Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author


__ADS_3

Dilan melahap setiap inci bibir Kisya dengan sangat lembut dan bergairah ia juga meninggalkan jejak, kepemilikan disana lalu ia melahap gunung kembar milik Kisya dengan sangat lembut.


"Jangan lama-lama ya, Tante sudah tidak tahan lagi ... "ucap Kisya dengan nada sangat berat.


"Baik Tan, kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, " Dilan mulai meraba gua milik Kisya lalu ia memasukan jarinya kedalam gua milik Kisya.


Dilan bermain-main dengan jarinya membuat Kisya menggeliat lincah seperti seekor ulat, Dilan mengambil tisu lalu ia mengelap gua milik Kisya setelah itu ia mulai melahapnya dengan menggoyang lidahnya dengan sangat lincah.


"Aaahhhkkk, sayang jangan lama-lama ya, aku sangat tidak tahan dan akan tumpah ... " Kisya m e n d e s a h hebat akan sentuhan dari brondongnya.


"Tumpahkan sayang, lepaskan saja ... " Dilan menyudahinya dan ia melahap gunung kembar milik Kisya, dan ia juga *******-***** gunung kembar milik Kisya dengan sangat nakal.


Dilan melepaskan semua pakaiannya dan ia mulai menyatukan gagang miliknya kedalam gua milik Kisya, mereka saling menikmati sentuhan satu sama lainnya dengan sangat bergairah.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Alice bersama dengan Kenan, Dilara, Alessandra sudah sampai di rumah Azi dan kini mereka sudah masuk kedalam mereka langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Bik, panggil ayah ... "titah Alice pada pembantu rumah Azi.


Pembantu Azi langsung melaksanakan perintah Alice untuk memanggil Azi.


Kenan melihat pesan masuk dari Dilan melalui WhatsApp.


Dilan๐Ÿ’Œ " Dilan menginap di rumah Doni Pa, sebab kami ada tugas kuliah yang sangat penting untuk besok, "


Kemana anak itu, akan pergi. Aku tahu betul bahwa dia tidak mau tidur di di rumah orang lain. Batin Kenan.


Azi dan Riska menghampiri mereka semua di ruang tamu dan kini mereka duduk di sofa.


"Ayah, kenapa Ayah melakukan hal seperti itu lagi? Alice sangat kecewa pada Ayah ... Ayah sudah menyakiti Riska dan Ayah juga menyakiti ku dan Alessandra bahkan Aliya juga, " Alice menatap tajam kearah Azi dan sontak saja membuat Azi membulatkan matanya.


Dari mana mereka tahu aku selingkuh, sial benar-benar sial. Batin Azi.


"Ini hanyalah salah faham, Ayah tidak berselingkuh Nak, "Azi menatap wajah Alice dan juga Alessandra.


"Bohong! Kami melihat dan mendengar Ayah sudah berselingkuh, bersama dengan Kinan ****** itu!" Alessandra memukul bantal yang ia pegang.


"Ale, pelan kan suara mu."Riska menatap wajah kearah Alessandra.


"Ris, kamu jujur sama aku apa benar-benar Ayah sudah berselingkuh lagi dan lagi?"tanya Alice pada Riska yang tampak memendam kesedihannya.

__ADS_1


"Benar ... "ucap Riska lirih.


Sontak saja membuat semua orang yang berada disana membulatkan mata mereka.


"Ayah!"ucap Alessandra bersamaan dengan Alice.


"Ayah sudah mengakhirinya, sekang kami tidak memiliki hubungan apapun."jelas Azi yamg membuat Riska menangis tersedu-sedu.


"Aku ingin cerai, "ungkap Riska.


Membuat semua orang disana sangat terkejut dan langsung menatap kearahnya.


"Ibu, jangan Ale tidak mau itu terjadi."Alessandra memeluk Ibunya dan menangis tersedu-sedu didalam pelukan Ibunya.


"Sayang, aku tidak mau kita bercerai kita bisa memperbaiki semuanya. " Azi memohon kepada Riska dengan bersujud di hadapan Riska.


"Om, kalau semua yang Om lakukan pada Riska dan Riska melakukannya juga. Apa Om akan memaafkan Riska?"tanya Riska sambil menatap wajah Azi.


Azi terdiam dengan ucapan Riska.


Aku tidak akan bisa memaafkan nya, apa mungkin dia sudah bersama dengan remaja tadi, batin Azi.


"Iya, bukankah kita impas?"ucap Riska dengan cepat membuat Alessandra dan Dilara membulatkan mata mereka.


Kenapa oma berbohong, apa mungkin dia benar-benar sudah tidak sanggup lagi, batin Dilara.


"Kau sudah mengkhianati ku! mulai detik ini juga kau aku talak!" Azi bangun dan berdiri dihadapan Riska.


"Ayah, jangan lakukan itu, Ale mohon ... Sebenarnya tadi itu pacar Ale bukan selingkuhan Ibu, tolong jangan katakan itu, "Alessandra bersujud di kaki Azi sambil menangis tersedu-sedu.


Riska hanya diam saja mendengar ucapan Azi yang sudah menalaknya. Azi membantu Alessandra berdiri dan ia memeluk Alessandra lalu ia menatap wajah Riska.


"Kau boleh pergi dari rumah ini, tapi, kau tidak bisa membawa Ale dia akan bersama dengan ku, " Azi menatap tajam kearah Riska.


"Ayah, apa yang Ayah katakan jangan seperti itu ... " Alice langsung berlari memeluk Riska yang terlihat sangat sedih.


"Baiklah, Riska akan pergi dari sini sekarang juga ... Terimakasih atas semuanya selama dua puluh tahun yang kita lalui bersama, maaf kalau sudah membuat Om kecewa ... "Riska bergegas pergi menuju kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya.


"Ayah, Ale tidak mau kita berpisah dari ibu tolong jangan usir ibu ... "pinta Alessandra pada Ayahnya namun, Azi tidak memperdulikan ucapan anaknya tersebut.


"Alice sangat kecewa pada Ayah, seharusnya Ayah mengerti posisi Riska sebagai seorang wanita itu bagaimana. Bukannya malah menalaknya seperti itu, " Alice bergegas pergi dari sana menuju luar.

__ADS_1


Kenan dan Dilara ikut bersama dengan Alice keluar kini mereka berada di depan rumah AZi.


"Kita akan mencarikan rumah kontrakan untuk Riska, bagaimanapun dia adalah sahabat baik ku ... " ucap Alice yang berfikir tentang Riska.


"Untuk apa kontrakan, kalau Dilan memiliki Apartment bukan?"Kenan memegang tangan Alice agar istrinya bisa tenang.


"Benar Ma, bukankah Dilan memiliki Apartment yang tidak jauh dari sini ... "ucap Dilara yang mengingat kalau Kakaknya memiliki sebuah Apartemen.


"Benar, sekarang telfon Dilan katakan kita memintanya bertemu di Apartment miliknya,"titah Alice pada suami dan anaknya.


Kenan mencoba untuk menelfon Dilan namun, tak kunjung bisa sehingga ia menyerah.


"Tidak bisa, sebaiknya besok saja malam ini dia di rumah kita saja ... "usul Kenan dan Alice langsung menyetujuinya.


"Kita minta supir untuk menjemput kita, sambil kita menunggu Riska keluar. " ucap Alice dan Kenan menyetujuinya.


Riska mengambil koper besar lalu ia mengisi semua bajunya kedalam koper miliknya, sambil meneteskan air matanya yang sudah sangat banyak.


"Aku akan hidup sendiri, aku yakin aku bisa untuk melaluinya aku tidak akan menerima bantuan dari siapapun itu ... Aku harus bisa aku akan membuktikan bahwa om Azi sudah sangat bodoh sudah menyia-nyiakan aku ..."


Riksa sudah mengemasi barang-barangnya dan ia mendorong koper miliknya keluar. Saat ia di luar ia melihat anak gadisnya dan ia menghentikan langkahnya.


"Ale, kamu bersama dengan Ayah saja ya, kita akan bertemu setiap hari juga jadi. Jangan bersedih ya ... Ini semuanya sudah menjadi yang terbaik untuk keluarga kita, "ucap Riska yang menatap wajah anaknya dengan tatapan sedih.


Alessandra berlari memeluk Ibunya sambil terisak-isak. "Jangan tinggalkan Ale, Bu."


.


.


Para banget si Azi, bisa-bisanya selingkuh terus. Azi ingat udah tua sudah mau mati juga ๐Ÿคฃ Kita apain ya si Azi.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2