Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Menikah


__ADS_3

Malam ini Dilara sudah di pakaian Hena oleh Hena ART yang terkenal di Kota A dan banyak tamu undangan yang hadir.


"Mbak, masih lama?"tanya Dilara sambil menghela nafas panjang.


"Masih, ini baru satu tangan masih ada satu tangan lagi dan dua kaki lagi. Mungkin siapnya dua jam lagi,"


Lama sekali aku tidak menyukai ini, aku sangat tidak ingin ini terjadi bahkan aku juga tidak mau menikahi Bagas. Sebab aku tidak mencintainya dan aku mencintai orang lain, batin Dilara.


Dilara tertidur pulas saat tangan dan kakinya di pakai kan Hena sampai selesai ia tak kunjung bangun, membuat dua orang wanita yang memakaikan hena sangat kesulitan untuk menjaganya agar hena tetap cantik.


Setelah pagi hari tiba pukul empat Dilara sudah bangun sebab ia harus berangkat menuju gedung pernikahan, ia bersiap-siap dengan keadaan mengantuk ia bersama dengan dua wanita yang menjaganya berangkat menuju gedung pernikahan.


Setelah sampai mereka langsung membawa Dilara menuju kamar pengantin dan langsung memakaikan makeup, Dilara sangatlah bosan dan tidak menyukainya sehingga ia hanya diam saja.


...


Riska dan Azi sudah bersiap-siap berangkat menuju gedung pernikahan bersama dengan Alessandra, sebab keluarga Kenan sudah berada disana sebab pernikahan Dilara dan Bagas akan berlangsung pada pagi ini, pukul delapan pagi dan di susuk oleh acara resepsi pernikahan sampai malam hari.


Sanggup kah aku, aku sangat tidak mampu melihat laki-laki yang aku sayang menikahi keponakanku. Bagaimana bisa aku menerima semuanya aku benar-benar sangat kecewa pada mereka ... Batin Alessandra.


..


Bagas berada di dalam kamar hias yang berbeda dengan Dilara, pada saat ini ia sudah selesai dan ia tinggal menunggu Dilara saja.


"Dil, apa aku akan melukai banyak hati?"ucap Bagas dengan sangat lirih sambil menatap wajahnya di cermin.


Dilan menghampiri Bagas lalu ia menepuk pundak Bagas dengan perlahan.


"Gas, apa kau tidak akan melanjutkan pernikahan ini?"tanya Dilan dengan sangat lembut.


"Tidak, hanya saja aku berfikir kalau aku sudah menyakiti hati banyak orang akan pernikahan ku ini ..."ucap Dilan dengan sangat lirih.


"Gas, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Aku akan bicara ini kepada tante Alessandra nantinya,"ujar Dilan.


Bagas tersenyum."Terimakasih banyak, Dil."


"Sama-sama."


..


Kenan dan Alice berada di kamar pengantin mereka melihat putri satu-satunya yang sebentar lagi, akan segera menikah dan menjadi milik laki-laki lain dan akan berpisah dari mereka.


"Mbak, masih lama ya, saya udah pegel banget ni dari semalam sampai sekarang kok gak siap-siap."keluh Dilara sambil menatap dirinya di cermin.


"Sabar, ini sebentar lagi siap hanya tinggal memakai sepatu kaca saja."jelas perias pengantin tersebut.

__ADS_1


"Sayang, jangan seperti itu."ucap Kenan sambil tersenyum melihat tingkah anaknya.


"Anak Mama cantik sekali, bahkan Mama terkalahkan oleh kecantikan Dilara putri Alfaro ini ..."ucap Alice dengan sangat lirih sambil mendekati Dilara.


"Mama jangan bersedih, bukankah Dilara akan menikah bukan mau pergi jauh dari Mama,"ujar Dilara.


"Siapa bilang kamu akan selalu dekat dengan Mama?"tanya Alice sambil merapikan gaun Dilara.


"Ha?"


Kenan mendekati kedua bidadari surganya.


"Kamu besok sudah tidak tinggal bersama kami lagi, ini kado pernikahan kalian. Papa membelikan apartemen untuk kalian berdua, bahkan besok kalian harus pindah kesana."ucap Kenan sambil memberikan kado kecil dan Dilara langsung menerimanya.


"Maksudnya, Papa mengusir Dilara begitu?"tanya Dilara yang mulai melo.


"Bukan seperti itu, dulu sewaktu Papa dan Mama menikah Mama mu juga seperti kamu harus pisah dari orang tua. Kalian akan hidup mandiri nantinya setelah menikah ..."ucap Kenan sambil tersenyum manis kepada Dilara.


Ini benar-benar membuatku semakin tersiksa, aku harus mencari cara agar aku dan Bagas tidak tinggal di apartemen itu, batin Dilara.


"Pa, bagaimana kami akan mandiri kalau Bagas saja tidak bekerja?"


"Papa sudah mengaturnya, ayo kita sudah terlambat."ucap Kenan sambil mengulurkan tangannya.


Dilara dan kedua orang tuanya berjalan menuruni anak tangga dan semua mata tamu undangan, melihat kearah Dilara sebab Dilara bak seorang putri kayangan yang sangat cantik dan anggun.


Bagas dan Dilan sudah ada di bangku mereka masing-masing dan mereka sangat terpesona akan kecantikan Dilara.


Hari ini aku dan Dilara akan menikah, aku sudah menganggapnya sebagai adik tapi. Kami harus menikah aku benar-benar sangat kacau saat ini, batin Bagas.


Kenan membawa Dilara duduk di samping Bagas lalu mereka mulai duduk di bangku masing-masing.


"Semua sudah siap?"tanya Pak penghulu yang melirik kearah dua saksi pernikahan.


"Siap."jawab mereka secara bersamaan.


"Bismillahirrahmanirrahim, Nak. Bagas jabat tangan Pak Kenan."ucap Pak penghulu sambil membuka buku.


Kenan menjabat tangan Bagas lalu ia mulai menarik nafas dalam-dalam.


"Bagas Candana bin Bastian, saya nikahkan dan saya kawinan engkau dengan putri kandung saya, Dilara putri Alfaro binti Kenan Alfaro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai,"


Hening.


Ya ampun, Bagas ini kenapa dia hanya diam saja kami saat ini sedang di lihat banyak orang aku benar-benar sangat jantungan, ayolah Bagas jawab jangan hanya diam saja. Batin Dilara.

__ADS_1


Kenan merasa jantungnya akan copot melihat Bagas hanya diam saja bahkan semua orang sudah menatap kearah mereka, Bagas mengeluarkan keringat dingin lalu ia mulai menghembuskan nafasnya dalam-dalam.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Dilara putri Alfaro binti Kenan Alfaro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!"


Kenan bernafas lega lalu ia menatap wajah Bagas dan Dilara.


Kenapa bin Bagas bernama Bastian, apa sebenarnya mereka memang anak dan ayah. sebaiknya aku akan tanyakan nanti saja setelah semuanya sudah selesai. Batin Kenan.


"Bagaimana, para saksi. Sah?"tanya Pak penghulu.


"Sah!"teriak mereka semua serempak.


"Alhamdulillah."


Kini Pak penghulu membaca doa bersama dengan kedua mempelai wanita dan pria, setelah selesai berdoa Dilara mencium tangan Bagas.


Bagas terdiam lalu ia mencium kening Dilara dan semua tamu undangan bersorak-sorak, setelah itu Dilara dan Bagas menandatangani buku pernikahan mereka.


Setelah selesai Bagas memasangkan cincin kawin mereka dan begitu juga dengan Dilara, setelah semuanya selesai mereka duduk di pelaminan.


"Gas, aku benar-benar tidak tahu bagaimana lagi aku bicarakan hal ini padamu ..."ucap Dilara dengan sangat lirih.


"Hay, aku ini suamimu sekarang panggil aku, Mas ..."Sontak membuat Dilara tertawa-tawa sambil mencubit perut sixpack Bagas.


"Aw, sakit tau."ucap Bagas sambil memegang perutnya mereka tertawa bersama dan pada saat itu juga Alessandra melihat mereka.


Alessandra menangis dan ia langsung berlari dari sana sebab ia tidak sanggup harus melihat, pemandangan seperti itu saat ini karena hatinya serasa sangat sakit.


Bagas, kenapa kau tega padaku walaupun ini hanya keinginan kak Kenan saja tapi. Apa kau tidak memikirkan aku, batin Alessandra sambil terus berlari.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2