
Pagi ini Kenan dan Alice sudah kembali dari luar Kota kini mereka sudah ada di rumah, Kenan sedang menidurkan tubuhnya di atas kasur sebab ia sangat leleh selama di perjalanan tadi.
Aku akan membuat Bastian dan Bagas baik, setelah Bastian pulang aku akan memberi tahu kepadanya siapa Bagas sebenarnya. Sebab Bagas adalah pewaris dari keluarga Hermawan. Batin Kenan.
Alice membawakan segelas teh hangat untuk Suaminya ia meletakan teh hangat di meja lalu ia menidurkan tubuhnya di samping tubuh Kenan.
"Suamiku, Om. Apa masih ingat akan panggilan itu?"ucap Alice dengan sangat lembut.
Kenan tersenyum lalu ia menatap wajah Alice dan ia memeluk Alice dengan sangat lembut.
"Jadi anak kecil ini sudah dewasa, apa dia masih suka menangis kalau di tinggal pergi oleh Om ini?"tanya Kenan sambil mengedipkan sebelah matanya.
Alice tersenyum ia mengingat kembali kejadian dulu waktu ia masih kecil, sewaktu Kenan meninggalkan dirinya untuk pulang kampung. Ia mengisi kepergian Kenan sampai ia demam dan tidak mau makan sampai Kenan kembali.
"Anak Om ini, sekarang sudah menjadi istri dan ibu dari anak-anakku ... "ucap Kenan sambil mencium bibir Alice.
"Dasar mesum."ucap Alice sambil beranjak bangun dan tangannya di tarik oleh Kenan sehingga ia terjatuh di pelukan Kenan.
...
Alessandra sudah beberapa hari tidak masuk Kampus sampai ia sudah tertinggal pelajaran akan tetapi, ia masih tidak mau masuk Kampus pada pagi ini ia hanya di rumah saja sambil menyantap sarapannya.
Alessandra duduk di balkon sambil menikmati embusan angin dan ia menyantap sarapannya, Alessandra masih memikirkan cara agar ia bisa bersama dengan Bagas bahkan ia juga berharap bisa menikah dengan Bagas.
Walaupun aku sayang pada Dilara, akan tetapi aku juga tidak bisa melepaskan Bagas sebab aku sangat mencintai dia. Bagaimana pun caranya agar aku bisa bersama dengan Bagas akan aku lakukan. Batin Alessandra.
...
Setelah selesai Kuliah Bagas mengantarkan Dilara pulang ke apartemen mereka ia tidak mengatakan apapun, hanya saja ia ingin keluar sebentar itulah alasannya kepada Dilara.
Setelah ia mengantarkan Dilara ia langsung mengendarai motor Matic miliknya dengan sangat perlahan, ia tidak tahu akan mencari modal dimana sebab ia tidak memiliki kenalan ataupun teman.
Kemana aku harus mencari, bagaimana jika aku gagal. Aku harus semangat sebab aku tidak ingin di remehkan oleh orang apa lagi dengan Kentang busuk itu, batin Bagas.
Bagas menghentikan motornya di depan perusahaan besar entah siapa pemiliknya, sebab ia tidak tahu masalah siapa pemilik perusahaan yang ada di Kota A.
"Coba aku cari kerja aja disana, mana tahu ada lowongan kerja."ucap Bagas yang mulai memarkirkan motornya di parkiran.
__ADS_1
Setelah selesai ia masuk kedalam dan langsung menemui Resepsionis.
"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?"tanya Resepsionis tersebut dengan sangat ramah, Bagas tersenyum dengan sangat ragu-ragu ia mulai bertanya.
"Apa ada lowongan pekerjaan disini?"tanya Bagas.
"Sepertinya belum ada, tapi. Kalau mau jadi OB bisa soalnya disini lagi cari OB."jelas Resepsionis tersebut.
Sepertinya tidak ada jalan lagi, sebaiknya aku ambil saja sebab aku juga tidak mau menerima bantuan dari papa lagi. Batin Bagas.
"Kapan saya mulai bekerja disini?"tanya Bagas dengan sangat lembut.
"Mulai besok, jangan terlambat sebab CEO sangat tidak menyukai karyawan yang terlambat. Mulai besok kepala OB akan memberikan mu pelajaran agar kamu tidak membuat kesalahan."jelas Resepsionis tersebut.
"Terimakasih, Mbak saya permisi dulu."ucap Bagas yang bergegas pergi dari Perusahaan tersebut.
Bagas naik ke atas motor miliknya lalu ia duduk terdiam memikirkan tentang keadaannya.
Walaupun gaji ku masih sedikit, aku akan berusaha untuk membuka usahanku sendiri dari gaji awal ku nantinya, batin Bagas.
Bagas melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen miliknya, setelah sampai ia langsung masuk kedalam dan mengucapkan salam.
Bagas berjalan masuk kedalam kamar dan ia melihat Dilara sedang menonton film kesukaannya, Bagas meletakan tasnya di sofa lalu ia masuk kedalam kamar mandi.
"Sebaiknya aku tidak usah cerita pada Dilara, aku akan berusaha agar aku bisa bekerja sambil kuliah. Aku akan merahasiakan hal ini dari siapapun, aku tidak tahu tadi itu perusahaan apa namanya kayaknya Prananda grup gitu namanya."ucap Bagas sambil menggosok seluruh tubuhnya.
Setelah selesai ia langsung keluar dan ia langsung memakai baju Koko dan sarung, lalu ia mulai Sholat sendiri sebab Dilara sudah Sholat dari tadi.
Setelah selesai Sholat Bagas menghampiri Dilara lalu ia membaca doa seperti biasannya di ubun-ubun Dilara, setelah selesai ia mencium kening Dilara lalu ia menidurkan tubuhnya di Paha Dilara.
Dilara mengelus-elus rambut Bagas dengan sangat lembut sambil tersenyum manis.
Manja sekali dia, kalau terus-terusan seperti ini aku akan menjadi bucin padanya. Batin Dilara.
...
Bastian sudah akan pulang ke Kota A besok pagi sebab pekerjaan dirinya sudah sangat menumpuk, kini ia berada di Bar ia meminum bir dengan sangat banyak membuatnya mabuk.
__ADS_1
"Dilara, aku akan mendapatkan dirimu lagi."ucap Bastian yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
Wanita bayaran Bastian membawa Bastian masuk kedalam kamar mereka yang sudah di siapkan oleh wanita tersebut.
...
Malam hari ini Dilan sedang menatap langit-langit ia melihat adanya bintang dan bulan, ia menikmati embusan angin malam yang sangat sejuk sambil memikirkan tentang Dilara dan Alessandra.
"Mereka adalah wanita yang aku sayang, aku tidak mau sampai Alessandra dan Dilara merebutkan satu laki-laki. Dan aku merasa kalau Bagas sudah tidur dengan Alessandra, Kalau sampai itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan mereka berdua."ucap Dilan dengan sangat lembut sambil mengepalkan tangannya.
Dilan melihat ponselnya berdering dan ia melihat Alessandra mengirimkan pesan untuknya.
๐Le.
(Besok kau datang, sebab aku ingin mengatakan sesuatu padamu yang penting. Jangan lupa pagi hari.)
"Apa yang akan di katakan olehnya, apa dia ingin mengatakan kalau laki-laki itu memang Bagas, seperti dugaan ku sebaiknya aku datang cepat besok karena aku sudah sangat tidak sabar untuk mengetahui siapa pelakunya,"ucap Dilan sambil tersenyum manis kepada bintang dan bulan di langit.
Dilan membalas pesan dari Alessandra.
๐Dilan.
(Aku akan datang, sebaiknya kau bersiap-siap untuk menghadapi amarah ku ya.)
Alessandra tertawa membaca pesan dari Dilan.
"Marah kepada ku, apa aku membuatnya kesal ya, karena aku akan meminta tolong padanya untuk menemani ku ke Mall besok?"ucap Alessandra sambil menatap layar ponselnya.
.
.
.
...Bersambung....
...Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya....
__ADS_1
...Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua....
...Salam manis untuk kalian semua....