ini, ia sudah rapi akan tetapi jiwanya sama sekali tidak bersemangat sebab ia akan di jodohkan.
Hari ini sangat cerah dan bunga-bunga bermekaran indah akan tetapi ada satu bunga yang layu, yaitu aku sebab aku merasa sangat tidak enak hati aku merasa tidak bersemangat untuk hidup sebab aku akan menikahi wanita yang tidak aku kenal sama sekali, batin Dilan.
Dilan memakai sepatu dengan sangat lemas setelah itu ia langsung bergegas pergi menuju meja makan, sesampainya ia di ruang tamu ia melihat Kenan dan Alice masuk kedalam dengan keadaan yang begitu bahagia.
"Ma, Pa. Darimana?"tanya Dilan sambil menghampiri Mama dan Papanya.
"Kami baru pulang, sebab Dilara tadi malam masuk rumah sakit."jelas Dilara membuat Dilan membulatkan matanya.
"Apa, dia sakit. Sepertinya semalam baik-baik saja?"ucap Dilan yang mengingat kalau semalam Dilara baik-baik saja.
"Em, entahlah sebaiknya kamu cepat sarapan dan Kuliah nanti terlambat lo ..."ucap Alice yang bergegas masuk kedalam kamarnya bersama dengan Kenan.
Selesai aku Kuliah, aku akan menghampiri mereka sebab aku juga khawatir akan keadaan Dilara walaupun kami sering kali bertengkar. Aku tetap mengkhawatirkan keadaannya, batin Dilan.
Dilan langsung sarapan setelah itu ia langsung bergegas menaiki motor sport miliknya menuju Kampus, setelah sampai ia langsung masuk kedalam kelasnya sebab sebentar lagi pelajaran akan di mulai.
Ameena masuk kedalam kelas lalu ia duduk di bangkunya sambil menatap kearah Dilan.
Setidaknya aku masih bisa melihatnya, walaupun aku sudah menikah akan masih bisa melihatnya sebagai anak muridku di sini. Batin Ameena.
Ameena mulai menjelaskan pelajaran kepada anak muridnya sedangkan Dilan hanya diam saja, sebab ia mengingat pertemuan mereka kemarin yang membuatnya sangat terkejut akan ucapan Ameena.
Flashback on.
"Kamu yakin cinta sama aku?"tanya Dilan dengan sangat lembut.
"Sangat yakin, semalam ini tidak ada laki-laki yang mempu masuk kedalam hati ini. Dan kamu bisa sangat mudah masuk kedalam sini,"tunjuk Ameena tepat di hatinya.
"Tapi, aku hanya menganggap mu sebagai seorang sahabat hanya itu saja tidak lebih,"ungkap Dilan membuat raut wajah Ameena berubah dari senyuman menjadi dingin.
"Aku tidak apa-apa, maaf mungkin kita mulai besok tidak bisa bercerita seperti ini. Sebab aku akan menjaga jarak kita ..."ucap Ameena yang bergegas pergi.
Flashback off.
__ADS_1
Sepertinya dia benar-benar dengan ucapannya, aku bukannya tidak mau membalas cintanya akan tetapi aku tidak bisa mencintai wanita lain selain Nona, dia adalah wanita impianku selama ini sampai semuanya hancur, batin Dilan.
Setelah jam pelajaran selesai Dilan masih duduk di bangkunya sebab ia ingin berbicara dengan Ameena, akan tetapi Ameena sudah pergi dengan sangat cepat tidak seperti biasanya.
"Sepertinya dia benar-benar akan menjauh, sebaiknya ini memang yang terbaik untuk kami sebab kami akan sama-sama menjadi milik orang lain."ucap Dilan sambil berjalan dengan perlahan ia sudah beberapa hari ini tidak melihat Doni masuk.
Membuatnya merasa cemas akan tetapi ia juga takut kalau mendatangi rumah Doni, sebab Kisya pasti akan menggodanya dan ia juga tidak bisa menahan hasratnya.
Bagaimana ini, aku takut kalau menghampiri Doni kalau aku tidak menghampiri dia aku benar-benar sangat cemas, sebaiknya aku kesana saja semoga saja tante Kisya tidak ada, batin Dilan.
Dilan Bergegas mengendarai motor sport miliknya menuju rumah Doni tak berselang lama akhirnya ia sampai, ia perlahan mengetuk pintu rumah Doni dengan sangat lembut dan pintu terbuka.
"Ada apa?"tanya Kisya dengan sangat dingin sambil menggerak-gerakkan buah dadanya yang terlihat sangat jelas oleh Dilan.
"Ada Doni?"tanya Dilan sambil menundukkan kepalanya.
"Ada, ikutlah masuk sebab dia ada didalam kamarnya."ucap Kisya yang berjalan dengan sangat menggoda imannya Dilan.
Aku akan membuatnya tidur denganku lagi, dia kira semua itu bisa lolos dari jeratan ku, batin Kisya.
"Kenapa di kunci?"tanya Dilan sambil menelan ludahnya dalam-dalam sebab ia melihat Kisya membuka ****** ********.
Kisya berjalan dengan perlahan mendekati Dilan ia memakai Dress seksi berwarna putih, ia memegang tangan Dilan lalu ia mengemut jari tangan Dilan dengan sangat bergairah.
"Jangan seperti ini,"ucap Dilan yang merasa kalau gagang tegak miliknya sudah berdiri tegak.
"Hey, kita lakukan saja bukankah kita dulu pernah saling memuaskan?"ucap Kisya dengan nada yang cukup berat.
"Dulu, dan sekarang berbeda sebab aku sudah ingin menikah."ucap Dilan dengan sangat cuek.
Kisya membuat pengaman gunung kembar miliknya membuat Dilan membuang pandangannya, sebab ia takut terpancing gairahnya melihat benda kenyal itu.
Kisya mulai mendekati Dilan, ia mengeluarkan benda kenyal miliknya ke hadapan Dilan, membuat Dilan refleks langsung melahapnya.
Bukankah aku sudah mengatakan, kalau kucing di pancing akan segera dapat, batin Kisya.
__ADS_1
Dilan merasakan hal yang sangat nikmat sebab ia sudah berpuasa sedikit lama sejak ia meninggalkan Kisya.
Ia mulai melahap bibir ranum milik Kisya dengan sangat kuat membuat Kisya menjerit. Dilan sudah di kuasai oleh nafsunya sehingga ia langsung menggendong tubuh Kisya tanpa melepaskan lumatannya.
Ia mambawa Kisya ke tempat tidur, lalu ia menidurkan tubuh Kisya dengan sangat lembut tanpa melepaskan lumatannya.
Ia menimpa tubuh Kisya lalu ia melahap setipa inci tubuh Kisya dengan sangat kuat, membuat Kisya menggeliat lincah seperti seekor ulat bulu.
Dilan benar-benar lepas kendali sehingga ia langsung melepaskan semua pakaiannya lalu ia mulai menyatukan dengan sangat kasar, sehingga Kisya menjerit-jerit hebat membuat Dilan semakin menyatukan dengan sangat kuatnya.
Setelah Dilan puas ia menjatuhkan dirinya di samping tubuh Kisya lalu ia memegang kendali, ia naik ke atas tubuh Dilan dan mulai menggoyang pinggulnya dengan sangat lincah.
Dilan hanya menahan rasa nikmat yang luas biasa saat Kisya menggoyangkan pinggulnya dengan sangat kuat, setelah Kisya bergoyang selama satu jama lamanya akhirnya ia menidurkan tubuhnya di atas tubuh Dilan.
Dan mereka mulai tertidur dengan pulas, tanpa Dilan sadari ternyata Kisya memasang kamera dan mereka setiap aktivitas mereka selam tiga jam lebih.
Kisya terbangun lalu ia mematikan kameranya lalu ia mulai kembali melahap gagang tegak milik Dilan, membuat Dilan kembali terbangun dan merasa sangat bergairah kembali sebab Kisya sangat bernafsu.
Mereka mulai melakukan kembali kegiatan mereka sampai dua jam lamanya, dan pada akhirnya mereka sama-sama kelelahan sampai mereka tertidur pulas.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.
__ADS_1