Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Pernikahan


__ADS_3

Setelah Bagas selesai muntah ia duduk bersama dengan Dilara lalu ia masuk kedalam hijab Dilara, ia mencium aroma tubuh Dilara membuatnya tenang.


"Bucin, sampai segitunya!"teriak Alice membuat Alessandra merasa sangat nyeri di bagian hatinya.


Sakit melihat mereka seperti itu, seharusnya aku yang ada disana bukannya Dilara. Batin Alessandra.


"Gas, kok sudah satu bulan ini Mama lihat kamu seperti itu? Apa kamu baik-baik saja?"tanya Alice sambil menghampiri Bagas dan memegang kening Bagas. "Baik, tidak ada apa-apa."


"Entahlah, Ma. Bahkan Bagas tidak bernafsu makan dari satu bulan yang lalu sampai tubuh Bagas kurus..."ucap Bagas sambil memegang perutnya yang terasa sangat mual.


"Kamu ini, kamu seperti orang hamil saja."Alice tertawa-tawa dan di susul pada orang yang ada disana.


"Hamil? Mana mungkin laki-laki hamil, Ma."sahut Bagas sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Sudah, jangan bercanda lagi lebih baik sekarang kita pergi sebab mempelai laki-laki sudah siap."ucap Kenan sambil berlalu pergi menuju luar dan di ikuti semuanya.


Mereka semua masuk kedalam mobil masing-masing, kini Alessandra masuk kedalam mobil pengantin sebab ia ingin berbicara dengan Dilan.


"Kau tahu Dilan, kak Agam tidak seperti dirimu dia sangat cuek padaku bahkan kami jarang sekali bertegur sapa."ucap Alessandra dnegan lirih.


Dilan langsung menatap wajah Tantenya."Mungkin karena dia menyukaimu, sewaktu kami baru-baru bersahabat dia pernah bercerita. Kalau dia menyukai seseorang wanita yang jutek dan mereka tidak saling bertegur sapa. Dan aku menebaknya adalah dirimu."


Alessandra sangat terkejut apa yang ia dengar dari mulut Dilan.


"Tidak mungkin, kami adalah adik dan kakak kandung. Tidak mungkin."bantah Alessandra dengan sangat tidak percaya.


"Uumm, terserah padamu saja."


"Kau tahu Dilan, kau sudah menikah bahkan Dilara juga sudah menikah hanya aku saja yang belum."ucap Alessandra dengan lirih membuat Dilan langsung merangkulnya.


"Kau bisa menjadi pengantin kedua ..."ucap Dilan yang di susul gelak tawanya sontak membuat Alessandra kesal. Ia langsung menyingkirkan tangan Dilan dari bahunya.


"Kau sudah sangat kurang ajar, aku harap anakku tidak akan seperti mu ..."refleks Alessandra mengelus perutnya membuat Dilan langsung menatap tajam kearahnya.


"Kau hamil?"


Alessandra membulatkan matanya sebab ia baru sadar kalau ia sudah keceplosan barusan."Katakan!"bentak Dilan membuat Alessandra terkejut.


"Ti-dak, aku hanya mengatakan jika aku sudah hamil nantinya."elak Alessandra dengan sangat cepat.

__ADS_1


Dilan tidak mempercayai ucapnya Alessandra sehingga ia berencana akan mencari tahu keberadaannya. Aku yakin sebab dia tadi muntah-muntah, aku akan mencari tahu semuanya setelah aku menikah nantinya, guma Dilan dalam hatinya.


*


*


Setelah mereka sampai di gandu pernikahan semuanya masuk kedalam dan duduk di bangku masing-masing, kali ini Bastian mengambil kesempatan ia duduk di samping Alessandra membuatnya bahagia.


Pak Ardan turun membawa putrinya bersama dengan Caira terlihat Ameena menggunakan cadar, membuat Dilan sangat kesal sebab ia tidak bisa melihat wajah calon isterinya ia melihat calon istrinya duduk di sampingnya.


Benar saja, aku yakin dia adalah seorang wanita jelek, batin Dilan.


Dilan sangat kesal akan pernikahannya sampai ia tidak menyadari kalau calon mertuanya adalah Pak Ardan, ia tidak fokus dengan apa yang ia jalani saat ini membuat Ameena tersenyum di balik Cadarnya.


Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku akan menikahi laki-laki yang aku sukai, batin Ameena.


Saat Dilan mengucapkan ijab Kabul ia terdiam sejenak untuk menenangkan pikirannya sebab naman calon istrinya Ameena.


Ini benar-benar sangat kebetulan, bahkan aku bisa menikahi wanita yang bernama Ameena. Batin Dilan.


"Sah?"


"Alhamdulillah."


Pak penghulu membaca doa setelah selesai Dilan dan Ameena di bawa naik ke atas pelaminan, untuk melanjutkan acara sungkeman untuk keluarganya dan para tamu undangan yang lain menikmati acaranya.


Bastian mendekati Alessandra lalu ia tersenyum bahagia."Apa kau hamil?"bisik Bastian di telinga Alessandra membuat Alessandra langsung menjauh.


"A-apa yang kau katakan, aku tidak hamil dan jaga ucapanmu itu."ucap Alessandra dengan sangat ketus dan berlalu pergi, sebab ia takut kalau Bastian mengetahui dirinya hamil sebab ia tidak mau menikahi Bastian.


Jangan sampai ada yang tahu kalau aku hamil, sebaiknya aku pergi dari kota ini untuk melanjutkan hidup ini bersama dengan anakku. Aku benar-benar tidak mau menikahi Bastian laki-laki tua Bangka itu, batin Alessandra.


Bagas dan Dilara sedang memakan rujak buah segar Dilara menyudahinya sebab buahnya terasa asam, akan tetapi Bagas sangat lahap memakan rujak tersebut membuat Dilara heran.


"Gas, sudahlah buah itu sangat asam kau bisa sakit perut nantinya."ucap Dilara yang menatap Wajah Bagas.


"Tidak, ini sangat segar membuatku sangat bahagia kau tahu tidak? Selama ini jika aku makan sesuatu maka aku akan muntah, dan kali ini aku tidak muntah sama sekali,"ungkap Bagas membuat Dilara berfikir keras.


Apa dia ini sedang ada gangguan kejiwaannya, tidak mungkin kalau laki-laki hamil. Juga tidak mungkin aku hamil sebab aku tidak merasakan apa-apa seperti yang di rasakan oleh orang, batin Dilara.

__ADS_1


Setelah acara sungkeman selesai para pengantin di bawah ke kamar pengantin untuk berganti baju, kini tinggal lah Ameena dan Dilan kali ini Dilan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat wajah istrinya.


"Aku boleh melihat wajahmu?"tanya Dilan dengan sangat lembut membuat Ameena tertawa-tawa.


Tunggu, suara itu sepertinya tidak asing bagiku. Batin Dilan.


"Sepertinya kau tidak mau menikahi aku, sampai kau saja tidak menyadari semuanya."jelas Ameena membuat Dilan terkejut.


Dilan buru-buru membuka cadar Ameena dan ia dapat jelas melihat wajah Ameena.


"Ameena."


Ternyata dia sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini, mungkin hanya aku saja yang mencintainya akan tetapi dia sama sekali tidak. Batin Ameena.


"Kalau kau tidak menyukainya, kita bisa berpisah saja sebab aku tidak ingin melihat mu menderita ..."ucap Ameena dengan lirih.


"Bukan seperti itu, awalnya aku tidak menyadarinya kalau aku menikahi mu kalau aku tahu dari awal. Aku akan sangat bahagia sebab aku menikahi wanita yang aku kenal."jelas Dilan membuat Ameena tersenyum bahagia.


Mereka berdua langsung berganti baju agar acara cepat selesai dan mereka bisa istirahat, setelah mereka selesai berganti baju mereka langsung bergegas pergi menuju pelaminan untuk menyambut para tamu undangan.


*


*


Setelah acara selesai semuanya pulang ke rumah masing-masing sedangkan pengantin akan bermalam di kamar pengantin, Dilan dan Ameena sangat canggung sehingga mereka langsung tidur setelah selesai acara resepsi pernikahan mereka.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2